Sada tegun masyarakat Karo enggo ka dung idalanken. Tegun enda tegun mbelin man 
banta, sejarahta ras perkembangenta ku lebe. Banci kang senembas lit anggapen 
tegun enda kapken tegun kitik saja nge. Tapi ugapape erbage anggapen enda, je 
tetap nge lit arti besar kegiatan enda. Masyarakat Karo ndai mbangun monument, 
biayana bagepe pikirenna. Tapi je lit kegigihan ras tekad bulat ndungi monument 
Guru Patimpus. Seharusna banci ngimbangi gedung-gedung bertingkat di Petisah, 
nina ndai gubsu Rizal Nurdin. Sada waktu mbera banci terlaksana bagi katana. 
Gia kitik, lenga ngimbangi gedung bertingkat Petisah, tapi enggo ka nge lit 
teridah perkembangan positif, selain para senior Karo, reh ka perwakilan kota 
Medan, ertina enggo lebih luas. Kegiatan anak-anak mudanta enggo teridah 
hasilna. Perkembangen Patimpus ku lebe enggo teridah bayangenna, gelah monument 
enda jadi milik nasional dan seterusna internasional, terutama jadi target 
turism. Promosi Karo ras tradisina ras sejarahna bagepe hasil langsung turism 
man masyarakat pasti reh. Perkembangan enda enggo mungkin berkat kerja tekun 
anak-anak mudanta ras dukungan sepenuh hati HMKI. 
Bujur ras mejuah-juah kita kerina
MUG

--- In [email protected], Radio Karo Accees Global 

HUT KOTA MEDAN KE 419 TAHUN, MASYARAKAT KARO GELAR PESTA SENI BUDAYA KARO

Bertempat Di Parkiran Monumen Guru Patimpus Sembiring Pelawi (Pendiri Kota 
Medan 1590) Jln. S. Parman Ujung, Pemuda dan Mahasiswa yang tergabung dalam 
Gerakan Peduli Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang dimotori oleh beberapa 
Pemuda Karo antara lain adalah : Andreas R Bangun, SE, Eddy Surbakti dan Hendra 
Gunawan Tarigan. Menyelenggarakan kegiatan ke 4 kalinya dalam rangka HUT Kota 
Medan. 

Pada tahun ini Kota Medan merayakan hari jadinya yang ke 419 Tahun, sebagai 
wujud partisipasi dan dukungan terhadap perkembangan Kota Medan, Gerakan Peduli 
Guru Patimpus bekerjasama dengan DPC Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) 
Kota Medan, menyelenggarakan kegiatan Pesta Seni Budaya Karo pada hai Sabtu 
(4/7). Seperti tahun sebelumnya Tim Kerja kegiatan ini mengemas pertunjukan 
kesenian Karo yang bernuansakan Budaya Karo menampilkan Musik, Lagu dan Tarian. 
Hal ini sudah kita lakukan sejak 2 tahun terakhir (Red=tahun ke 3 dan Ke 4), 
memang pada awal penyelenggaraan kegiatan pada tahun pertama dan kedua kita 
masih menyelenggarakan kegiatan yang berupa bakti sosial, doa bersama dan 
kegiatan kegiatan yang menerangkan sejarah Guru Patimpus Sembiring Pelawi 
(Pendiri Kota Medan 1590), berupa membagikan selebaran tentang sejarah singkat 
Guru patimpus Sembiring Pelawi bagi warga dan pengguna jalan disekitar Monumen 
Guru Patimpus Sembiring Pelawi, hal ini di ungkapkan Koordinator acara Andreas 
R Bangun didampingi oleh wakil Koordinator acara Eddy Surbakti disela-sela 
penyelenggaraan kegiatan.

