Dear All
Cegah terjangkit Flu BABI dengan meningkatkan daya Tahan tubuh. Minum
*PROZA!!!! **Seperti saat kita menanggulangi SARS dan Flu Burung, info
lebih lanjut silahkan google **PROZA***
*Tolong sampaikan email ini ke teman2 dan keluarga anda yang di cintai.
Tidak ada rugi nya untuk mengirimkan email berantai ini. GOD BLESS YOU ALL*
*MENGHADAPI FLU YANG MENGGANAS*
Influenza sebenarnya bukanlah penyakit asing, bahkan ia relatif gampang
disembuhkan. Tapi dengan munculnya flu burung di Hongkong serta
jenis-jenis flu ganas lain, banyak orang mulai cemas lantaran, konon,
yang ini bisa mematikan. Sebenarnya ada cara-cara sederhana untuk
mencegahnya.
"Sekarang flu kok bandel, ya? Enggak sembuh-sembuh," demikian keluhan
orang akhir-akhir ini. Ditularkan lewat udara, penyakit influenza atau
flu sebenarnya sudah dikenal orang sejak ratusan tahun lalu. Ketika
muncul batuk-pilek, orang langsung tahu inilah gejala flu. Serangan yang
lebih berat umumnya dibarengi demam (suhu naik sampai 38-40^o C), sakit
kepala, radang tenggorokan, lemas, mual, dan ngilu tulang. Masa inkubasi
flu berlangsung 1-2 hari.
Flu, pada dasarnya gampang diatasi. Setelah diberi obat penurun panas,
obat batuk, antibiotika, serta istirahat cukup, kondisi tubuh biasanya
akan kembali pulih.
Mengapa penyakit flu mampu demikian "setia" menemani umat manusia sampai
sekian lama? Bila ditengok sifat genetisnya, virus flu dikenal sebagai
virus yang tidak stabil. Ia sering bermutasi akibat pertukaran gen.
Sebab itu kita sering mendengar munculnya jenis flu-flu "baru" yang
sulit sembuh, lebih parah gejalanya, bahkan sampai menelan banyak korban.
*Gara-gara unggas dan babi*
Ledakan flu pertama terjadi antara tahun 1889-1890. Namun wabah terhebat
muncul di tahun 1918. Di seluruh dunia, korban berjatuhan sampai _+_ 20
juta orang. Di AS saja, wabah ini merenggut 550.000 jiwa. Kemudian ia
menyebar begitu cepat sampai ke bagian yang terpencil di Alaska, Samoa
Barat di Pasifik Selatan, terus ke India dan di sana menewaskan 12,5
juta penduduk. Belum lagi di Eropa. Tak diketahui alasannya,
satu-satunya benua yang terbebas dari ancaman virus flu saat itu
hanyalah Australia.
Manusia membutuhkan cukup banyak waktu untuk meneliti sebab musababnya,
sehingga baru tahun 1930 penyebab flu hebat tersebut berhasil
diidentifikasikan. Ternyata virus flu tersebut berasal dari babi,
sehingga penyakit flunya dinamakan /swine flu/. Sumber penyebarannya
dipercaya dari sebuah tanah pertanian di daerah Midwest (Barat-Tengah),
AS, tempat orang beternak babi di tanah-tanah pertanian keluarga.
Penasarannya dunia kedokteran terhadap flu superganas itu terbukti
dengan masih berlangsungnya penelitian terhadap /swine flu/ itu hingga
kini.
Misalnya saja, baru-baru ini Departemen Pertahanan AS menemukan contoh
jaringan paru-paru seorang tentara AS berusia 21 tahun yang meninggal
tahun 1918, hanya 5 hari setelah terserang flu. Contoh jaringan yang
sudah sekitar 80 tahun tersimpan rapi di Washington ini diharapkan akan
membantu manusia membuka tabir lebih dalam lagi tentang lika-liku
penyebab flu babi tersebut.
