--- In [email protected], MU Ginting <gintin...@...> wrote:
>
> Karo dalam peta politik nasional
> ITA APULINA, MEDAN
> Indonesia merdeka tidak lepas dari peran orangorang Karo. Sejak awal Belanda
> tiba di Sumatera Timur, Karo adalah penentang paling keras. Mulai dari Perang
> Sunggal hingga perang merebut dan mempertahankan Kemerdekaan RI. Tak
> terhitung kisah heroik Karo. Lalu, bagaimanakah dengan Karo kini? Apakah juga
> berjaya dalam percaturan politik nasional hingga daerah?
> Jangan-jangan, seperti yang dikatakan oleh Job Rahmad Purba (mantan
> Direktur Ekskutif WALHI Sumut) kepada Sora Sirulo di Kabanjahe [9/4]: "Kalak
> Karo jago erjuang, tapi tading arah lebé. Adi lit persoalen kita rusur si
> arah lebéna. Enca menang, mis kita i duru."
> Sampai saat ini, hampir 65 tahun Indonesia merdeka, baru 1 orang Karo yang
> menjadi menteri, yaitu MS Kaban. Di birokrasi sudah ada beberapa yang
> mencapai Dirjen. Demikian juga di militer, ada beberapa yang mencapai karir
> puncak. Sedangkan jabatan Gubsu, baru sekali dipegang orang Karo, "Itupun tak
> lama. Beliau langsung di PKI-kan, dipenjara, tanpa keputusan pengadilan,"
> jelas Job. Setelah bertahuntahun di penjara, akhirnya pengadilan memberi
> keputusan bahwa dia bebas murni. 'Mengapa peran politik orang Karo menjadi
> suatu perenungan penting? Menjelang Pemilu yang multi partai, semakin banyak
> kesempatan bagi setiap individu menjadi calon legislatif. Mulai dari tingkat
> kabupaten hingga pusat. Demikian juga dengan orang Karo. Hampir semua partai
> politik menyertakan orang Karo sebagai caleg dengan harapan dapat meraup
> suara Karo. Apalagi kini, dengan keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi
> tentang perolehan suara terbanyak, setiap Caleg berkesempatan
> mendapatkan kursi di parlemen. Seperti yang digambarkan drs. Bengkel Ginting
> (mantan Ketua KPU Kab. Karo) kepada Sora Sirulo di Medan [14/3]. Banyaknya
> Caleg dadaken membuat perolehan suara semakin sulit diramalkan. "Mulanya,
> banyak Caleg hanya sebagai pengumpul suara partai untuk memenangkan nomor
> urut atas. Adanya keputusan Mahkamah Konstitusi tentang suara terbanyak,
> setiap Caleg merasa berkesempatan untuk menang," terang Bengkel.
> Menyikapi Pemilu ini, Moderamen GBKP melakukan tindakan preventif agar
> berlangsung aman dan lancar. Dalam Pengelayasi yang diedarkan, dianjurkan
> setiap Caleg memperkenalkan diri dengan santun lewat berbagai media kampanye.
> Dalam surat dianjurkan agar setiap Caleg menghindari politik uang dan memberi
> pencerahan kepada setiap pemilih. "Marilah kita mendewasaken pemilih
> berdemokrasi secara bertanggungjawab. Berélah pencerahen man warga
> masyarakat, la guna kepentingen pribadi ntah kelompokta alu pertimbangen
> sempit ras jangka pendek, tapi guna kiniulin si lebih luas e me kerina
> masyarakat ntah pe pertimbangen jangka panjang," demikian bunyi Pengelayasi
> Moderamen GBKP.
> Dalam Sidang Klasis Awal Tahunan Pebruari lalu, Moderamen berpesan: "Man para
> calon legislatip/ DPD si enterem jumlahna enda, iajuk kami gelah banci
> ipesadandu arihndu, nggit kam si tewasen. Sabab alu teremna calon si maju
> terus pantang mundur sora pemilih pe enggo terbagi-bagi. Dungna guna sekalak
> jelma pe la mencukupi sorandu. Banci saja sekalak pe ibas kita la terpilih,
> fihak si deban dungna si tampe erkiteken ia ersada."
> Selain menyebar/terpecahnya suara Karo ke banyak Caleg Karo, sehingga
> masing-masing Caleg mendapat suara sedikit dan bisa berakibat tak satupun
> terpilih, satu hal lain bisa menyebabkan suara Karo sia-sia, yaitu parliament
> threshold. Sebagaimana disitir oleh Bengkel Ginting di Sora Sirulo edisi ini
> (halaman 5): "...
> Untuk Pemilu 2009, dengan ketentuan parliament threshold, hanya partai yang
> memperoleh 2,5% suara nasional bisa mengisi kursi DPR RI ..."
> Meskipun partai berhasil menjadi pemenang Pemilu 2009 di satu daerah
> tertentu, dia tidak akan mendapatkan satu kursipun di DPR RI bila saja dia
> tidak mendapatkan 2,5% suara nasional. Suara yang dia menangkan, baik untuk
> DPR RI dibagibagi ke partai-partai pemenang yang mencapai parliament
> threshold. Hal ini harus menjadi perhatian partai baru yang pertama kali
> bertarung di pemilu ini. Bila Caleg kita diusung oleh partai baru, perhatikan
> partai baru yang mana. Semoga suara Karo tidak mérap marpar bagi cengkeru
> nirambasken.
> (Sora Sirulo no 27, April 2009, a.l. berusaha mengisi edisi ini dengan
> soal-soal aktual pesta pemilu, pencerahan dsb - MUG)
> --
>
>
> ___________________________________________________
> Sök efter kärleken!
> Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting:
> http://ad.doubleclick.net/clk;185753627;24584539;x?http://se.meetic.yahoo.net/index.php?mtcmk=148783
>
~ AKu KUTIP SEDIKIT ~
"Kalak Karo jago erjuang, tapi tading arah lebé. Adi lit persoalen kita rusur
si arah lebéna. Enca menang, mis kita i duru."
~ AKu KUTIP SEDIKIT ~
Maksud Kam Kalak karo harus berjuang gmna ????
Apakah berjuang untuk Bangsa, Atau Berjuang Untuk Keluarga Atau berjuang untuk
Hal Lain ???
Kalo berjuang untuk Bangsa, kan ga harus berkecimpung di Dunia Politik.
Apakah harus berkecimpung di Dunia Politik agar Orang Karo bisa di Katakan
Berjuang untuk Bangsa...???
Kalau harus seperti itu nampaknya sangat membebankan bagi Orang2 Karo, karena
kalau memang harus seperti itu, Orang2 Karo harus terjun ke Panggung Politik
kah, agar Kalak Karo nanti bisa dikatakan berjuang ???
=>> "Dunia Politik Dunia Bintang, Dunia Hura-Hura Para Binatang" <=