Turut prihatin Ded, memang menyebalkan kali gaya lomba-lombaan kayak gini. Aku 
sudah bisa bayangkan bagaimana cara mereka menjawab protesndu, persis kayak 
mesin penjawab (bayangkan seperti menelepon call center). Dikasih pertanyaan 
kritis dikit "hang", selain mengulang-ulang jawaban standart tak bermutu, kai 
pe lanai tehna.

Ngata kam, apa yang bisa dibantu. Kurasa bukan aku saja, banyak teman-teman 
kita yang akan turun adi mesti kin bikin sesuatu tah konferensi pers tah 
klarifikasi tah kai gia gelarna.


salam,
ita (jadi ikutan gemas)




--- In [email protected], Dedy Sinuhaji <dedis...@...> wrote:
>
> Sekedar berbagi buat temans semua...
> 
> 
> 
> Lomba Foto XL Berujung Duka
> Â 
> Sungguh sangat disayangkan, sebuah event Photo Competition tahunan yang 
> diselenggarakan oleh pihak operator selular ternama XL berakhir dengan 
> mengecewakan. Hal itu saya alami sendiri dan beberapa rekan fotografer 
> lainnya yang telah bersusah payah mengirimkan fotonya untuk meramaikan 
> kompetisi tersebut. 
> Â 
> Saya (Dedy Sinuhaji) Â terus terang tak bisa menyimpan kecewaan dengan sikap 
> maupun keputusan yang diambil pihak panitia XL Award 2008. Tidak semata 
> karena keputusan mereka yang membatalkan kemenangan saya tanpa dasar aturan 
> yang kuat, tapi juga karena ketidakprofesionalan panitia yang telah 
> mengundang saya untuk datang ke Jakarta . 
> Â 
> Untuk lebih memudahkan Anda memahaminya, saya buat kronologisnya sebagai 
> berikut: 
> Â 
> Pada tanggal 1 Maret 2009, tepatnya pada sore hari, saya dihubungi oleh 
> panitia lomba foto XL bernama Yus dengan nomor ponsel 081510782447. Dia 
> mengabarkan, bahwa foto saya masuk 3 besar dalam lomba foto tersebut. Karena 
> itu, saya diundang ke Jakarta untuk mengikuti acara penyerahan hadiah di 
> Marrios Place , Cikini, Jakarta .
> Â 
> Awalnya, saya tidak percaya. Dalam benak saya, masa sih lomba diadakan oleh 
> operator selular Xl, tapi yang menghubungi saya menggunakan nomor operator 
> lain? Pertama, saya beranggapan bahwa ada teman yang ingin mengerjai saya. 
> Makanya, saya sempat mengabaikannya.
> Â 
> Pada tanggal 3 Maret 2009, Telepon genggam saya berbunyi di pagi hari dan 
> ternyata Yus kembali menghubungi saya dengan menggunakan nomor 021-83702660. 
> Pria tersebut kembali mengabarkan hal yang sama. Dan lagi-lagi dia mengundang 
> dan menyuruh saya datang ke Jakarta . Namun, dia meminta agar saya membeli 
> tiket pesawat pakai uang saya dulu dan nanti akan diganti di Jakarta. 
> Â 
> Dia juga berpesan, agar sesampainya di Jakarta saya segera menghubungi 
> kembali ke nomor 081510782447.Katanya, agar merekatahu bahwa saya telah tiba 
> di Jakarta dan untuk keperluan check-in hotel tempat beristirahat. Saya pun 
> beranjak membeli tiket sambil mengurus surat izin permisi dari kantor tempat 
> saya bekerja.
> Â 
> Besoknya, 4 Maret 2009, sekira pukul 10.00 WIB saya beranjak dari Medan 
> menuju Jakarta menaiki pesawat Batavia Air.. Setibanya di Jakarta saya 
> menghubungi Yus ke nomor yang disebutnya tadi.. 