Kita berusaha untuk melakukan yang terbaik setiap tahunnya, meningkatkan 
kegiatan acara dan mengemasnya lebih menarik dari tahun-tahun sebelumnya, 
sehingga kegiatan yang kita lakukan nantinya dapat menjadi kegiatan Tahunan 
dalam rangka HUT Kota Medan. Tahun ini kita menampilkan beberapa pengisi acara 
antara lain adalah : Sanggar Ersada Binaan DPP HMKI yang menampilkan lagu lagu 
Karo dengan diriringi musik tradisional Seperti Surdam, Kulcapi, Gendang 
anak/indung, Ketteng-ketteng, Sarune dan beberapa alat musik tradisonal lainya 
yang digabungkan dengan beberapa alat musik moderen, sedangkan untuk tari kita 
menyuguhkan tari persentabin Guru dan Pencak Silat Karo (Red=Ndikar Karo) 
tambah Eddy Surbakti yang mempersiapkan materi acara.

Acara ini dihadiri oleh Kadis Pariwisata Medan Drs. Maju Siregar yang mewakili 
Walikota Medan Drs.H. Afifuddin Lubis, Staf Ahli Walikota Medan Drs. Ramli 
Purba, MM, Ketua Umum Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Riemenda Jamin 
Ginting,SH, MH , Sekjen Budianto B Tarigan, S.Sos, pengurus DPD HMKI Sumut Drs. 
Jacub Tarigan, Apt , Pengurus DPC HMKI Kota Medan Drs. Kerista Sebayang, MSc, 
Toni Pembina Sukatendel dan dari kalangan masyarakat, Pemuda serta Mahasiswa 
karo.

Dalam kata sambutannya Kadis Pariwisata Medan Drs. Maju Siregar Medan 
menyampaikan sebagai pusat Pemerintahan, Perdagangan dan Ekonomi didirikan oleh 
salah satu Putra Terbaik Karo yaitu Guru Patimpus Sembiring Pelawi, yang 
selanjutnya mengalami kemajuan dalam pemerintahan colonial dengan adanya 
perusahaan perkebunan yang berbenah sehingga menjadi Kota Metropolitan. 
Kegiatan yang dilakukan seperti Pesta Seni Budaya Karo dalam rangka HUT Kota 
Medan perlulah didukung untuk pelestarian Seni Dan Budaya serta Sejarah bagi 
generasi muda.

Dalam kesempatan lain Riemenda Jamin Ginting selaku Ketua Umum HMKI juga 
memberikan kata sambutan, dalam kata sambutannya Riemenda lebih menegaskan 
tentang sejarah perjalanan Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang berasal dari 
Ajijahe Kab. Karo, yang mempersunting seorang wanita beru Bangun yang berasal 
dari desa batu karang dan selanjutnya mendirikan Perkampungan yang sekarang 
dikenal dengan desa Perbaji. Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang ahli dalam 
ilmu Obat Obatan (Red=Guru), melakukan perjalanan melewati lembah-lembah dan 
hutan serta menelusuri aliran sungai Petani menuju sebuah Bandar dihilir Sungai 
Deli. Setelah beberapa lama bermukin disana ia menikah dengan dengan seorang 
putri Pulo brayan keturunan anak penglima deli bermarga Tarigan. Pada tahun 
1590 M ia mendirikan perkampungan diatas dataran pertemuan dua sungai yaitu 
Babura dan sungai Deli yang saat ini Perkampungan kecil itu tumbuh semakin 
Pesat dan dikenal dengan Kota Medan.
Kegiatan yang dilakukan Oleh Pemuda Dan Mahasiswa yang sudah berjalan selama 4 
kali, patutulah kita dukung. Sebagai warisan nilai sejarah bagi yang muda, dan 
HMKI sebagai Organisasi Masyarakat Karo siap mendukung kegiatan ini, tambah 
Riemenda yang merupakan Putri Tertua Dari Alm. Letjen. Jamin Ginting.

Guru Patimpus Sembiring Pelawi (Pendiri Kota Medan 1590) Diabadikan Dalam 
Bentuk Monumen




Kirim email ke