Minggu, 29/11/2009 15:47 WIB
Rebutan Ketua Pansus Angket Century di DPR Memalukan
Muhammad Nur Hayid - detikNews
Jakarta - Ada kesan rebutan antara FPDIP dan Fraksi Partai Demokrat di DPR 
untuk menjadi ketua Pansus Hak Angket Kasus Bank Century. Tindakan ini dianggap 
kontraproduktif dan memalukan citra wakil rakyat.

"Hak Angket DPR tentang skandal Bank Century yang nantinya akan 
diimplementasikan dalam bentuk Pansus supaya tidak direduksi dengan wacana dan 
masalah yang tidak produktif, yaitu hanya berebut ketua pansus," kata Ketua 
Fraksi PKB Marwan Jaafar, dalam rilisnya yang diterima detikcom, Minggu
(29/11/2009).

Menurut Marwan, temuan BPK soal kasus Century harus dicermati dan diusut secara 
transparan. Siapa pun yang terlibat dalam kasus tersebut harus diusut tuntas.

Sedangkan untuk persoalan ketua Pansus, Marwan menyarankan hal tersebut 
diserahkan pada mekanisme yang berlaku di DPR.

"Jika rebutan ketua Pansus mengeras, akan bisa menimbulkan komplikasi politik 
yang tidak sehat antar fraksi dan antar anggota DPR," tegasnya.

Marwan menambahkan, kesan rebutan tersebut harus dihindari dengan lebih 
mengutamakan kebersamaan di DPR. Tujuannya, agar fungsi-fungsi di lembaga wakil 
rakyat tersebut berjalan maksimal.

"Sangat tidak elok jika ada kehendak memaksakan oleh pihak-pihak tertentu 
mengenai ketua pansus. Siapa pun ketua atau pimpinannnya harus dihormati 
bersama," tutupnya.
(mad/iy) 
--

KOMENTAR
Semakin terbuka perbedaan, semakin jelas persoalan. 
Semakin jelas persoalan tentu juga berlogika semakin mendekati solusi. Solusi 
adalah syntes kontradiksi, karena itu solusi tetap tergantung dari perkembangan 
dua kekuatan dalam kontradiksi. Karena itu juga solusi bisa melalui 
'pertempuran' terbuka antara dua kekuatan, dua kekuatan yang pasti juga 
mewakili dua kepentingan. Penggagas bank Century dan bailout sudah jelas akan 
menutupi sebanyak mungkin gagasan mereka, dan disini tidak diragukan termasuk 
menyangkut kepentingan partai demokrat dengan pasukannya yang terlibat langsung 
dalam gagasan Century dan bailout dengan perpunya. Bagian lain kontradiksi 
adalah yang menginginkan membuka persoalan sejelas mungkin dan menghukum semua 
yang bersalah, dan ini sudah jelas bersamaan dengan tuntutan rakyat, berarti 
juga bisa mengatas namakan kepentingan rakyat. Pihak Century tidak bisa 
mengatas namakan kepentingan rakyat, uang rakyat sudah hilang. 
Solusi bisa bermacam-macam tentu. Salah satu menghancurkan sepenuhnya komplotan 
Century, dan ini kayak mengobati penyakit dengan operasi. Penyelesaian lainnya 
ialah kompromi, perdamaian antara dua blok, dan untuk ini terpaksa tidak semua 
persoalan dibuka, tidak mungkin transparant. Terlalu banyak yang bisa 
berlindung dibelakang ketidakterbukaan. Tansparansi bisa berjalan dengan 
dukungan rakyat banyak, LSM dsb. Tetapi dengan dukungan duit (tak terbatas) 
transparansi juga bisa dipinggirkan dengan mudah. 
Salah satu cara untuk membuka sejalsnya ialah, semakin terbuka perbedaan, 
semakin jelas persoalan. Untuk tujuan ini DPR harus bikin dua angket, dan 
masing-masing bikin penyelidikan atas bank Century dan seluruh ekor-ekornya. 
Keduanya pasti akan membikin segambalang mungkin menurut kepentingan 
masing-masing, dan ini bisa dibaca oleh semua, dan inilah yang menjamin 
kejelasan terbuka bagi umum, dan akhirnya rakyat banyak akan bikin penilaian 
yang menentukan. 'Pertempuran' terbuka selesai, syntes.
Salam 
MUG
--
 


      __________________________________________________________
Ta semester! - sök efter resor hos Kelkoo.
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum här:
http://www.kelkoo.se/c-169901-resor-biljetter.html?partnerId=96914052

Kirim email ke