> Â 
> Dia lantas menyuruh saya datang ke kantor Panitia dengan menggunakan bus 
> Damri Pasar Minggu dari Bandara Soekarno Hatta. “Kamu naik bus Damri Pasar 
> Minggu dan turun di Jembatan Pancoran. Kalau sudah sampai hubungi saya 
> kembali,” katanya lewat pembicaraan melalui handphone.
> Â 
> Saya pun berangkat dengan menaiki bus tersebut dan turun di jembatan 
> Pancoran. Kalau tidak salah di depan Rumah Cantik Mustika Ratu. Saya 
> menghubunginya kembali. Â Dia kemudian mengutus orang yang disebutnya bernama 
> Ateng untuk menjemput saya.. 
> Â 
> Selang 10 menit, Ateng tiba dengan menggunakan sepeda motor untuk  menjemput 
> di tempat saya menunggu. Dan kami pun beranjak menuju Kantor Panitia Lomba 
> Foto XL di Jl. Prof. Dr. Soepomo Komplek Bier No 1A Menteng Dalam, Jakarta 
> Selatan.
> Â 
> Saat itu baru saya tahu bahwa saya berada di Kantor Aliansi Jurnalistik 
> Independen (AJI) Jakarta dan baru tahu juga bahwa panitia lomba XL tersebut 
> adalah orang AJI yang menggunakan nama KOJI, singkatan dari Koperasi 
> Jurnalistik Independen. Saya tahu singkatan KOJI tersebut dari Ateng. 
> Â 
> Sesampainya di kantor AJI Jakarta tersebut, saya berjumpa dengan Yus dan 
> panitia lainnya, saya lupa namanya. Kita pun berkenalan sambil berjabat 
> tangan, dan saya disuguhi segelas air putih dingin. 
> Â 
> Karena saya merasa ada kesamaan profesi di bidang jurnalistik, kita pun 
> saling bicara soal jurnalistik. Kebetulan saya mengenal seorang pengurus di 
> AJI bernama Bina Karo Sekali. Saya menanyakan keberadaannya kepada panitia 
> tersebut. Saya juga sempat menghubungi Bina Karo Sekali sewaktu saya masih di 
> Kantor AJI Jakarta.
> Â 
> Panitia Xl tersebut juga banyak menyebutkan nama anggota AJI di Medan yang 
> sebagian saya kenal.. Di situ, saya  mengatakan bahwa saya fotografer Harian 
> Seputar Indonesia (Koran SINDO) biro SUMUT. 
> Â 
> Sesaat setelah saya mengatakan itu, Yus sempat terkejut, namun tak lama 
> kemudian dia menyunggingkan senyum. Lalu, masuk ke dalam salah satu ruangan 
> dan meninggalkan saya di ruang tamu Kantor AJI Jakarta.
> Â 
> Sekira 10 menit kemudian, Ateng keluar dan mengajak saya pergi untuk menyewa 
> hotel. Sementara panitia tersebut pergi, katanya mau rapat. Saya pun 
> mengabaikannya.
> Â 
> Saya, Ateng dan Jefri sepupu saya dengan berjalan kaki beranjak meninggalkan 
> kantor AJI Jakarta menuju Hotel Sofyan di Tebet. Setelah check-in, saya dan 
> Jefri masuk ke kamar, sedangkan Ateng pergi meninggalkan kami di hotel.
> Â 
> Singkat cerita, malamnya saya dihubungi kembali oleh Panitia lomba foto XL 
> dan menyuruh saya kembali ke hotel karena ada yang mau dibicarakan. Tepat di 
> Restaurant Hotel Sofyan tersebut kami berbicara. Di situ ada saya, seorang 
> panitia, dua orang public relation XL bernama Febriati Nadira dan Husni.
> Â 
> “Mas Dedy Wartawan ya?” tanya Febriati.
> Tanpa berpikir panjang, saya langsung mengiyakannya. “Iya, saya fotografer 
> SINDO di Medan.”
