Senin, 14/09/2009 01:16 WIB
Berebut Ketum Golkar
Tommy akan Terganjal Pasal 'Tidak Tercela'
Hery Winarno - detikNews
Jakarta - Putra mahkota keluarga Cendana, Hutomo Mandala Putra alias Tommy
Soeharto menyatakan kesiapannya untuk memimpin Partai Golkar lima tahun
mendatang. Lalu bagaimana langkah Tommy dalam bursa ketum partai yang dulu
mendukung mendiang ayahnya tersebut?
Dalam anggaran dasar Partai Golkar dijelaskan syarat menjadi ketum adalah
memenuhi persyaratan, salah satunya prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak
tercela (PDLT). Poin tidak tercela inilah yang mungkin akan mengganjal Tommy
dalam bursa ketum.
"Tidak tercela ini yang mungkin akan menyulitkan Tommy maju," ujar Ketua Bidang
Organisasi Kaderasasi dan Keorganisasian (OKK) Partai Golkar Syamsul Ma'arif
usai menghadiri buka puasa bersama Jusuf Kalla di kantor Sekretariat Wapres, Jl
Medan Merdeka Selatan, Minggu (13/9/2009).
Penjelasan terkait dengan 'tak tercela' tersebut ada peraturan organisasi
Partai Golkar, yaitu yang bersangkutan tidak pernah melakukan tindak pidana
yang diancam pidana lima tahun atau lebih. Namun seperti diketahui Tommy
sebelumnya dinyatakan bersalah sebagai aktor intelektual dalam pembunuhan Hakim
Agung Syafiuddin Kartasasmita.
Meskipun peraturan organisasi tersebut masih bisa dicabut, namun akan sangat
timpang dengan UU yang ada. "Dalam UU Pilkada dan pemilu yang diancam pidana
lima tahun atau lebih kehilangan hak dipilihnya," terang Syamsul.
Mengapa Tommy masih bisa maju meskipun sudah pernah menjadi pesakitan? "Selama
ini tidak ada yang lapor dan belum ada yang komplain dengan masalah tersebut,"
pungkas Syamsul. (her/mad)
__________________________________________________________
Låna pengar utan säkerhet. Jämför vilkor online hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100390123-lan-utan-sakerhet.html?partnerId=96915014