Kwik Kian Gie: Boediono memang patuh melayani
INILAH.COM, Jakarta – Nama Boediono kembali menyodok posisi Hatta Radjasa dari
daftar cawapres SBY. Namun Gubernur Bank Indonesia yang konon direkomendasikan
oleh PDIP itu bagi sejumlah analis ternyata memiliki jejak rekam plus minus.
Layakkah ia mendampingi SBY?
Ekonom Kwik Kian Gie pernah menilai, prestasi Boediono hingga kini tetap
diragukan karena dia tak mampu mengatasi kasus BLBI. Resep ekonomi yang
disodorkan Boediono untuk mengatasi krisis moneter Indonesia 1997-1998 pun
dianggap keliru, karena hanya mengandalkan buku diktat ekonomi dan resep
IMF-Bank Dunia.
"Adalah Megawati semasa menjabat sebagai presiden, yang menemukan dan menarik
Boediono dalam kabinet sebagai Menkeu, Dan ia (Boediono) memang patuh melayani
IMF," kata Kwik dalam sebuah diskusi.
Para analis ekonomi-politik bahkan melihat Boediono, yang kini menjabat
gubernur bank sentral, sudah lama dibina oleh IMF, ADB, dan Bank Dunia, melalui
jaringan Mafia Berkeley. Tujuannya, kata Hendri Saparini, tentu untuk
memancangkan ekonomi Neoliberal di Indonesia. Akibatnya, utang luar negeri
bertambah Rp 400 triliun dalam periode 2004-2009.
"Belum lagi meluasnya deindustrialisasi dan hancurnya sektor pertanian dan UMKM
akibat paradigma pembangunan Boediono-Sri Mulyani yang mengutamakan sektor
finansial dan utang, bukan sektor riil dan kemandirian ekonomi," kata Hendri
Saparini, ekonom lulusan UGM dan doktor ekonomi lulusan Jepang.
Sebagai akademisi, ungkap analis ekonomi-politik itu, Boediono yang ramah dan
murah senyum serta jujur itu bekerja dengan taat asas. Dia bertopang pada
textbook thinking.
"Amat jarang dia berpikir alternatif, out of the box, untuk mengatasi kesulitan
ekonomi dan kemiskinan di negeri ini," ujar Fadli Zon, politisi dari Partai
Gerindra yang juga pemerhati ekonomi-politik lulusan London School of Economics
itu.
.....................................
__________________________________________________________
Låna pengar utan säkerhet. Jämför vilkor online hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100390123-lan-utan-sakerhet.html?partnerId=96915014