Jusuf Sitepu salah satu penyanyi Karo yang legendaris. Mungkin anak muda Karo tidak mengingat lagi Jusuf, kecuali mungkin lagunya Magdalena. Mengingat riwayat hidupnya yang dihabiskan di jalanan, ternyata si pencipta Magdalena ini pernah berkuliah di Jogyakarta dan cukup mendapat bekal teori musik.
Komposisi lagu-lagunya banyak kemiripan dengan beberapa lagu Barat, misalnya Beatles, Bee Gees dan lagu barat terkenal lainnya. Disinilah salah satu kehebatan Jusup, bisa meng-karo-kan lagu-lagu barat sesuai dengan lidah Karo. Syairnya juga mengena di hati orang Karo. Kata Ibu saya, setiap penampilan Jusuf baik dengan grup The Giant ataupun sendiri biasanya orang akan datang berbondong-bondong. Beberapa fans-nya mengatakan, Jusuf selalu ditemani banyak bodyguard karena anak perana kuta kurang soor dengannya. Pasalnya tak jauh dari soal eksistensi. Kerumunan gadis-gadis dianggap menurunkan pamor anak perana kuta. Konon, pernah pula Jusuf diadu di atas panggung dengan Hormat Barus. Kedua legend ini dianggap maestro gitar pada masanya. GOR kota Medan pernah mereka rajai sebagai panggung pertunjukan. Beberapa penyanyi perempuan juga terobit dan besar melalui grup yang dipimpin Jusuf, antara lain Mery br Tarigan, Ulina br Ginting dan istrinya Eliarosa juga. Ketika Keleng Barus mengadakan pesta syukuran untuknya, seseorang yang berpenampilan mirip sekali dengan Jusuf menyanyikan lagu Magdalena. Antusiasme penonton sungguh luar biasa, berkali-kali mereka meminta lagu tambahan. Konon lagu Magdalena adalah pesanan seorang tokoh preman Karo yang patah hati ditinggal istrinya dan berselingkuh dengan anak buahnya. Walau kemudian Jusuf akhirnya banyak dikecam karena dianggap membuat lagu ala kadarnya saja, sampai kini dia masih menjadi kenangan bagi banyak orang Karo dan lagu-lagunya tetap abadi. Mulai dari Kristina sampai Muas Teruh Sampuren, tetap disukai banyak orang. Termasuk Karat Biang dinyanyikan sampai sekarang dengan berbagai versi. Untuk mengenang Jusuf Sitepu kami akan putarkan sebuah lagu, yang juga adalah permintaan seseorang yang sangat mengidolakan Jusuf......yaitu Jogjakarta atau yang lebih dikenal dengan Kristina. Salam hangat di penghujung malam nan sepi di Kota Medan dan selamat berakhir pekan, nara ********** Paksana berngi, nake, i Jogjakarta kuinget lalap seh kal jilena nake ngingeti saja nge bage ukurku baba O Jogjakarta, inganku lajang jine Kuinget sada ndube teman ngerana sanga aku i Jogjakarta nge ndube tah jumpa denga nge pagi atendu ngena O Kristina O Kristina ...O Kristina beru Jawaku mulih lah kena bage nina rusur mulih nge aku ningku ngaloisa tapi turang gundari tading kune-kunena Stasion kereta api Kristina man jadi saksi sanga aku nadingken jogja nge ndube kutimai kena mama karo nina kal bangku rusur Enggo me turang, enggo me Kristina, o Kristina beru Jawangku
