Ha..ha..ha malah kalo kemelut di depan gawang biasanya hands ball, ya 
ujung-ujung nya tendangan sudut..
Para supporters sendiri pun jadi kecewa... dan mengumpat striker itu..

--- On Mon, 11/23/09, T.Ginting <[email protected]> wrote:

From: T.Ginting <[email protected]>
Subject: RE: [tanahkaro] Re: Tim 8 bingung, bola cuma dikocek dan 
diplintat-plintutkan
To: [email protected]
Date: Monday, November 23, 2009, 5:35 PM







 



  


    
      
      
      







Striker yang dipilih oleh rakyat Indonesia rupanya
tidak punya nyali goal tinggi. Sudah berhadap-hadapan dengan penjaga gawang
bingung ambil keputusan cepat, saya takut dia kalah cepat dengan penjaga gawang
sehingga gagal memasukan bola ke mulut gawang. Biasanya kalau terlalu lama
menggocek bola di depan mulut gawang rawan terjadi pelanggaran dan bahkan 
kemungkinan
terjadi goal sangat sedikit karena biasanya makin banyak pihak lawan yang
berusaha menghalang-halangi. 

Ini pendapat pengamat sepak bola kacangan,
sentabi men bandu kerina si enggo tinggi jam terbangndu. 

   

Ginting’s 

   









From:
loreta_karosekali [mailto:loreta_ karosekali@ yahoo.co. uk] 

Sent: 23 Nopember 2009 23:03

To: tanahk...@yahoogrou ps.com

Subject: [tanahkaro] Re: Tim 8
bingung, bola cuma dikocek dan diplintat-plintutka n 



   

   









--- In tanahk...@yahoogrou ps.com,
MU Ginting <gintin...@. ..> wrote:

"Tim 8 itu ibarat sudah kasih bola, 12 meter dari gawang, tapi justru SBY
bukan menendang tapi malah menggocek ke sana ke mari dulu," ujar salah
satu anggota Tim 8



------------ -

Melaaambung tinggi bola diumpan Tim 8 ke depan gawang Para Koruptur, 
saudara-saudara
..... Di sana 
ada SBY. Menyambut bola dia dengan dada terbuka. Terjadi kemelut di depan
gawang Para Koruptor!



Ah .... Masih kutak-katik bola dia, si ujung tombak tim Indonesia Raya ini,
yang membuat banyak inang-inang perpajak pagi terpesona. 



Melirik dia ke kiri, ada bayangan berkelebat di luar lapangan. Melirik dia ke
kanan, ada lagi bayangan berkelebat. Markus coba mencocor bola dari kaki SBY.
Adnan Buyung datang menyusul, saudara-saudara! !!!!!! Tapi SBY. Bleb!
(Listrik padam. TV dan radio padam. PLN lagi punya ulah.)



Loreta  











    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke