Senin, 16/03/2009 13:43 WIB
Open Source dan Proprietary Duet Kawal Pemilu 2009
Ardhi Suryadhi - detikinet
Jakarta - Sejumlah software yang digunakan oleh sistem TI KPU tak akan
dimonopoli oleh satu tipe aplikasi. Sebab, piranti lunak open source dan
proprietary bakal sama-sama dipilih untuk memperkuatnya.
Dr Husni Fahmi dari Tim Pendampingan Teknis Teknologi Informasi Pemilu 2009
mengatakan, duet dari keduanya ini diharapkan dapat terwujud mengingat
masing-masing kemampuan dari aplikasi tersebut sangat dibutuhkan untuk
menyukseskan pesta demokrasi Tanah Air ini.
"Semangat kami juga sebenarnya mengusung open source. Tapi di sistem yang lama
(Pemilu 2004) itu gabungan antara proprietary dan open source," ujarnya kepada
detikINET, Senin (16/3/2009).
Selain itu perlu diketahui pula, jika ingin tetap memaksakan seluruh aplikasi
menggunakan open source, maka tim TI KPU harus bekerja ekstra karena persiapan
mereka yang sudah mepet.
"Waktunya mepet sekali, ini saja KPU minta bantuan BPPT. Karena ini sudah tugas
negara yang kita jalankan. Kita berusaha semaksimal mungkin," lanjut pria yang
juga menjadi Chief Engineer BPPT ini.
Dijelaskan Husni, pemilihan aplikasi open source dan proprietary nantinya tak
akan tumpang tindih karena keduanya punya porsi sendiri-sendiri. Misalnya,
untuk pembuatan website dan pemrograman menggusung open source. Sementara
bagian proprietary untuk penggunaan scanner Intelligent Character Recognation
(ICR).
Pun demikian, kepastian pemilihan aplikasi yang akan digunakan itu juga
tergantung dari pemenang tender sistem integerasi. Untuk bagian ini, Husni dan
timnya baru akan bertemu dengan mereka pada minggu ini untuk melakukan
koordinasi.
"Tapi dari hasil review kami, mereka menggunakan open source," tukasnya, tanpa
menyebut nama pemenang tender yang dimaksud.
( ash / faw )
___________________________________________________
Sök efter kärleken!
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting:
http://ad.doubleclick.net/clk;185753627;24584539;x?http://se.meetic.yahoo.net/index.php?mtcmk=148783