Menurut Jeffery K. Taubenberger MD.PhD., yang banyak meneliti penyakit
pandemi, tipe virus flu di awal abad ini memang langka dan mematikan.
Peneliti dari bagian Patologi Institut Angkatan Bersenjata AS ini juga
menyimpulkan, tentara Amerika banyak berperan dalam menyebarkan suatu
jenis penyakit flu ke Eropa, yang anehnya, kemudian dikenal sebagai flu
Spanyol! Padahal di pengujung PD I itu tentara AS (yang sadar atau tidak
sudah banyak terserang flu) dikirim ke Prancis, bukan ke Spanyol.
Robert Webster MD dari RS anak St. Jude di Memphis, AS, mengemukakan
hasil pengamatan yang amat menarik. Rupanya semua gen virus flu di dunia
ini mempunyai tempat-tempat persinggahan sebelum sampai di tubuh
manusia. Dari tubuh unggas aquatik (sering berhubungan dengan air)
seperti bebek dan burung camar, virus ditularkan ke babi, lalu baru ke
manusia.
"Pada tubuh babi virus flu diubah gennya untuk kemudian dimunculkan
kembali. Flu Hongkong dan flu Asia merupakan hasil proses penataan
kembali ini," kata Webster. Namun pendapat Webster ini masih banyak
diperdebatkan, karena banyak ahli lain berpendapat /swine flu/ ganas
hanya akan muncul setiap 100 tahun.
Lepas dari silang pendapat itu, Maret lalu ternak babi di Malaysia
(khususnya di daerah Selangor) banyak yang mati terkena penyakit
ensefalitis (radang selaput otak) Jepang. Sebelumnya, Oktober tahun
lalu, virus penyebab ensefalitis ini pernah menyerang ternak babi di
daerah Perak. Akhirnya pemerintah Malaysia menyarankan pembantaian
terhadap ribuan ternak babi. Belum jelas virus apa yang menyerang babi
tersebut. Yang jelas, penyakit ensefalitis memang bisa merupakan
komplikasi penyakit flu, meski virus flu bukanlah satu-satunya
kemungkinan penyebab penyakit selaput otak. Namun, mau tak mau orang
jadi bertanya-tanya, mungkinkah virus yang menyerang para babi di
Malaysia itu rumpun virus sejenis yang bermutasi?
*Mutasi gen *
Virus flu berasal dari beberapa rumpun /myxovirus/ yang dikategorikan
sebagai tipe A, B, dan C. Tipe A merupakan tipe penyebab flu utama,
muncul dalam beberapa jenis rumpun, yang secara klinis dapat dibedakan
berdasarkan tempat pertama kali ditemukan, laboratorium yang menemukan,
serta kapan diperolehnya. Tipe A mempunyai subtipe protein H dan N.
Kalau virus A paling sering menyerang manusia, tipe B dan C jarang
menyerang manusia; kalaupun menyerang sifatnya ringan, dan tidak mewabah.
Walaupun gejala infeksi antara tipe utama dengan yang lain hampir sama,
secara antigen sama sekali berbeda, sehingga orang yang kebal terhadap
tipe yang satu tidak berarti kebal terhadap tipe yang lain.
Bentuk virus flu ada yang bulat, ada pula yang seperti kawat pijar. Inti
virus terdiri atas bahan genetika RNA (/ribose nucleic acid/). RNA ini
mengandung semua gen yang penting bagi virus untuk hidup dan berkembang.
Setiap helai RNA berisi nukleoprotein.
Salah satu subtipe A dikenal sebagai H2N2. Inilah flu Asia yang pertama
muncul di Asia Timur, kemudian menyebar ke seluruh dunia. Epidemi ini
dipercaya terjadi 2-3 tahun sekali. Subtipe lain ada yang disebut H1N1
dan H3N2.
