Selasa, 09/02/2010 20:34 WIB
Pansus Angket Century
Anggota Pansus Minta PPATK Periksa 11 Nasabah Mencurigakan
Elvan Dany Sutrisno – detikNews
Jakarta - 11 Nasabah Bank Century dianggap mencurigakan karena total penarikan 
yang mereka lakukan pada bank tersebut hingga mencapai Rp 1,9 triliun. PPATK 
diminta mengusut pemilik rekening yang dianggap mencurigakan tersebut.

"Kami menemukan 11 nasabah dengan total penarikan Rp 1,9 triliun di luar 
sepengetahuan BI dan Bareskrim. Sebab nasabah ini tidak pernah dilaporkan ke 
Bank Century. Tetapi anehnya data nasabah-nasabah ini disimpan manajemen Bank 
Mutiara. Apa Bapak sudah mengendus?" tanya Anggota Pansus dari Fraksi Golkar 
Azis Syamsudin kepada Ketua PPATK Yunus Husein dalam rapat Pansus Angket 
Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/2/2010).

"Kalau boleh tahu namanya siapa saja," tanya Ketua PPATK. "Kami tidak punya, 
tidak bisa menyebut namanya," jawab Azis.

"Kalau begitu susah bagi kami," timpal Yunus.

Azis pun meminta agar PPATK menyelidiki aliran uang tersebut meskipun dia tidak 
bisa menyebutkan namanya satu persatu. "Saya mohon untuk diselidiki Pak. 
Bagaimana pun juga itu transaksi yang aneh dan patut dicurigai," kata Azis.

Azis menambahkan, pihaknya juga menemukan beberapa nasabah yang menabung di 
Bank Century cabang senayan antara lain berinisial JH menabung sebesar Rp 95 
miliar, AR sebesar Rp 31,5 miliar, HH sebesar Rp 43 miliar, BS sebesar Rp 100 
miliar. 

"Itu baru beberapa Pak. Kami minta diselidiki," pungkasnya.

(anw/yid)
--
 Jakarta - FPKS menemukan adanya kejanggalan dalam transaksi nasabah Bank 
Century. Tidak hanya individu, beberapa yayasan dan BUMN juga terindikasi 
melakukan transaksi yang dinilai janggal.
"Ada institusi sampai individu. Kalau individu 11 orang, kalau institusi ada 14 
sekuritas, 2 yayasan, 10 BUMN, 4 dana kesejahteraan dan 5 perusahaan swasta," 
ujar anggota Pansus Bank Century asal FPKS, Andi Rahmat di Gedung DPR, Selasa 
(9/2/2010). 

Andi mengaku agak pesimis Pansus bisa menyelesaikan pekerjaan mereka pada 
tanggal 2 Maret. "Sudah ada pemikiran (dari PKS) untuk diperpanjang 2 minggu 
terkait aliran dana," terangnya.

Sementara itu Ketua Pansus Idrus Marham mengaku akan meneruskan temuan ini ke 
PPATK. "Pimpinan akan meneruskan ke PPATK untuk menindaklanjuti ini, dan tidak 
lama PPATK akan memberikan hasilnya ke Pansus," terangnya.

(rdf/ddt) 




__________________________________________________
Använder du Yahoo!?
Är du trött på spam?  Yahoo! E-post har det bästa spamskyddet som finns 
http://se.mail.yahoo.com 

Kirim email ke