> Â 
> Setelah itu, mereka mengatakan bahwa kemenangan saya dalam XL Award Photo 
> Competition untuk kategori umum dibatalkan. Alasannya, karena profesi saya 
> wartawan. Mereka berdalih, untuk kategori umum, wartawan dilarang ikut. 
> “Sangat disayangkan lho Mas, kemenangan kamu terpaksa kita batalkan. 
> Padahal foto kamu itu, foto terbaik pilihan Juri (Oscar Motuloh),” ujar 
> Febriati Nadira. 
> Â 
> Saya coba memberikan argumen. “Mbak, coba lihat brosur yang kalian 
> sebarkan. Di situ ada dua kategori. Satu kategori wartawan dan satunya lagi 
> kategori umum. Kategori wartawan, persyaratannya dipublikasikan di media 
> cetak maupun online. Sedangkan umum dipublikasikan di blog. Tidak ada 
> tertulis untuk kategori umum, wartawan tidak boleh ikut serta. Umum, berarti 
> semua boleh ikut. Baik itu petinju, presiden tanpa pengecualian  seorang 
> wartawan,” beberku panjang lebar.
> Â 
> Saya pun menegaskan, jika seandainya dalam brosur tersebut dinyatakan dengan 
> tegas bahwa untuk mengikuti kategori umum wartawan tidak boleh ikut, pastinya 
> saya tidak akan ikut di kategori tersebut. Begitu juga dengan wartawan foto 
> dari media lainnya.
> Â 
> Namun, argumen yang saya sampaikan, tak masuk ke otak mereka. Mereka tetap 
> bersikukuh bahwa persyaratan yang mereka buat sudah tepat. Uniknya, mereka 
> beralasan, tidak dibuatnya secara terperinci bahwa untuk kategori umum tidak 
> dibolehkan seorang wartawan ikut, semata karena terkendala space yang 
> terbatas saat pemuatan iklan di Harian Kompas.
> Â 
> Masalahnya, jika alasan space tersebut, tentu juga tidak masuk di akal. 
> Sebab, di website resmi milik XL yakni www.xl.co.id. sama saja dengan yang 
> tertulis dalam brosur XL Award 2008 tersebut. Di situ juga tidak ada 
> disebutkan larangan wartawan ikut dalam kategori umum.
> Â 
> Beragam tanda tanya membuncah di benak saya. “Mengapa dari dulu saya tidak 
> dihubungi supaya saya bisa memperbaikinya? Sementara di blog milik saya yang 
> beralamatkan www.sinuhajimage.com dengan jelas tertulis di situ bahwa saya 
> ftografer SINDO di Medan,” cecarku.
> Â 
> Mereka menjawab ringan, bahwa profesi wartawan saya itu tidak ada mereka 
> lihat dalam blog saya.. Tak mau dianggap mengada-ada, saya menantang mereka 
> untuk membuka blog saya tersebut saat itu juga.. Kebetulan salah satu dari 
> mereka menggunakan Blackberry. Namun, mereka tidak bersedia membuka blog itu 
> di depan saya.
> Â 
> Lalu saya bilang lagi, “Mbak, pada saat mengirim foto yang akan 
> diikutsertakan dalam kompetisi tersebut, saya mengirim ke email xlaw...@... 
> Karena ada masalah dengan pengiriman foto tersebut, saya menghubungi public 
> relation Xl yang ada di Medan bernama Maulana Ahmadi. Saya memberitahukan 
> permasalahan saya tersebut. Dan Maulana Ahmadi  mengatakan agar saya 
> mengirim ke emailnya yang nantinya akan di forward ke Email XL Jakarta. Dan 
> saya pun mengirimnya.”  
> Â 
> Usai itu Maulana Ahmadi  mem-forward email saya tersebut secara serentak ke 
> email Husni dan juga email saya. Dalam email tersebut berisi kata-kata 
> “Dear pak Husni, terlampir keikutsertaan teman kita Dedy dari SINDO Medan 
> dalam rangka Lomba Photo XL, mohon bantuannya agar dapat diikutsertakan. 
