Golkar = Golongan Karo, bisa saja jadi, sebab Jamin Gintings adalah pendiri Golkar yang dimulai dengan Gakari. Jadi awalnya itu memang plesetan untuk Golkar. Bisa saja Aburizal membangkitkan sentimen masa lalu...
Kalau soal penayangan peluncuran Buku Jamin Gintings sama sekali tidak ada kaitannya dengan Golkar. Peliputan oleh media nasional melalui proses yang cukup rumit, karena umumnya media nasional memantangkan liputan sekedar seremoni. Kenapa akhirnya bisa tayang? Karena dalam peluncuran hampir 50% dari 500 undangan adalah veteran dan keluarganya yang pernah berjuang bersama pasukan Jamin Ginting, mulai dari Sumatera Timur hingga Aceh Tenggara. Rupanya klop dengan si wartawan apalagi kita kaitkan dengan Haripahlawan 10 November, sehingga liputanpun berjalanlah. Tapi yang paling penting dari semuanya untuk urusan publikasi adalah jaringan sesama wartawan dan kepiawaian memilih angle berita. Dalam hal itu, posisi seksi dokumentasi dan publikasi di kepanitiaan berperan penting. salam, ita --- In [email protected], "Alexander R. Surbakti" <arisalsurba...@...> wrote: > > Pudi-pudi wari enda tvOne mekatep sitik meritaken berita si lit kaitenna > kerna Karo. Kai ngenda ndia? > Piga-piga wari silepas nandangi pemilihen ketua umum Golkar, ibas koran > Kompas lit iklan Aburizal Bakrie, sebagai salah sada kandidat, si kedungenna > terpilih. Ibas iklan e lit gambarna ras anak-anak sipaksana make uis beka > buluh. > > Me labo Golkar enda iplesetken ku Golongan Karo? > > Salam positif thinking > > 2009/11/8 pelangiharum <iapul...@...> > > > > > > > Miliser Sirulo, > > Saksikan liputan peluncuran 'Dari Titi Bambu ke Bukit Kadir' berita jam > > 12.00 WIB siang ini (8/11) di TV One. > > > > salam, > > Ita Apulina Tarigan > > > > > > > > > > -- > Alexander R. Surbakti >
