RENUNGAN AWAL PEKAN 
 
Normal atau tidak normal, 
kenormalan dalam ketidaknormalan
keharmonisan dalam ketidakharmonisan
 
Ini hanyalah beberapa kumpulan kata-kata mengandung pengertian both/and yang 
sudah sering terlihat dalam milis kita. Saya sudah bisa melihat tanda-tanda 
positif dalam milis Karo bahwa keberadaan cara pandang yang luar biasa ini 
(both/and) sudah semakin nyata. Saya tidak bisa membayangkan atau apakah ini 
hanya lamunan besar, bagaimana Indonesia akan bangkit berkembang luar biasa 
pula sekiranya perubahan way of thinking manusia Indonesia terutama para 
pemimpinnya ke both/and ini bisa terlaksana lebih cepat, atau bisa dimulai 
lebih cepat. Perkembangan dan kemajuan bangsa-bangsa atau nation-nation dunia 
banyak ditentukan oleh way of thinking-nya, adalah pengetahuan dan kenyataan 
yang tidak perlu diragukan lagi. Jepang misalnya. Atau sekarang ini juga Korea 
dan China. India juga mulai mengubah cara pikirnya, terutama dalam bidang 
pendidikan di perguruan tinggi. Mungkinkah nation berubah tanpa dimulai dengan 
perubahan cara pikir dan cara pandang? Sudah pasti
 tidak mungkin. Demikian juga etnis-etnis dunia maupun Indonesia, perkembangan 
mereka adalah pencerminan langsung dari perkembangan dan perubahan cara pikir 
mereka. 
Ketinggalan atau kesalahan karena cara pikir lama hanya bisa diperbaiki dan 
diubah dengan cara pikir baru, kata Einstein. Betul sekali, betul dulu dan 
sekarang, pasti juga dimasa depan, dan dimanapun, termasuk di Karo, dan 
terutama saya tandaskan teramat pentingnya dikalangan anak-anak muda dan 
mahasiswa Karo yang pasti juga akan jadi pemimpin nation Karo atau nation 
Indonesia dimasa-masa yang akan datang ini. Pemimpin sekarang terlalu banyak 
tidak mengindahkan perubahan, sebabnya juga karena way of thinking lama. 
Sepertinya dipaksa pakai baju baru tapi masih tetap sayang baju lama. Hal lain 
juga ialah bahwa perubahan selalu menyakitkan, apalagi perubahan pikiran. Ingin 
perubahan, tapi sakitnya . . . atau ingin perubahan tapi juga tidak ingin 
perubahan, paradoxal memang. 
Ketua DPR Agung Laksono kemarin mengomentari hubungan terakhir SBY-JK yang 
tidak harmonis dan mengharapkan hubungan normal antara keduanya. Ini jelas 
karena Agung Laksono tidak bisa melihat kenormalan dalam ketidaknormalan. Dia 
pakai either/or, hanya bisa melihat normal atau tidak normal. Dia sudah tidak 
ingin ganti baju baru (atau masih mau ganti?), karena baju lama masih bisa 
dipakai. Saya harapkan semua anak-anak muda dan mahasiswa Karo ganti baju dan 
buang saja baju lama. Jangan seperti kebanyakan pemimpin sekarang, enggan buang 
baju lama atau bisa juga karena sudah tidak ada atau tidak melihat obsi baju 
baru. 
Melihat perkembangan koalisi, Agung katakan  "Dalam politik apapun bisa 
terjadi, dinamikanya tinggi dan tidak ada yang bisa menjamin. Ada banyak 
kepentingan di sana," tandasnya. Dari segi kepentingan, sebenarnya tidak banyak 
ragamnya, dalam tingkat ini cuma satu macam, ya itulah power, wealth, power 
atau wealth, power, wealth lagi. Wealth alat menciptakan power dan memperkuat 
power, dan power menciiptakan wealth. Mana yang kurang dan mana yang mau 
dicapai dulu. Tapi power tertinggi cuma satu kursi, dan kursi-kursi lainnya 
bisa dibagi, menurut 'kebutuhan' koalisi. Itulah semua jadi rebutan atau 
cita-cita, atau  itukah  tenaga penggerak perkembangan?
