Sumber:
http://www.antara.co.id/arc/2009/3/18/rp1-miliar-untuk-kampanye-15-menit/
Medan (ANTARA News) - Semahal itukah ongkos sebuah kampanye?
Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar Surya Paloh, misalnya, menghabiskan
dana lebih dari Rp1 miliar hanya untuk berpidato selama 15 menit di
panggung kampanye di sebuah lapangan sepakbola, di Mandailing Natal,
Sumatera Utara.
Pada hari pertama kampanye terbuka, Selasa (17/3), Surya langsung tancap gas.
Pukul 07.00 pagi dia bertolak dari Bandar Udara Halim Perdana Kusuma,
Jakarta, dengan pesawat jet pribadinya, jenis BAe, yang katanya pesawat
bekas milik Ratu Inggris Elizabeth. Tujuannya, Lapangan sepakbola
Aekgodang, Mandailing Natal.
Tak banyak orang yang mendampingi bos Media Group yang brewokan itu.
Yang menemani Surya di pagi hari itu antara lain Sekretaris Dewan
Penasihat Partai Golkar Hatta Mustafa dan Chairuman Harahap, calon
anggota legislatif untuk Daerah Pemilihan Mandailing Natal.
Tentu saja dia membawa kameramen Metro TV, stasiun televisi milik Surya.
"Ini pesawat paling aman. Jet lain mesinnya cuma dua, yang ini empat.
Kalau dua mesin mati, masih ada dua mesin yang bekerja. Tapi karena
empat mesin, jadi boros," katanya sesaat setelah "boarding".
Surya membeli pesawat buatan Inggris itu pada tahun 2004 ketika akan
keliling Indonesia untuk Konvensi Partai Golkar. Kini, dengan pesawat
yang sama, Surya akan keliling Indonesia lagi untuk berkampanye.
"Hari ini baru start, saya harus jaga stamina karena harus datangi
daerah-daerah dari Aceh sampai Papua," katanya.
"Pesawat ini pas untuk jelajahi Indonesia karena bisa mendarat di
bandara perintis dengan landasan pendek, seperti Bandara Tapanuli
Selatan yang akan kita datangi," katanya lagi.
Saat pesawat bergambar kepala elang, lambang Media Group, itu
menjelajah langit dengan ketinggian 27.000 kaki, Surya menyiapkan
materi pidatonya.
Ia berfikir tidak banyak yang bisa disampaikan pada kampanye terbuka di
lapangan yang terik pada pukul dua siang dengan hadirin yang asyik
berjoget dan berdangdut ria. Ia memilih satu pesan moral kampanye yang
akan menjadi "soundbite".
"Saya akan ingatkan para elite untuk tidak lagi membohongi rakyat.
Rakyat harus dicerdaskan, bukan dibodoh-bodohi!" katanya dengan suara
keras dan mata membelalak.
Sewa helikopter
Setelah mendarat di Bandara Perintis Tapanulis Selatan, Surya harus
naik helikopter lagi selama 30 menit untuk bisa ke panggung kampanye.
Ia menyewa helikopter jenis Bell yang hanya bisa dimuati empat penumpang.
Terapung-apung di antara bukit dan gunung, Surya manggut-manggut
menyadari betapa luasnya wilayah Sumatera Utara. Jika naik angkutan
darat, dari Medan ke Mandailing Natal bisa memakan waktu 12 jam sampai
14 jam.
"Tidak heran banyak warga sini yang meminta pemekaran," katanya merujuk
pada tewasnya Ketua DPRD Sumatera Utara Azis Angkat dari Partai Golkar
saat unjuk rasa yang anarkis ketika massa meminta rekomendasi
dibentuknya propinsi Tapanulis Selatan.
Surya hanya beristirahat sejenak untuk makan siang sebelum diboyong ke lapangan
sepakbola yang sudah dipenuhi massa.
Pilot helikopter sudah mewanti-wanti agar kampanye tidak lama-lama
karena pergerakan awan yang menggumpal hitam menandakan hujan akan
segera turun.
"Makin sore makin berbahaya. Cuaca di kawasan pegunungan begitu cepat berubah,"
kata pilot mengingatkan.
Akibatnya, Surya tidak bisa berlama-lama di atas panggung kampanye.
Setelah pidato dan teriakan hidup Golkar yang menggelegar selama 15
menit, lelaki berperawakan tinggi besar mirip penyanyi opera Luciano
Pavarotti itu segera pamit.
