Ratusan Warga Desa Terpencil Kutambaru Punti di Karo Butuh Bidan
April 2nd, 2009 
PROTES. Sejumlah Ibu, Bapak dan anak-anak, Rabu (1/4) memasang protes dengan 
membuat berbagai sorotan dan harapan di poster yang mereka buat dari kertas 
kartun ini di depan gedung Pustu di pinggir desa Kutambaru Punti. (Foto 
SIB/Alexander Hr Ginting). 
T Karo (SIB)
Ratusan warga desa terpencil dan tertinggal, Desa Kutambaru Punti Kecamatan 
Tigabinanga, Karo sangat membutuhkan bidan di desa mereka. Sejak puluhan tahun 
silam sampai saat ini belum ada tenaga medis ditempatkan. Bahkan setelah satu 
unit bangunan Pustu berbiayai seratusan juta dibangun tahun 2007, sampai saat 
ini belum seorang pun tenaga medis ditempatkan di desa ini. Akibatnya, 
seratusan anak desa ini sampai saat ini belum menerima imunisasi. Kalau pun 
ada, warga terpaksa membawa anak mereka ke desa lain atau ke kota Tigabinanga 
sebagai ibukota kecamatan.
Hal itu dijelaskan pemerhati desa-desa terpencil dan tertinggal, Alexander 
Ginting SPd didampingi sejumlah bapak dan Ibu serta puluhan anak-anak kepada 
SIB, Rabu (1/4) di bangunan Pustu tersebut.
Sebenarnya, ujar warga, sejak bangunan Pustu siap, beberapa tenaga medis sudah 
datang meninjau ke bangunan Pustu. Tapi tidak jadi menempati Pustu untuk 
memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat desa yang berjumlah sekitar 100 
kepala keluarga (kk) lebih.
Rawan penyakit polio
Lebih memprihatinkan, selain anak-anak desa lambat mendapatkan pelayanan 
imunisasi, yang dapat menyebabkan penyakit polio, juga rawan bagi masyarakat 
lainnya yang tiba-tiba sakit atau bersalin. Terlebih jalan cukup parah, 
jembatan putus dan jauh dari ibukota kecamatan membuat sejumlah warga yang 
mengalami sakit, sukar mendapatkan pelayanan kesehatan.
Warga desa Dekeng berharap agar pihak Dinas Kesehatan Karo menempatkan bidan 
desa di Pustu yang telah dibangun. "Kalau bangunan tersebut tidak ditempati, 
itu namanya mubazir alias sia-sia. "Lebih bagus tidak dibangun, kan dana 
bangunan ini bisa digunakan guna perbaikan bangunan lainnya, ujar Alexander 
Ginting SPd yang juga Caleg PKB No.1 Dapem V menambahkan.
Protes
Sebagai wujud tidak adanya bidan atau tenaga medis di desa Kutambaru Punti, 
Rabu (1/4) sejumlah kaum ibu, bapak dan anak-anak melakukan protes di depan 
bangunan Pustu. Warga sempat membuat poster-poster sebagai protes mereka. Di 
antaranya bertuliskan, "Kami butuh bidan. Anak-anak kami butuh imunisasi. Desa 
kami terpencil, tolonglah kami,".
Ini hanya sebagai protes kami dan permohonan kami agar mendapat perhatian dari 
Dinas Kesehatan agar tenaga-tenga medis yang ada jangan menumpuk di perkotaan. 
Warga desa juga butuh kesehatan. Bukan hanya warga perkotaan, ujar Sehat 
Kembaren menambahkan dan prihatin karena tidak adanya perhatian oknum anggota 
dewan atau oknum Caleg yang berdatangan ke desa kami.
Kadis Kesehatan Karo, dr Diana Br Ginting yang dicoba dikonfirmasi SIB, Rabu 
(1/4) via telepon selulernya, tidak berhasil. (M37/p)


      __________________________________________________________
Ta semester! - sök efter resor hos Kelkoo.
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum här:
http://www.kelkoo.se/c-169901-resor-biljetter.html?partnerId=96914052

Kirim email ke