Saat membaca ulasan bang KT
terkait orang Jahudi dan Post Doctoral di milis ini beberapa waktu lampau,
teringat saya tentang mama Petrus Sitepu, anggota milis ini, yang kalau saya
tidak keliru informasi, pernah mengenyam
Post Doctoral. Tapi saya tidak tahu pasti, apakah Post Doctoralnya yang di
Korea atau Israel. Ei kam mpepayosa ma.
Kalau saya pribadi,
referensi terhadap orang Jahudi
sangatlah minim. Paling yah, beberapa tahun lalu, ketika bekerja di RMNN
Riau/Kepulauan Riau, pernah menemani perempuan keturunan Jahudi selama lebih
kurang 1,5 bulan di sana dalam sebuah aktivitas
Selain di wilayah Ilmu
Pengetahuan/Science, Produsen Besar Kepercayaan (beternak agama), di wilayah
dunia mafia juga, nama Mafia
Jahudi sering dijadikan bayangan yang perlu diperhitungkan.
Pernah dulu saya baca buku tentang Ayat Ayat Setan Jahudi, tapi saya
lupa dimana dulu saya baca.
Salah satu kesimpulan yang saya
peroleh setelah membaca buku tersebut, mereka piawai dalam
bekerjasama/bersolidaritas
ria diantara sesama mereka. Masih kabar-kabarnya lagi. Sewaktu Gedung Kembar
WTC meledak di Ameirika, tak satupun diantara yang meninggal adalah Jahudi.
Payo ras lahangna, la kudat info akurat.
Tambah tolena, tupung koyok-koyok
kede kopi, megati lit terlontar belas-belas, “ise denggo ngasup
ngarak-ngarak kalak Karo, ei lanai kapna mesera ngarak-ngarak kalak Jahudi.”
Salam man banta permilis ,
MJS