Bebaskan kata dan pikiran Medi, hehehe . . . Kata dalam seni, atau seni dalam kata-kata, keduanya bisa menciptakan keindahan dan kegembiraan dalam kehidupan. Soal kalah menang adalah dialektika perkembangan. Aras jadi namo atau namo jadi aras nina Karo Sinoria. Atau ibas sura-sura lit ka rusur sinanggel. Eak, kuakap enggo muat riahna pertarungan intelektual enda. Atau sibahan terus gelah muat riahna. MUG --- In [email protected], medi sembiring <medy_sembir...@...> wrote:
Tidak selamanya kebenaran itu berada di pihak yang menang. Bukankah sejarah-sejarah telah mengungkapkannya. Berbicara tentang kebenaran, terkadang tidak memikirkan menang atau kalah. Walau alangkah indahnya, kalau itu berada dipihak yang menang. Ini masalah seni, bagaimana mengurai kata hingga terasa. Ada kalanya, jiwa serasa bebas, namun pikiran terpenjara (MJS 1:1)
