Mantan Ketua DPRD Karo Bon Purba. Pemilu Legislatif Amburadul, Harga Oknum 
Rakyat Hanya "Lima Puluh Ribu"
April 19th, 2009
T Karo (SIB)
Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif secara umum di Indonesia dan di Kabupaten 
Karo pada khususnya cukup amburadul dan sangat memprihatinkan. Selain banyak 
warga tidak terdaftar sebagai daftar pemilih tetap (DPT), juga sejumlah orang 
yang sudah meninggal terdaftar. Selain itu, sejumlah warga sebagai DPT banyak 
tidak dapat memberikan hak pilihnya karena tidak mendapat kartu pemilih.
Sejumlah pelanggaran juga terjadi, tapi tidak diakomodir pihak terkait kalau 
tidak dilaporkan masyarakat. Pihak terkait seharusnya "jemput bola", jangan 
menunggu pengaduan atau laporan saja. Sebab pihak terkait melihat dan mendengar 
sejumlah pelanggaran itu. Lebih disayangkan lagi, harga oknum-oknum rakyat di 
Kabupaten Karo hanya sebesar " lima puluh ribu" saja. Tidak lagi murah, 
melainkan sudah murahan.
Hal ini dijelaskan mantan Ketua DPRD Karo Bon Purba kepada wartawan, Rabu 
(15/4) di rumahnya, Kabanjahe.
Melihat kondisi sejumlah pelanggaran yang ada, KPU sebagai penyelenggara Pemilu 
Legislatif harus bertanggungjawab. DPT yang dipermanenkan sebagai DPT yang sah 
diduga kuat bukan bersumber dari data dari kelurahan atau desa. Tapi bersumber 
dari data-data yang sudah lewat sehingga banyak warga yang sudah meninggal, 
pindah atau peserta DPT masih di bawah umur tetap peserta DPT..
"Saya cukup prihatin dengan penyelenggaraan Pemilu Legislatif secara umum di 
Indonesia dan secara khusus di Kabupaten Karo. Wakil-wakil rakyat yang bakal 
duduk jelas-jelas orang-orang yang berduit dan diduga banyak melakukan 
pendekatan-pendekatan secara tidak mendidik kepada masyarakat menjelang hari 
"H" Pemilu Legislatif. Harga masyarakat bukan lagi murah, tapi sudah murahan, 
hanya " lima puluh ribu" atau senilai harga satu lembar sarung atau sepuluhan 
bibit coklat," ujar Purba.
"Gara-gara " lima puluh ribu" rakyat tidak lagi memilih secara hati nurani, 
melainkan secara "nuraini". Indikasi ini menggambarkan bahwa rakyat tidak 
memiliki acuan mendasar untuk memilih wakilnya di DPR. Siapa yang memberi, itu 
yang dipilih, Apakah oknum Caleg hanya mengaku-ngaku sebagai "guru mbelin" 
padahal oknum "tempulak" alias musang, tidak akan dipersoalkan rakyat lagi. 
Anehnya bukan lagi "tempulak" itu mencari mangsa, melainkan mangsa itu mencari 
"tempulak", ujar Purba.
Demikian juga sejumlah informasi di peroleh SIB dari masyarakat di beberapa 
Desadi Kecamatan Tigabinanga, Juhar, Lau Baleng, Kutabuluh dan Mardinding, Rabu 
(15/4) beberapa hari setelah berlangsung Pemilu Legislatif, sekian peristiwa 
menghebohkan masyarakat. Diantaranya, peristiwa keributan antara sepuluhan 
masyarakat DesaKeriahen Kecamatan Juhar dengan oknum tim sukses (TS) Parpol 
tertentu sehingga kasusnya sudah ditangani Polsek Juhar. Tim kolektor mulai 
menagih kembali sejumlah pemberian kepada masyarakat di DesaSimolap, DesaBunga 
Baru, DesaPerbesi Kecamatan Tigabinanga, Desa Negeri Jahe Kecamatan Kutabuluh. 
Pencabutan sejumlah bibit coklat yang telah diberikan oknum Caleg tertentu di 
beberapa Desadi Kecamatan Tigabinanga dan Juhar. Ancaman pencabutan pemasangan 
lampu jalan di beberapa gang di Kecamatan Laubaleng. Pertengkaran oknum TS 
Parpol tertentu dengan sejumlah warga di DesaSarimunte Kecamatan Munte.
Kapolres Karo yang dikonfirmasi SIB melalui Kasat Reskrim AKP Lukmin Siregar, 
Rabu (15/4) di kantornya, membenarkan peristiwa pertengkaran sejumlah warga 
DesaKeriahen dengan oknum TS, Selasa (14/4) di Desatersebut menyebabkan oknum 
TS sempat berobat di Puskesmas Tigabinanga. Demikian juga pengakuan Kepala 
DesaKeriahen, Munte Ginting dan Kapolsek Juhar, AKP J Purba yang dikonfirmasi 
SIB, Selasa (14/4) sekitar pukul 20.14 membenarkan pertengkaran sejumlah warga 
dengan oknum TS tertentu di DesaKeriahen.
"Belum diketahui penyebab pastinya kenapa oknum TS itu sempat bertengkar dengan 
sejumlah warga Keriahen. Apakah karena menyangkut Pemilu Legislatif atau tidak, 
belum kita ketahui. Tapi persoalan itu sudah kita tangani, namun warga ini 
sudah menempuh jalan damai," ujar Purba mengakhiri.
Ketua Panwas Kabupaten Karo, Sofyan Ginting SH yang dikonfirmasi SIB melalui 
telepon selulernya, Rabu (15/4) mengaku pihaknya belum menemukan atau menerima 
pengaduan masyarakat tentang ada-tidaknya pelanggaran berarti selama 
pelaksanaan Pemilu Legislatif di Karo, ujar Sofyan.(M37/g)


      __________________________________________________________
Låna pengar utan säkerhet. Jämför vilkor online hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100390123-lan-utan-sakerhet.html?partnerId=96915014

Kirim email ke