Virus flu yang menyebar di Indonesia pada umumnya virus H3N2. Berat
ringannya serangan tergantung tingkat kekebalan seseorang. Sekitar Maret
1997, muncul virus flu tipe lain yakni subtipe H5N1 terkenal sebagai
Avian flu alias flu burung. Flu ini telah membabat habis _+_ 6.500 ekor
unggas di Hongkong.
Dua bulan kemudian, flu ganas tiba-tiba juga menyerang seorang anak
laki-laki berusia 3 tahun di Kowloon, Hongkong. Bocah itu akhirnya
meninggal. Setelah diteliti, ternyata penyebabnya adalah virus flu
burung tipe H5N1 juga.
Desember 1997 muncul lagi infeksi flu H5N1 pada manusia, dengan
komplikasi berat seperti pneumonia dan ensefalitis (radang selaput
otak), yang kalau tidak segera ditangani akan fatal. Keruan saja,
pemerintah Hongkong akhirnya memutuskan pemberantasan besar-besaran
dengan membunuh semua unggas yang dijualbelikan di pasaran. Suatu
keputusan yang tentu tidak nyaman bagi para peternak.
Kini yang perlu diwaspadai, apabila terjadi perkawinan antara virus flu
burung (atau virus H5N1) dengan virus H3N2 yang memungkinkan lahirnya
"supervirus" H5N2. Soalnya, H5 dari flu burung membawa sifat letalitas
tinggi, sedangkan N2 mempunyai daya tular yang cepat!
*Menghantam supervirus*
Usaha pencegahan penyebaran flu ganas sebenarnya bisa dengan vaksinasi.
Tapi rupanya cara ini secara umum belum diterapkan di Indonesia. Seorang
penderita dengan diagnosa flu berat kini juga bisa menjalani tes di
laboratorium khusus. Dengan mengambil usapan jaringan dari tenggorokan,
lubang hidung bagian dalam atau tes darah, dapat diteliti dengan cepat
antibodi penderita yang sedang dihinggapi virus flu. Cara ini dinamakan
tes diagnostik kilat. Sayang, pemeriksaan seperti ini juga belum populer
di Indonesia.
Atas dukungan WHO, kini dikembangkan pula vaksin virus flu H5N2. Soalnya
penderita 65 tahun keatas atau orang pengidap penyakit kronis seperti
jantung, paru-paru, ginjal, diabetes anemia, bila terkena flu cenderung
lebih berat penderitaannya dibandingkan yang lebih muda dan sehat. Sebab
itu vaksin ini sangat disarankan di panti-panti wreda. Juga disarankan
bagi anak-anak atau remaja yang sudah lama mendapatkan terapi aspirin
dan mereka yang berisiko terjangkit sindrom /Reye/. Sindrom Reye adalah
serangan mendadak berupa gangguan pernafasan dan pencernaan selama
beberapa hari dan berakhir dengan pembengkakkan otak yang ditandai
dengan kejang atau koma. Sindrom Reye adakalnya muncul sebagai
komplikasi dari flu berat.
Efek sampingan setelah mendapatkan vaksin flu, paling-paling hanya
alergi. Itupun hanya terjadi pada beberapa orang yang sangat alergi
terhadap telur. Soalnya virus yang digunakan dalam vaksin tersebut
dikembangbiakkan dalam telur ayam.
Hanya kurang dari 1/3 orang yang menerima vaksin merasakan sakit dan
hanya 5-10% mendapatkan efek sampingan (kebanyakan pada
anak-anak)seperti pusing atau sedikit demam seperti menderita flu
ringan. Tapi ini pun hanya terjadi pada anak yang belum pernah terserang
virus influenza sebelumnya.
Menurut para ahli, vaksin yang diproduksi tahun 1940 s/d pertengahan
1960-an, menimbulkan efek sampingan karena tidak semurni vaksin buatan
zaman sekarang. Oleh karena itu vaksin buatan zaman sekarang diharapkan
tidak membawa efek sampingan.
