Kemiskinan bukan saja mendorong orang berbuat criminal, namun juga memicu 
timbulnya stress.  "Sebanyak
70 persen pasien yang menjalani penyembuhan  di rumah sakit ini, adalah
pasien miskin atau pengguna Jaminan Kesehatan Masyarakat( Jamkesmas)
dan mereka yang menggunakan surat keterangan miskin dari keluarahan
setempat," ujar Dr Dapot P Gultom SpKj, pelaksana tugas Direktur RS
Jiwa Pemprovsu, Selasa (12/1). 


Ia merincikan, RS Jiwa Sumut di tahun 2009 menerima pasien poli
inap sebanyak 420 orang, sedangkan untuk poli rawat jalan sebanyak 
14.400 orang. Dari angka tersebut, 60 persen dari  datang dari Medan,
kemudian 15 persen dari Deli Serdang dan 10 persen dari Karo. 
"Jika
dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2008) ke tahun dua ribu sembilan,
maka  jumlah sama. Akan tetapi jika dibandingkan dengan tahun dua ribu,
jumlah ini turun. Karena tahun dua ribu  setiap hari, kita menerima 70
sampai 80 orang," kata Gultom. 
Ia melanjutkan, langkah yang
dilakukan pihaknya untuk penyembuhan pasien dengan beberapa metode,
seperti metode bioligis, yakni dengan obat-obatan kemudian dengan
metode cara psikater. "Tentu sebelum dilakukan penngobatan kami harus
tetap melakukan obeservasi, apakah benar ia mendapat gangguan
jiwa,"katanya.
Dan dalam penyembuhan, tambahnya, pasien rawat
jalan harus melapor atau periksa ke rumah sakit ini, selama 6 bulan
dengan rutin. 
"Sebaiknya, si pasien tidak terlalu dipaksa untuk melakukan sesuatu," katanya 
lagi. HOTMA SARAGIH|GLOBAL|MEDAN 

Sumber: 
http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&task=view&id=29037&Itemid=53http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&task=view&id=29037&Itemid=53


Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke