Berita di bawah ini (lihat juga
(http://www.rnw.nl/id/bahasa-indonesia/article/menikmati-budaya-sumut-sambil-menyumbang
) memilih tarian Karo sebagai foto utama (Penari nomor 2 dari kiri adalah beru
Ginting bebere Tarigan dari Stabat dan wartawan Tabloid Sora Sirulo biro Kab.
Langkat)
Di foto paling bawah tampak Putra Sitepu sedang memainkan alat musik. Dalam
penampilan di Utrecht dan Den Haag, Putra memainkan berbagai alat musik secara
bergantian (ketteng2, biola, sarune, surdam, taganing, keyboard dan gong
Batak). Putra adalah penata musik sanggar seni Karo Najati Medan dan wartawan
Tabloid Sora Sirulo biro Medan.
Foto2 ini diambil oleh Pemimpin Redaksi Radio Nederland Internasional berbahasa
Indonesia, Sirtjo Kolhof, yang juga adalah fotografer Tabloid Sora Sirulo biro
Eropah. Foto2nya atas pertunjukan ini dapat dilihat di Sora Sirulo edisi
Desember 2009.
Berita selengkapnya penampilan tim kesenian Sumut di Utrecht dan Den Haag
kemarin dapat dilihat di Sora Sirulo edisi Desember 2009. Berkaitan dengan
berita ini, lihat juga percakapan Pemimpin Umum Sora Sirulo dengan Ibu Gubsu,
Fatimah Habibie, di Amsterdan (anak Delitua ini ternyata perfect sekali
berbahasa Karo dan mengaku pernah punya pacar merga Ginting sebelum kawin
dengan Gubsu Syamsul Arifin). Bagaimana pula wawancara Sora Sirulo dengan Kadis
Budpar Sumut Ir. Nurlisa Ginting MSc di Den Haag?
Redaksi
Map
Den Haag, Belanda
Menikmati Budaya Sumut Sambil Menyumbang
Diterbitkan : 30 November 2009 -
3:55pm | Oleh Bari Muchtar
Ahad
malam 29 November Kedutaan Besar Republik Indonesia, KBRI, di Den Haag
menggelar malam budaya Sumatra Utara di Museon. Tujuannya menghimpun
dana untuk membantu para korban gempa di Sumatra Barat.
Pertemuan malam itu berlangsung dalam tiga bahasa Indonesia, Belanda
dan Inggris. Seperti biasanya, Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda JE
Habibie pertama-tama diminta dulu untuk menyampaikan sambutannya. Dalam
sambutannya ia menjelaskan betapa beratnya kerusakan di Sumatra Barat.
Berbagai budaya
Menurut JE Habibie: "Jumlah korban jiwa dan orang terluka luar biasa
banyaknya. Hampir 85 persen rumah dan sekolah, rumah sakit, rumah
penduduk, hotel runtuh. Dan banyak fasilitas umum rusak terutama di
Padang." Dubes Habibie juga menjelaskan bahwa Sumatera Utara memiliki
berbagai budaya Batak dan Melayu.
Pengumpulan dana dilakukan dengan berbagai cara. Selain bisa
memasukkan uang di kotak donasi yang telah tersedia, para hadirin juga
bisa ikut lelang sarung songket Sumatra. Sumbangan yang paling menonjol
datang dari masjid Al Hikmah dan Yayasan Veteran. Masjid di kota Den
Haag ini menyumbang seribu euro. Hadirin pun bertepuk tangan.
Tak lama kemudian tepuk tangan menggemuru lagi ketika yayasan
Harapan Jaya memberikan sumbangan sebanyak 5000 euro. Sumbangan ini
untuk membangun sebuah sekolah di Padang. Selain musik rombongan
kesenian dari Sumatra Utara di bawah pimpinan Ibu Fatimah Habibie
Syamsul Arifin, istri gubernur provinsi itu, menampilkan berbagai
tarian.
Semua berhubungan
Seusai pagelaran istri gubernur menjelaskan motifnya menggelar malam dana untuk
Sumatra Barat ini.
Fatimah Habibie Syamsul Arifin: Semua berhubungan, mulai dari
Aceh sampai ke Sumatra Selatan itu tidak terputus. Itu semua punya
nilai-nilai sejarah tertentu. Jadi memang kita sebagai bangsa Indonesia
harus terpanggil apabila saudara kita terkena musibah. Dan kita selalu
mendukung dan memberi semangat. Juga kita mengharapkan seluruh
masyarakat, khususnya di Belanda ini yang orang Indonesia, untuk yah,
sama-samalah kita memperhatikan dan membuka hati kita untuk
saudara-saudara kita di Indonesia yang terkena musibah.
Radio Nederland [RNW]: Terus kesannya bagaimana bu, setelah selesai
ini, melihat yang hadir? Bagaimana rasanya? Bangga, puas membawa
rombongan dari Sumatra Utara?
FHSA: Yang sudah pasti ya bangga, dan saya merasa terharu juga,
karena masyarakat di sini juga sangat antusias ya, memberikan
sumbangan. Kemudian mereka juga begitu bergembira mengikuti semua
kesenian-kesenian yang kita pertunjukkan dan saya harap ini tidak untuk
yang terakhir kami datang.
Masih jauh
Sebagai pengundang Dubes Luar Biasa Untuk Kerajaan Belanda JE Habibie sangat
puas dengan pelaksanaan malam dana itu.
JE Habibie: Kita lihat Sumatra Utara datang memberikan satu tim
kesenian untuk Sumatra Barat. Itu yang penting sekali. Apa yang ada di
sini, ada dua yayasan yang memberi sumbangan. Satu yayasan memberi
sumbangan lima ribu dan yayasan veteran. Saya senang sekali. Dan saya
ingin sekolah itu jadi. Tapi kita akan jalan terus cari uang. Itu
sekolah hancur sama sekali.
RNW: Kalau begitu masih perlu banyak uang lagi ya pak?
JEH: Ya, saya butuhkan banyak. Masih jauh. Tapi kita cari.
Walhasil bukan hanya dubes saja yang puas, tapi juga publik. Mereka
menikmati sajian dari Sumatra Utara itu sambil menyumbang untuk korban
gempa di Sumatra Barat.
Laporan selengkapnya bisa didengar dengan mengklik ujung tanda panah berikut: