Jumat, 08/05/2009 13:35 WIB
Golkar Minta PDIP Teruskan Koalisi Besar
Reza Yunanto - detikPemilu
Jakarta - Merapatnya PDIP ke Partai Demokrat (PD) mencuatkan kekhawatiran
bubarnya Koalisi Besar. Golkar meminta PDIP konsekuen menjalankan kesepakatan.
"Kita kan sudah menandatangani Koalisi Besar, berati konsekuensinya ya harus
dijalankan," ujar Wasekjen Partai Golkar Iskandar Mandji ketika berbincang
dengan detikcom, Jumat (8/5/2009).
Hal ini dikatakan Iskandar menanggapi merapatnya PDIP ke PD setelah Mensesneg
Hatta bertandang ke kediaman pribadi Mega pada Selasa (6/5) lalu.
Iskandar mengatakan, Koalisi Besar adalah kesepakatan bersama yang disepakati
oleh PDIP, Golkar, Hanura dan Gerindra. Partai-partai yang menandatangani
kesepakatan membangun koalisi besar harus mengembangkan etika politik yang baik
dengan tetap pada barisan koalisi.
Ketika ditanya apakah kedatangan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) siang ini ke
kediaman Megawati di Teuku Umar untuk mengklarifikasi merapatnya PDIP ke PD,
Iskandar mengatakan kedatangan JK-Win bukan sekadar mengklarifikasi isu itu
saja, tetapi juga membicarakan kelanjutan Koalisi Besar.
Iskandar minta PDIP tidak seenaknya cabut dari koalisi. "Tidak bisa tanda
tangan terus selesai. Karena kita sudah teken bersama-sama, ya, kita harus
bicara sama-sama juga," pungkasnya.
( Rez / nrl )
KOMENTAR
Tes-antites-sintes . . . bersatu-pecah-bersatu . . . dialektika perkembangan
hal ihwal, tak henti-hentinya dalam politik dan dalam pikiran manusia. Cari
sekutu untuk menang, power, power, wealth . . . duit bentuk power dan bikin
power lebih besar, atau sebaliknya juga berlaku.
Gabung sana gabung sini, merapat kesana, merapat kesini dst. Pergolakan masih
terus, sintes baru, finalnya setelah pilpres.
Jika 3 pasangan capres maju sekali gus dan masing-masing, semua yakin (termasuk
SBY juga yakin) bahwa pasangan SBY akan menang. Koalisi besar Golkar-PDIP bikin
gemetar grup SBY, timbul keraguan tidak bisa mengalahkan koalisi besar begitu.
Tetapi koalisi besar ini punya kelemahan fatal, siapa jadi capres diantara
mereka, belum ada yang mau mengalah jadi cawapres. Sekiranya kelemahan fatal
ini hilang, bisa bikin menggigil grup SBY. SBY tak punya persoalan cawapres,
dia minta partai koalisi kasih beberapa calon untuk jadi pilihannya, atau dia
bisa tentukan siapa dia mau. Dari segi daerah, SBY inginkan dari daerah luar
Jawa. Mega ada chans bisa dipilih SBY sebagai wapres, karena dia wanita, hanya
dari segi ini. Tapi kalau pilih yang lain bukan Mega, koalisi tidak jadi,
kecuali kalau geromboloan Mega lebih memilih asal jabatan apa saja.
Tiga grup besar ini punya logika normal, siapa bergabung, dia menang, karena
akan jadi pertandingan 2 lawan 1. Karena itu merapatnya PDIP ke PD bikin
khawatir Golkar, begitu juga merapatnya Golkar-PDIP bikin gemetar PD. Golkar-PD
pada tingkat ini sudah lalu, sama halnya Mega-Prabowo sudah 'masa lalu' kata
Taufik sang suami. Tapi pertarungan tetap 2 lawan 1, artinya yang 2 akan
menang, pergulatan sangat menarik. Tidak ada 'rapat merapat' hasilnya sudah
pasti seperti diatas.
Mejuah-juah kita kerina
MUG
__________________________________________________________
Ta semester! - sök efter resor hos Kelkoo.
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum här:
http://www.kelkoo.se/c-169901-resor-biljetter.html?partnerId=96914052