Efektivitas vaksin sangat tergantung pada tingkat kesamaan antara jenis
virus dalam vaksin dengan virus yang sedang menyerang. Jenis vaksin
harus ditentukan 9-10 bulan sebelum datangnya musim flu. Sulitnya, di
negara tropis seperti Indonesia, flu datang di segala musim, sehingga
lebih sulit. Berhubung virus flu terus bermutasi, kalau waktu pemberian
vaksinnya tidak tepat, tentu akan mengurangi kemampuan penyerapan
antibodi vaksin yang berguna untuk merintangi mutasi virus baru.
Akibatnya efektivitas vaksin berkurang.
Efektivitas vaksin juga bervariasi antara satu orang dengan orang lain.
Pada para dewasa muda, efektivitas mencapai 70-90% dalam mencegah
penyakit ini. Sedangkan pada lansia dan mereka dengan penyakit kronis,
efektivitas vaksin berkurang, tapi paling tidak, akan mengurangi
beratnya penderitaan, risiko komplikasi dan kematian.
Penelitian menunjukkan, pada lansia, vaksin bisa mengurangi perawatan di
rumah sakit sampai 70% dan kematian sampai 80%. Risiko mendapat
pneumonia berkurang sampai 60%. Penting diingat, antibodi yang
diproduksi tubuh dalam merespons vaksin setiap waktu menurun, umumnya
satu tahun setelah vaksinasi. Juga mengingat virus suptipe berlainan
bisa datang setiap waktu (akibat mutasi gen), maka disarankan vaksin
diberikan 1x setiap tahun.
Vaksin flu juga bisa diberikan pada wanita hamil pada trisemester kedua
atau ketiga masa kehamilan selama musim flu.
Kegunaan vaksinasi pada wanita hamil untuk mencegah komplikasi bila
terkena flu. Vaksin flu juga diberikan kepada para ibu menyusui.
*Jaga jarak*
Pada umumnya memang agak sulit mencegah tertularnya penyakit flu
terutama bila musim flu sedang melanda. Paling-paling sedapat mungkin
menjauhi orang-orang yang sedang terkena flu. Dr. J. Widyaharsana,
DE.F.A.C.B dari RS Pondok Indah, Jakarta, menyarankan, kalau kita
bertemu dengan seorang penderita di ruang sempit, usahakan berpaling
dari penderita. Ini untuk menghindari kita terkontaminasi mukosa hidung
dan mata dari si penderita. Selain itu, meski kita dalam kondisi sehat,
jangan pula terlalu sering menggosok-gosok hidung dan mata dengan
jari-jari kita. Siapa tahu jari-jari kita telah melakukan kontak dengan
penderita flu. Gunakan kertas tisu atau sering-seringlah mencuci tangan
untuk menghindari penularan.
Sedapat mungkin hindari hadir bersama-sama penderita flu dalam ruang
tertutup/ber AC, misalnya dalam lift. Namun bila keadaan itu tak dapat
dihindari, misalnya di ruang kantor atau dalam pesawat terbang, gunakan
obat semprot hidung yang mengandung larutan NaCl-fisiologis.
Banyak minum (sedikitnya 8 gelas air atau jus buah/hari) dapat pula
membantu mencegah tertular flu. Vitamin E (200 IU/hari) juga membantu
meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Vitamin C juga berperan dalam
mengurangi penderitaan akibat flu, asalkan tidak melebihi 500mg/hari.
Redamlah batuk dengan /anti-tussive/, kalau perlu ditambah
/expectorant/. Obat flu yang tersebar di Indonesia rata-rata mengandung
nasal dekongestan, anti histamin, analgetik-antipiretik serta /anti
tussive/. Namun bila tenggorokan sudah telanjur sakit, gunakanlah obat
isap penghilang radang. Di atas segalanya, kalau demam sampai menyerang,
segera periksakan diri Anda ke dokter sambil beristirahat dengan cukup.
*(Nanny Selamihardja)*