MJJ:
Enda arah milis sebelah nari.
Sentabi,
Bp Nona Sampaguita


----- Forwarded Message ----
From: iming tesalonika <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: [email protected]; Advokat Indonesia 
<[email protected]>; akhi akhi <[email protected]>; 
[email protected]; po po <[email protected]>; 
[email protected]; ui ui <[email protected]>; sma1 
alumni85 <[email protected]>
Sent: Tue, November 24, 2009 8:37:37 AM
Subject: [IAAIMI] Sudut Pandang lain Tim 8 & SBY

 


akRekan2,
Cara saya melihat kasus besar ini berbeda dengan anda. Saya melihat bahwa 
kasus2 besar di negeri ini merefeleksikan budaya dasar birokrasi kita ini, yang 
bertumpukan pada nilai2 jawa yang sangat menginginkan keharmonisan dan 
kedamaian, dan tidak suka pertentangan berlarut-larut atas terjadinya kesalahan 
besar pembuatan keputusan di birokrasi. 
 
Ingat. SBY adalah seorang yang memegang nilai2 jawa, dibesarkan dalam birokrasi 
dengan nilai2 jawa, dan didukung menjadi presiden oleh bagian terbesar 
masyarakat yang mengamini nilai2 jawa (tidak mesti masyarakat berdarah jawa).
 
Ingat! istilah kedamaian mengkonotasikan adanya kompromi, penutupan segala 
sesuatu, pemaafan segala sesuatu, pelupaan segala sesuatu, TERMASUK juga 
pengabaian dan penihilan atau penguburan apa-apa yang selama ini menjadi 
praktek proses hukum di kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan.
 
Kasus2 besar yang melibatkan petinggi negara kita ie. Soekarno, Soeharto, 
Prabowo, Sutiyoso, Wiranto dll termasuk Anggodo Bit-Mad adalah kasus yang 
melibatkan banyak kepentingan besar2 yang dapat menggoyahkan kestabilan 
masyarakat, jika kelemahan dan kesalahan petinggi negara kita diungkapkan di 
pengadilan secara terbuka. 
 
Positifnya adalah masyarakat tidak tahu dan tidak menilai macam-macam atas 
berbagai fakta detil yang dapat menyentil dan mempermalukan petinggi negara 
kita, sehingga tidak perlu ada pembelahan di masyarakat atau terjadi kerusuhan 
atau ketidakstabilan di masyarakat. Intinya, masyarakat dengan lewatnya waktu 
akan kembali to their own duty. Biarlah kesalahan dan kebodohan petinggi kita 
dikubur oleh zaman, dan kita tidak perlu belajar dari sejarah kepahitan, dan 
biarlah generasi berikutnya melakukan kesalahan serupa di masa datang, karena 
masa datang adalah miliknya generasi mendatang yang punya keberuntungan dan 
kesialan sendiri.
 
Negatifnya adalah masyarakat dan para penegak hukum tidak pernah belajar dari 
kenyataan pahit praktek hukum yang sesat di kepolisian, kejaksaan dan 
pengadilan. di tiga lembaga tersebut fakta-fakta hukum banyak dipelintir untuk 
kepentingan pribadi oknum penegak hukum yang berwenang.
 
Dengan kata lain, desakan masyarakat dan ahli hukum agar proses hukum di 
teruskan ke pengadilan kelihatannya akan sulit terealisasi, karena birokrasi 
hukum kita masih terbelakang & perlu terus belajar menjadi modern, dan 
meninggalkan nilai-nilai budaya tradisional yang masih dominan di realm 
berpikir birokrasi penegakan hukum kita.
 
Bagaimanapun proses hukum kasus2 besar hingga ke pengadilan akan memunculkan 
tawaan, lecehan dan makian terhadap cara kerja penyidik, JPU dan hakim, dan 
tentunya disebabkan juga peraturan2 yang lemah dan cara memahaminya yang lemah.
 
 
Salam,
 
 
Iming Tesalonika
Advokat yang melihat proses hukum kita dari mulai kepolisian hingga ke 
pengadilan, terdisain hanya untuk mempermalukan bukan hanya terdakwa, tapi juga 
para penegak hukum sendiri, termasuk para pembuat UU terkait prosedur penegakan 
hukum.
 

 



________________________________
 


__._,_._Ikatan Alumni AIM Indonesia (IAAIMI) The AIM Alumni Association led by 
Mr. Bun Bunan EJ. Hutepea, MM, Deputy Governor of Bank Indonesia as President 
and Mr. Bachri Ansjori, MM, Director (Special Unit of Banking Investigation) of 
Bank Indonesia as Vice President. The AIM Alumni Association, which has been 
functioning for over 20 years, was formally established October 25, 2004 as 
Ikatan Alumni AIM Indonesia (IAAIMI) with the objectives of furthering 
management education through representation and development in social, economic 
and community enterprises, providing an avenue for past graduates to meet each 
other and to keep in touch with their Alma Mater. There are more than 1, 000 
AIM alumni in Indonesia, many of who are in senior management positions. 

:: For further information on [email protected] membership, 
please contact Moderator: Christovita Wiloto MM'98 email: 
[email protected] :: 

>> For new membership please submit info on your full Name, AIM Program & Year 
>> by email. Thank you <<

 

 


Your email settings: Individual Email|Traditional 
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully 
Featured 
Visit Your Group  | Yahoo! Groups Terms of Use  | Unsubscribe  





      

Kirim email ke