Minggu, 26/04/2009 20:58 WIB
Waspada Flu Babi, Negara-negara Asia Mulai Bertindak
Shohib Masykur - detikNews
Jakarta - Negara-negara Asia mulai mengambil tindakan untuk mengantisipasi
menyebarnya flu babi Meksiko ke seluruh dunia. Beberapa di antaranya
memberlakukan karantina dan pengecekan terhadap orang-orang yang baru saja tiba
dari Meksiko dan Amerika Serikat yang terindikasi gejala flu.
Seperti diberitakan Reuters, Minggu (26/4/2009), pemerintah China telah
mengeluarkan peringatan darurat dan meminta warganya yang baru saja pulang dari
Meksiko dan AS melapor jika mengalami gejala seperti flu. Departemen Kesehatan
dan Departemen Pertanian juga terus memantau perkembangan penyebaran virus ini.
Sedangkan Singapura terus memantau dan meminta seluruh petugas kesehatan
waspada jika terjadi kasus yang mencurigakan. Pemerintah juga menyarankan
warganya yang dalam seminggu terakhir baru pulang dari Meksiko dan Texas serta
California segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala yang
menyerupai flu.
Selain itu warga juga diminta membatasi kunjungan ke Meksiko dan AS. "Yang
mengkhawatirkan adalah banyak penderita yang sebelumnya tidak pernah melakukan
kontak dengan peternakan maupun babi. Artinya penularan dari orang ke orang
sangat bisa terjadi," ujar Menkes Singapura Khaw Boon Wan.
Sementara itu Vietnam telah meluncurkan sistem pengawasan penyakit untuk
mendeteksi kasus-kasus yang mencurigakan. Pemerintah Vietnam juga telah
berkoordinasi dengan WHO untuk mencari informasi tentang penyakit tersebut dan
cara-cara pencegahannya.
Korea Selatan bahkan telah mengkarantina dan mengecek setiap orang yang baru
datang dari Meksiko dan AS. Hal serupa diberlakukan untuk daging babi impor
dari kedua negara tersebut.
Di Hong Kong, pemerintah melakukan pengawasan terhadap titik-titik perbatasan.
Orang-orang yang kedapatan mengalami gejala seperti flu babi dibawa ke rumah
sakit untuk diperiksa lebih jauh.
Di Jepang, petugas Bandara Narita yang terletak di sebelah timur Tokyo mengecek
suhu badan setiap orang yang baru datang dari Meksiko. Pemerintah juga
memeriksa setiap babi impor yang hidup.
Kementerian Luar Negeri Jepang juga mengeluarkan nasehat (advisory) agar warga
yang hendak pergi ke Meksiko mempertimbangkannya kembali jika tidak benar-benar
perlu.
Di Filipina, pemerintah meningkatkan pengawasan di pelabuhan untuk mencegah
masuknya daging babi impor dari AS dan Meksiko. Mereka juga menyerukan agar
dilakukan vaksinasi rutin terhadap peternakan babi.
Adapun di Malaysia, orang-orang yang menuju dan pulang dari Meksiko diperiksa
kesehatannya.
Di Indonesia sendiri, Departemen Kesehatan telah mengambil berbagai langkah
antisipatif dan berkoordinasi dengan WHO serta Departemen Peternakan dan
Departemen Pertanian. Namun sejauh ini belum ada pemeriksaan dan karantina yang
dilakukan terhadap warga yang baru datang dari Meksiko dan AS.
Flu babi jenis baru yang merupakan kombinasi antara flu burung, flu babi, dan
flu manusia ini telah merenggut 81 nyawa dan menginfeksi lebih dari 1.300 orang
di Meksiko. Flu ini juga telah menjalar ke AS dan menginfeksi 11 orang dan
diduga telah pula merambah Selandia Baru.
WHO telah memperingatkan semua negara di seluruh dunia agar waspada terhadap
kemungkinan munculnya pandemi global. Pandemi flu terakhir kali terjadi pada
tahun 1968 saat flu 'Hong Kong' menewaskan sekitar 1 juta orang di seluruh
dunia. (sho/irw)
--
KOMENTAR
Dulu sering kita dengar atau bahkan terjadi perang biologis. Sekarang sudah
lebih dekat ke bisnis biologis, dari pembikinan virus atau anti-virus,
vaksinasi, masker, dan obat-obatan lainnya. Apalagi sekarang menciptakan dengan
teknik tinggi di laboratori ’ilmiah’ bisa dikatakan tidak ada persoalan
menciptakan virus apa saja, untuk perang atau untuk bisnis. Sekarang
kelihatannya sudah tidaki ’populer’ bikin virus untuk perang, sudah dikalahkan
oleh virus bisnis. Profit dari bisnis ini bukan seperti dikatakan Marx zaman
dulu, yaitu ’profit 50% akan mempertaruhkan nyawa anak sendiri, profit 100%
akan mempertaruhkan leher sendiri’, tapi lewat bisnis biologis model sekarang
ini bisa menciptakan profit 1000-10000% tanpa mempertaruhkan apa-apa (kita
belum juga lupa perusahaan obat flu-burung, profit besar yang diciptakannya,
dan monopolinya, termasuk pertengkaran penguasa virus global ini dengan menteri
kesehatan kita). Apa ini bisa juga dimasukkan
kedalam ’disaster capitalism’?
MUG
--
__________________________________________________________
Ta semester! - sök efter resor hos Kelkoo.
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum här:
http://www.kelkoo.se/c-169901-resor-biljetter.html?partnerId=96914052