"Bila nanti krisis politik ini sudah berubah menjadi krisis cinta secara 
permanent" 
Piah gawah-gawah ka ukurku ngoge kalimatndu enda Medi. Krisis cinta banci denga 
nge kuakap terukuri, tapi adi enggo secara permanent (gia mungkin) enggo me 
bagi simberat. Terbentas-bentasi ka me sitik soal Holistic Healing kalak India 
kuno lebih 3000 tahun silepus. Tah tuhu tah lahang, tapi kalak enda enggo me 
lincah praktekkensa bas kegeluhen. Enda terlepas sitik rananta bas politik 
aktual nari, tapi kai pe siaktual bas doni enda banci kang ihubungken atau lit 
hubungenna ras 'energi aura' kegeluhen nina kalak enda ibas sistem chakra. 
Ketidakseimbangan bas chakra-jantung/hati (chakra ke 4), antara sifat too nice, 
too giving kontra sifat selfish, selfcentered, heartless. Sifat terakhir enda 
dominasi, eme kapken sierbahan cinta adah ndai lanai reh. Encage itambah ka 
ketidakseimbangan bas chakra ke 3 (solarplexus) antara sifat aggression, 
willfulness, control issues, arrogance, kontra sifat indifference, passivity. 
Jenda sipertama berdominasi. Kombinasi ketidakseimbangan dua chakra enda ndai 
me sienggo lanai terpilasi akibatna. Bagenda me sitik penilaian bas segi kalak 
India kuno nari. Ibas politik atau tingkat perkembangan kesedaran manusia 
gundari, holistic healing enda meganjangsa denga atau ndauhsa denga, lenga 
mungkin sepenuhna nambari. Perjuangan enda atau perjuangan untuk keadilan 
gundari enda kuakap terpaksa kang isesuaikan ras kesedaran manusia tingkat 
sigundari. Pejabat atau penguasa yang telah rusak kesimbangan chakranya dan 
merusak atau merugikan banyak orang (rakyat) tak mungkin diobati dengan 
holistik healing, tapi harus dengan keadilan hukum, dipecat atau dipenjarakan. 
Gia terpaksa kang kita nimai lebe atau "Kita nantikan babak selanjutnya, 
guro-guro aron pengulu sinorsor perlanja pecal."
Enda ka lebe sitik
Salam mejuah-juah
MUG

--- In [email protected], medi sembiring <medy_sembir...@...> wrote:
Krisis hukum berdampak kepada krisis kepercayaan. Krisis kepercayaan, dapat 
bermutasi menjadi krisis politik. Bila nanti krisis politik ini sudah berubah 
menjadi krisis cinta secara permanet, uga nari nge denggo ndia kedungenna, nina 
ukurku ka senembas....


Mjj Man Banta Kerina, 

MJS

--- On Mon, 11/9/09, gintingmu <gintin...@...> wrote:
From: gintingmu <gintin...@...>
Subject: [tanahkaro] Re: sekiranya tak ada missing link . . . kan tak ada apa 
apa
To: [email protected]
Date: Monday, November 9, 2009, 1:28 AM

Ya juga, sudut pandang yang lebih mendekati di era sekarang. Cita-cita indah 
manusia untuk melihat kehidupan seperti 'film India' kontra kenyataan dari 
'dunia lain'. Srigala berbulu kambing dan srigala yang bangga dengan bulu 
srigalamya, dan rakyat yang selalu merindukan 'film indianya'. Pro-kontra akan 
selalu mengaburkan dan membikin kabut tebal didepan mata kita, serta kegairahan 
pro-kontra juga telah memaksa tiap pemilih untuk melihat hanya dari satu segi, 
hitam putih. Tidaklah mungkin kehidupan dilihat dari sudut pandang demikian, 
terutama dalam hubungan kehidupan dengan berbagai srigala (politik dan bisnis).
MUG 

--- In tanahk...@yahoogrou ps.com, "cpatriawgmail" <cpatr...@.. .> wrote:

> Dari kesaksian Ary , sebenarnya gak ada itu Cicak vs Buaya...yang ada Buaya 
> berbulu Buaya vs Buaya berbulu Cicak :-)
> 
> publik di Indonesia masih mengharapkan ada "the good guys" yang suci dan bisa 
> dijadikan tokoh pahlawan (KPK) ... padahal dari testimoni Ary , kepercayaan 
> tsb sudah merupakan sesuatu yg invalid.

> Carlos
> 
> --- In tanahk...@yahoogrou ps.com, "pa_canggah" <pa_canggah@ > wrote:
> >
> > Dan sandiwara babak pertama republik mimpipun akan berakhir, kambing korban 
> > sudah mulai di cat hitam. Kita nantikan babak selanjutnya, guro-guro aron 
> > pengulu sinorsor perlanja pecal.
> > Salam



Kirim email ke