Kamis, 19/03/2009 14:08 WIB 
Ketua KPU Jakarta: 
Minta Pemilu Ditunda Tidak Realistis 
Elvan Dany Sutrisno - detikPemilu
Jakarta - Usulan Prabowo Subianto agar pemilu ditunda untuk memperbaiki Daftar 
Pemilih Tetap (DPT) dinilai tidak realistis. Penundaan pemilu akan berimplikasi 
berat.

"Permintaan Prabowo itu tidak reliastis. Tidak akan bisa permintaan itu 
dipenuhi. Pemilu sebentar lagi," ujar Ketua KPU Provinsi Jakarta Juri 
Ardiantoro di Rumah Makan Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis 
(19/3/2009). 

Menurut Juri, masalah DPT sebenarnya tidak hanya terjadi di Jatim, tetapi juga 
terjadi di daerah lain. Banyak nomor induk kependudukan yang ganda. "Tapi 
bagaimana pun pemilu harus tetap berjalan," imbuh Juri.

Juri menyatakan, penundaan pemilu akan berat implikasinya. "Pilpres bisa 
tertunda juga. Padahal tanggal 20 Oktober pemerintah baru harus sudah 
terbentuk," tandasnya.

Usulan penundaan pemilu itu terkait kasus manipulasi data DPT di Jatim sebanyak 
27 persen lebih pemilih.

( nik / nrl ) 
--
 
Berita terkait:
 
Rabu, 18/03/2009 15:35 WIB 

Dipanggil Mega, Eks Kapolda Jatim Diminta Jelaskan Kisruh DPT 
Reza Yunanto - detikPemilu
Jakarta - Eks Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Herman Surjadi Sumawiredja 
datang ke kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 
Megawati Soekarnoputri. Dia diminta menjelaskan kisruh daftar pemilih tetap 
(DPT) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jatim.

Pantauan detikcom, Herman datang ke kediaman Mega, Jl Teuku Umar, Menteng, 
Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2009) pada pukul 14.50 WIB.

Herman mengenakan kemeja putih lengan panjang bergaris-garis biru dan bercelana 
abu-abu.

Sementara Sekjen PDIP Pramono Anung yang keluar begitu Herman masuk menjelaskan 
bahwa Herman memang diminta Mega untuk datang.

"Kedatangan Pak Herman ke sini karena diminta oleh ketua partai untuk 
menjelaskan data Sampang dan Bangkalan yang dikatakan bahwa itu dimanipulasi 
benar," jelas Pramono.

Dengan demikian, imbuh dia, dugaan manipulasi yang disampaikan kubu Khofifah 
Indar Parawansa-Mujiono (Kaji) yang didukung PDIP, benar adanya.

"Sama dengan datanya Pak Herman. Kami berkeyakinan ada upaya untuk memanipulasi 
DPT di Sampang dan Bangkalan," tandas Pram.

Hingga pukul 15.10 WIB, pertemuan Mega dan Herman masih berlangsung. 

Ketika menjabat Kapolda, Herman mengendus pemalsuan DPT di Sampang dan 
Bangkalan. Dia menemukan lebih 27 persen dari total pemilih yang terdapat dalam 
DPT adalah fiktif. Banyak Nomor Induk Kependudukan (NIK) kembar yang dipakai 
oleh puluhan orang.

Herman lalu menjadikan Ketua KPUD Jatim sebagai tersangka. Namun kemudian 
Herman dicopot dari Kapolda dengan alasan hendak pensiun. Status tersangka 
Ketua KPUD Jatim diturunkan dari tersangka menjadi saksi. Herman lalu kecewa 
dan memilih mundur sebagai anggota Polri. ( nwk / nrl ) 




      __________________________________________________________
Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare bredbandsuppkoppling. 
Sök och jämför priser hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100015813-bredband.html?partnerId=96914325

Kirim email ke