Ia harus buru-buru kembali di Tapanuli Selatan sebelum hujan turun sore itu.
Meski hujan belum turun, angin berhembus kencang. Helikopter beberapa
kali berguncang-guncang. Untuk menghindari guncangan, pilot menurunkan
ketinggian sehingga helikopter berwarna biru itu menyelusup
lembah-lembah di antara bukit dan gunung.
Gerakan helikopter itu mirip dengan yang biasa dilihat dalam film
tentang perang Vietnam. Berkelok-kelok dengan suara mesin dan
baling-baling yang menderu-deru.
"Kalau terjadi apa-apa pasti kita selesai. Karena di antara bukit dan
gunung, tidak ada tempat untuk mendarat darurat," kata Hatta Mustafa
yang tampak lega akhirnya bisa mendarat dengan selamat di Bandara
Tapanuli Selatan meski mengaku sempat tegang dan stres.
Tak masuk logika
Saat melanjutkan perjalanan ke Bandara Polinia Medan, Surya
menceritakan mengapa dirinya rela menghabiskan uang miliaran dan
menghadapi resiko keselamatan terbang dengan helikopter dalam cuaca
buruk hanya untuk berpidato selama 15 menit di panggung kampanye.
Menurut Surya, perjalanan kampanye hari pertamanya menghabiskan lebih
dari Rp1 miliar, antara lain untuk avtur dan kru jetnya, menyewa
helikopter, akodasi hotel, dan biaya logistik lainnya.
"Gila. Ini gila. Tidak masuk logika orang mengeluarkan Rp1 miliar hanya untuk
pidato 15 menit," katanya.
Jika tidak untuk kecintaan kepada bangsa ini, jika tidak untuk sesuatu
yang berarti bagi rakyat negeri ini, lanjut Surya, ia tidak akan segila
ini.
Dia pun mengaku menyadari ada orang yang yang menuduhnya memiliki
motif-motif dan ambisi kekuasaan tertentu di balik segala yang
dilakukannya.
Sejumlah kritik yang dialamtakan ke dia antara lain, Surya berambisi
menjadi Ketua Umum Golkar dan kemudian menjadi calon Presiden pada
Pemilu 2014.
"Silakan menuding seperti itu. Saya terima dan jalani saja. Tetapi yang
saya protes, kalau orang menilai apa yang saya lakukan itu tidak
ikhlas. Itu yang tidak benar," katanya.
Surya mengatakan, boleh dibilang ia sudah memiliki segalanya, harta dan
kehormatan sudah ada dalam genggamannya.
Kalau dia mau, katanya, dia bisa seperti konglomerat lain yang tinggal
menikmati hidup dan bersenang-senang dengan kekayaannya.
"Kalau semua orang berfikir begitu, lalu siapa yang memikirkan bangsa
dan rakyat ini? Hancurlah bangsa ini jika semua orang begitu," katanya
sambil mengusap rambut-rambut yang lebat di pipi dan dagunya.
A Keng, pengusaha Medan yang teman sepermainan Surya semenjak SD, mengatakan,
sohibnya memang seorang eksentrik.
Menurut dia, Surya adalah tokoh yang langka.
Bangsa Indonesia saat ini mengalami defisit orang-orang eksentrik
berkarakter yang memiliki kekuatan mental, kebernasan gagasan dan
keberanian moral untuk mengambil pilihan sendiri di luar kelatahan.
Pakar politik John Stuart Mill mengatakan orang eksentrik biasanya yang
membuat sejarah. Kreativitas sosial memerlukan tumbuhnya eksentrisitas.
Orang eksentrik berani berfikir dan berbuat "out of the box".
Menurut pakar itu, ia berfikir melesat jauh ke masa depan dengan idealisme dan
cita-cita tingggi dan bersemangat mencapainya.
"Saya kira Surya orang seperti itu. Bangsa Indonesia, paling tidak
Golkar, beruntung memiliki tokoh semacam Surya Paloh," katanya.
Karena sikapnya yang eksentrik pulakah yang membuat Surya Paloh rela
mengeluarkan uang satu miliar rupiah dan berani terbang dengan
helikopter dalam cuaca buruk hanya untuk berpidato 15 menit di
kabupaten terpencil yang tidak banyak dikunjungi orang? (*)
Salam Mejuah Juah
Karo Cyber Community