Di Desa Kempawa Taneh Pinem Dairi pun tidak luput dari keberadaan gua Umang, konon katanya pada jaman masa penjajahan, orang-orang kampung di desa ini tidak berani menunjuk gua umang, karena ketika gua itu ditunjuk saja, maka si penunjuk bakalan sakit.
Kemisteriusan gua umang dari hal-hal janggal berakhir ketika pada suatu kesempatan, kira-kira jam 5 pagi ada beberapa orang yang tidak dikenal menjumpai kepala desa kempawa saat itu, dan orang yang tidak dikenal tersebut meminta kepala desa untuk mengantarkan mereka menuju desa Kuta Mbaru (kearah Tigalingga). Karena memang sudah menjadi kewajiban seorang kepala desa pada saat tersebut, untuk memberikan pertolongan terhadap orang yang tidak dikenal, akhirnya kepala desa pun menyanggupi untuk mengantarkan orang yang tidak dikenal itu. Ketika tempat tujuan pun, yaitu desa Kuta Mbaru telah sampai, maka sampai disitu belum ada kecurigaan si kepala desa tentang orang yang dia antarkan, dan tidak lupa pula orang yang minta bantuan untuk diantarkan tersebut memberikan upah berupa uang logam terhadap kepala desa yang dibungkus didalam sebuah sumpit (tempat nasi), kepala desa pun menerima, dan berpisahlah mereka dipersimpangan yang ada di desa Kuta Mbaru itu. Namun setelah kembalinya kepala desa itu pulang menuju desa kempawa dari Kuta Mbaru, maka saat itu hari sudah terang, dan dia terkejut ketika melihat telapak kaki banyak yang, terbalik, dan disanalah dia sadar bahwa orang-orang yang dia antarkan itu rupanya bukanlah manusia melainkan umang? Ketika sesampainya dia didesa kempawa, maka sumpit pun dibuka hasil pemberian dari umang itu, dan didalam sumpit ditemukan beberapa keping emas murni yang berbentuk uang logam. Dan semenjak itu sampai saat ini, tidak ada lagi keanehan yang luar biasa yang terjadi disekitar gua batu umang yang ada didesa kempawa, meskipun sebagian orang masih menggap tempat tersebut sebagai tempat yang angker, mengingat diatas gua umang ini yang kebutulan juga perbukitan didirikan sebuah batu yang diperkirakan adalah batu peninggalan belanda? (foto batu tersebut dapat dilihat disini) Kejadian yang saya tulis ini masih seumur orang tua saya, dan yang menceritakannya juga adalah bapak sendiri kepada saya. Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community --- On Tue, 3/3/09, mama_tarigan <[email protected]> wrote: From: mama_tarigan <[email protected]> Subject: [komunitaskaro] Re: [infokaro] Benteng Wujud Kecerdikan Kerjaan Aru To: [email protected] Date: Tuesday, March 3, 2009, 2:42 AM > > Misterius. Seperti juga halnya gua umang. Bukan karena kita percaya tahyul atau karena bersimpati pada kepercayaan tradisional. Memang di dalam Ilmu Pengetahuan sendiri kita tak tau apa-apa mengenai gua umang. Dari penelitian saya, saya hanya menemukan gua umang di wilayah tradisional Karo. Di luar itu tak ada di manapun yang mirip gua umang. Di bagian manapun di dunia ini tidak ada. > > Pdt J.H. Neuman pernah menduga gua umang sebagai tempat tinggal manusia purba. Dugaan ini bisa benar, tapi sampai sekarang belum didukung fakta apapun. Bahkan saya menemukan beberapa fakta bahwa gua umang bukan untuk tempat tinggal. Selain kebanyak berukuran sangat kecil (tidak bisa berdiri di dalamnya), ada beberapa yang saya temukan tidak bisa dimasuki oleh anak-anakpun kecuali satu bayi baru lahir. > > "Jadi, Ilmu Pengetahuan sebenarnya belum tahu apa-apa mengenai gua umang?" tanya si mahasiswa. > > "Ya, memang tidak!" > > "Misterius juga," katanya sambil garuk-garuk kepala. > > Juara R. Ginting > > > Bicara mengenai Gua umang, saya pikir memang misterius, soalnya di kampung kita di Ujung Bawang, ada juga gua umang, pas di depan tapian (pancuran), saya pernah mencoba masuk, tapi ga bisa, semakin kedalam semakin kecil, dulu, konon katanya, pernah ada anjing pemburu yg tersesat masuk kedalam, pas anjingnya ditemukan, sudah ada di kampung Tambak Bawang, kampung/ kuta lain, aneh bin ajaib... banyak juga mitos tentang umang ini, bentuk manusia kerdil yg tapak kakinya menghadap ke belakang, suka memberi rejeki dgn cara memberikan sisik emas dsb. Karo memang misterius...