> Terima kasih”.. Lalu saya mendapat email balasan.
> Â 
> Namun dalam email balasan tersebut, tidak ada pemberitahuan akan kesalahan 
> saya dalam kategori peserta. Dalam email tersebut hanya tertulis agar saya 
> melengkapi persyaratan dan terlampir email baru untuk pengiriman soft copy 
> foto, yaitu xl.award2...@... 
> Â 
> Dalam perbincangan malam itu, Husni mengakui menerima email dari Maulana 
> Ahmadi tersebut. Namun, uniknya lagi, dia mengaku tidak membaca pesan yang 
> dilampirkan oleh PR XL di Medan itu.
> Â 
> Mereka tetap bersikeras membatalkan kemenangan saya dalam kategori umum, 
> dengan alasan agar XL Award 2008 ini tidak ada yang complain. Mereka meminta 
> saya agar merelakannya demi kredibilitas XL di mata khalayak.
> Â 
> Untuk membatalkan kemenangan yang saya raih, mereka akan mengganti biaya yang 
> telah saya keluarkan, mulai dari tiket pesawat, airport tax, ongkos Damri 
> dari bandara ke kantor Panitia XL serta pengeluaran selama di Jakarta . Tapi, 
> saya menolaknya. Saya tidak ingin timbul kesan dalam benak mereka, bahwa saya 
> mengikuti lomba tersebut semata untuk mengejar uang hadiah.
> Â 
> “Tak usah mbak, saya masih punya uang, cukup kalian mengganti apa yang 
> telah kalian janjikan dari awal, Tiket pesawat dan juga penginapan. Kalau 
> untuk biaya yang lain saya masih punya uang,” jawabku. 
> Â 
> Saya pun meninggalkan mereka bertiga dan bergegas masuk ke kamar hotel.
> Â 
> Pada dasarnya mereka mengakui kesalahan mereka, tapi telah saya menjadi 
> korban dari kesalahan yang mereka perbuat.
> Â 
> Ternyata, bukan saya saja. Rekan saya fotografer SINDO di Jakarta, Fransiskus 
> Simbolon juga merasakan kekecewaan yang sama. Pasalnya, dua minggu sebelum 
> saya dihubungi oleh panitia XL Award 2008, Fransiskus Simbolon dikabari via 
> SMS menggunakan nomor 081908075267 yang bertuliskan “Selamat foto anda mjd 
> salah satu pemenang XL award. Mohon kehadiran dalam malam anugerah XL Award. 
> Undangan akan dikirimkan ke alamat masing-masing”
> Â 
> Namun, saat Fransiskus S menghubungi kembali ke nomor tersebut, si penerima 
> telefon berkilah dan mengatakan bahwa tidak pernah menghubunginya soal 
> kemenangan dalam Lomba XL Award 2008 tersebut. ( Sampai sekarang Fransiskus 
> masih menyimpan SMS tersebut).
> Â 
> Sementara itu, saya mendapat informasi juga dari Sekjen PFI, Astra Bonardo. 
> Bahwa dalam XL Award 2007 lalu, Juara III dalam lomba foto XL kategori umum 
> adalah seorang wartawan Jawa Pos bernama Agung Wahyudi.
> Â 
> Hingga sekarang, saya belum bisa menjawab pertanyaan besar yang bersemayam di 
> benak saya; Apa maksud dan tujuan mereka dengan ini semua? 
> 
> Â 
> Demikian cerita ini saya tuliskan tanpa menambah atau mengurangi dari hal 
> yang sebenarnya. 
> Â 
> NB; turut serta saya lampirkan Brosur XL Award 2008 dan Pengumuman XL Award 
> 2007
> Â 
> “Badai Pasti Berlalu”
> Salam,
> 
> Dedy Sinuhaji
> Seputar Indonesia
> Medan, North Sumatera
> 081260399360 
> ________________________________
> Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang! 
> Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah
>


Kirim email ke