Kita dapat pinjaman itu sesungguhnya bagus, dipercaya. Justru kegiatan pinjam-bayar yang menunjukkan kedinamisan, bahkan bangsa-bangsa maju banyak utangnya. Bedanya, pemerintah berutang kepada rakyatnya sedangkan kita ke asing. Skema pinjaman mesti jelas, rencana dan realisasi mesti dipatuhi. Jangan sempat bocor, apalagi sampai 30 %. (Ini menunjukkan displin masih jadi masalah besar bangsa ini.) Analoginya, hanya perusahaan yang didukung bank-lah yang bisa menjadi besar dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak. Pengalaman-pengalaman kebocoran seperti inilah yang membuat rakyat pesimis dalam berbagai rencana pembangunan, bahkan menolak, misalnya pembangunan PLTN. Padahal, fakta-fakta menunjukkan PLTN itu sangat berperan untuk memajukan suatu bangsa, misalnya Korea. Listrik menjadi sangat murah dan daya tidak terbatas, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga, bagaimana ekonomi tidak tumbuh dengan cepat. Kita bisa bayangkan apa jadinya kalau tidak displin mengelola PLTN, menciptakan "neraka dunia", yang nota bene berada di lingkungan rakyat, bukan di lingkungan pejabat atau ahli nuklir itu sendiri. Bagaimana cara meningkatkan kedislinan itu? Tidak salah kalau belajar ke Cina. Pepatah mengatakan belajarlah ke negeri Cina, dimana para koruptor ribuan yang dihukum mati dalam setahun. Di sisi lain, peningkatan ekonomi rakyat betul-betul diperhatikan. Bang KT
--- On Thu, 5/14/09, MU Ginting <[email protected]> wrote: From: MU Ginting <[email protected]> Subject: [tanahkaro] Haruskah tambah utang tiap tahun? Kapan berhentinya? To: [email protected], [email protected], [email protected] Date: Thursday, May 14, 2009, 4:52 PM Haruskah tambah utang tiap tahun? Kapan berhentinya? Data Utang Luar Negeri Indonesia (2001-2009** ) 2001 : 58,791 miliar USD Tambahan Utang (5,51 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (4,24 miliar USD) 2002 : 63,763 miliar USD Tambahan Utang (5,65 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (4,57 miliar USD) 2003 : 68,914 miliar USD Tambahan Utang (5,22 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (4.96 miliar USD) 2004 : 68,575 miliar USD Tambahan Utang (2,60 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,22 miliar USD) 2005 : 63,094 miliar USD Tambahan Utang (5,54 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,63 miliar USD) 2006 : 62,02 miliar USD Tambahan Utang (3,66 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,79 miliar USD) 2007 : 62,25 miliar USD Tambahan Utang (4.01 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (6,32 miliar USD) 2008 : 65,446 miliar USD Tambahan Utang (3,89 miliar USD), Cicilan Utang + Bunga (5,87 miliar USD) 2009*: 65,7 miliar USD Tambahan Utang (????), cicilan utang + bunga (>5 miliar USD) * 1 USD = Rp 12.000 (asumsi rata-rata) - ** Data Utang Indonesia per 31 Januari 2009. www.dmo.or.id atau Perkembangan Utang Pemerintah 2001-2009 JAKARTA--MI: Rabu, 08 April 2009 19:06 WIB Selama pemerintahan SBY dari periode 2004 hingga 2009 telah berhasil melakukan peningkatan total utang dalam negeri secara signifikan dari Rp662 triliun pada 2004 menjadi Rp920 triliun di 2009. total utang luar negeri Indonesia sejak tahun 2004-2009 juga terus meningkat dari Rp1.275 triliun menjadi Rp1.667 triliun. Penulis : Ririn Radiawati Kusuma -- Bunga Utang Indonesia di 2009 Bengkak Rp 8,1 Triliun, kata Menko Perekonomian Sri Mulyani Pembayaran bunga utang pemerintah di 2009 mengalami kenaikan sebesar Rp 8,1 triliun (0,2% dari PDB). Hal ini dikarenakan depresiasi nilai tukar rupiah, termasuk perubahan asumsi di APBN-P 2009 dari Rp 9.400/US$ menjadi Rp 11.000/US$. Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1) "Kenaikan bunga utang ini murni karena depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi," ujarnya. Berdasarkan penelitian (Alm) Prof Soemitro (begawan ekonomi), selama Pemerintah Soeharto hutang meningkat dashyat dengan kebocoran dana hingga 30% dari setiap hutang. Kwik sekaligus menyentil lembaga keuangan dunia yang selama ini 'menjerumuskan' Indonesia dengan utang. Persoalannya sederhana, lembaga keuangan dunia tahu pasti bahwa sebagian utanngya, tidak kurang 30% dikorupsi, yang seharusnya bertentangan dengan syarat dari sebuah lembaga keuangan untuk memberikan pinjamannya. [skenario tingkat tinggi].(dari Biografi Kwik Kian Gie) KPK mencontohkan bahwa pada tahun 2004 saja, kebocoran anggaran APBN mencapai 30%. Pada tahun 2005, masih banyak mark up anggaran dalam pengadaan proyek yang tidak masuk akal. KOMENTAR: Kelihatannya angka 30% sudah jadi tradisi dalam pinjaman luar negeri. Bayangkan kalau uang 30% dari utang 1667 T atau sekitar 500 T, bandingkan dengan bunga cuma 8,1 T seperti yang dikatakan Sri Mulyani. Tidak persoalan untuk membayarnya. Tapi ya itu tadi "skenario tingkat tinggi" kata Kwik. Atau "lingkaran setan utang" kata jurnalis John Pilger, dimana menurut penelitiannya separuh dari uang itu adalah untuk membuka pekerjaan bagi negeri maju dan hanya separuh saja sampai ke tujuannya. Mejuah-juah kita kerina MUG Sök efter kärleken! Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting: http://se.meetic. yahoo.net