 Apakah perubahan pikiran ke both/and ini saja yang perlu dalam perubahan 
pikiran Karo atau Indonesia? Tentu tidak. Banyak macam-macam pikiran, dan 
banyak pula ragamnya yang perlu diubah, tergantung dari segi mana kita 
meninjaunya. Tapi both/and adalah salah satu dari 3 macam cara pandang yang 
selalu ada dalam pikiran manusia (3 obsi) yaitu: neither/nor, either/or, dan 
both/and, atau dpl tidak pilih manapun, pilih salah satu, atau  pilih keduanya 
(dalam hal ihwal yang bertentangan). Disini saya tekankan hal-ihwal 
bertentangan, karena hanya inilah yang utama dalam semua pemikiran atau 
perkembangan pemikiran. Hanya inilah yang mendorong proses perubahan dan 
meningkatkan perkembangan dan progress. Yang bertentangan atau kontradiksi, 
hanya inilah tenaga penggeraki perubahan. Dua pilihan yang tidak bertentangan, 
tidak ada hubungannya dengan proses perkembangan atau kemajuan, tidak ada 
hubungannya dengan both/and. . 
 Hillary dan Obama gontok-gontokan dalam proses memenangkan nominasi calon 
Demokrat. Kemarin mereka rangkulan dan ciuman bahkan sepulang Hillary dari 
Mexico (tak takut flu babi). Normalkah ini? Atau tidak normal? Atau kenormalan 
dalam ketidaknormalan? Biasa juga kita mengatakan normal dan tidak normal 
adalah relatif. Tentu ini juga benar, tapi menurut saya ini masih cara pikir 
lama, bersifat kompromi tak berobsi solusi, karena bisa saja dikatakan normal 
dan bisa juga tidak normal, karena relatif. Adakah penyelesaian disini? Hahaha, 
. . . penyelesaian juga kan relatif alias tak ada penyelesaian. Katakanlah apa 
yang anda maui, semua benar saja atau semua salah saja . . . kan relatif! 
Sekali lagi disini tidak ada penyelesaian. Baju lama ini buang saja dan ganti 
baju baru: both/and.
 Both/and adalah obsi, adalah pilihan. Kita pilih dengan sengaja dan penuh 
kesedaran, tanpa keraguan, karena pilih sendiri. Kalau dalam situasi menjelang 
pemilihan presiden (power tertinggi dan cuma satu) dikatakan tidak normal 
(hubungan SBY-JK), pasti banyak juga yang yakin bahwa itulah yang normal, 
seperti juga keadaan hubungan Hillary-Obama yang lalu. Kita pilih disini 
both/and, karena itulah yang betul, hubungan itu normal karena situasi 
membutuhkan begitu, artinya harus saling bongkar kelemahan dan kekuatannya, dan 
pasti bagus bagi pemilih nanti. SBY butuh mengatakan itu, JK juga dan rakyat 
juga butuh pengetahuan tentang mereka berdua, kekuatan dan kelemahannya. 
Sekiranya Mega juga ikut . . . . JK bilang ’lebih cepat lebih baik, menunggu 
membosankan’, dan SBY balas, "kita tunjukkan kalau kita lebih cepat, lebih baik 
atau lebih ini. Itu takabur namanya. Tidak baik, jadi hati-hati," ujar SBY, 
Minggu (10/5/2009) malam. Yang satu "lebih cepat lebih
 baik" dan satunya tetap "hati-hati", supaya jangan "takabur". Dua cara pandang 
bertentangan, dan kedua pihak tetap bersikeras pakai cara pandang either/or. 
Baju lama, tak ada obsi baju baru di kedua orang ini, dan sudah begitu sejak 
permulaan mereka bergandengan. Mungkinkah kombinasi dua sifat ini mendatangkan 
perubahan, perkembangan dan kemajuan?  Sangat mungkin, artinya dengan memakai 
both/and. 
Enda ka lebe, 
Mejuah-juah kita kerina
MUG


      ___________________________________________________
Sök efter kärleken!
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting: 
http://ad.doubleclick.net/clk;185753627;24584539;x?http://se.meetic.yahoo.net/index.php?mtcmk=148783

Kirim email ke