buku tentang karo tidak terlalu banyak. Tergerak untuk membawa budaya buku masuk ke kabanjahe, sejak tahun 2003 saya buka toko buku: Q-Store di jalan Sudirman Kabanjahe.
Sangat sedikit buku karo yang terbit. Terakhir ini ada beberapa buku yang terbit dan dijual di Q-Store. kalau kebetulan di Kabanjahe, silakan berkunjung. Ini bukan iklan pak/ibu Moderator... Katika aku masih rajin mengunjungi perpustakaan, buku alm Masri Singarimbun adalah yang paling sering bisa ditemukan di perpustakaan-perpustakaan. Sekarang mungkin ada buku Mary Steadly: Hanging without rope yang juga beredar banyak. The Bataks karya akhim Sibeth dgn kontributor bang Juara tidak terlalu populer di library, apakah krn dirancang bukan untuk text book tapi sebagai coffy table book? walau begitu buku the bataks tersebut (walau the bataks tapi 60% isinya tentang Karo) salah satu yang aku suka terutama ketika melihat tangan yang diasap ditemukan di pakpak sebagai bukti canibalism salam mejuah-juah, Jusup Sukatendel ----- Original Message ----- From: cpatriawgmail To: [email protected] Sent: Tuesday, March 02, 2010 2:32 AM Subject: [tanahkaro] Re: Buku Sejarah dan Budaya Karo --- In [email protected], "barusarden" <barusar...@...> wrote: > > Melalui search engine Google banyak sekali buku buku seni dan budaya Karo yang menarik namun sayang cuma ditampilkan dalam bentuk cuplikan karena alasan hak cipta. Diantaranya Sejarah dan Budaya Karo dan turi-turin (cerita pendek). Persoalanya, kita kesulitan mendapatkan buku tersebut karena ternyata tidak ada persediaan di toko buku. > > Apa ada diantara "permilis" ini yang bisa memberi informasi bagaimana cara memperoleh (seluurh atau sebagian) buku tersebut? Saya mohon bantuannya ya. > > Bujur. > > Arden > kalau buku2 di google itu bisa juga di cari lewat online library search www.worldcat.org harusnya sich, library2 di indonesia terkoneksi dengan database ini jg, jadi kt bisa tahu buku2 apa yg tersedia. nah untuk menjawab pertanyaan bagaimana mengakses atau membeli buku2 itu , jika dia dalam bhs inggris : 1. ambil dari library atau dicopy microfilmnya 2. cari di toko2 buku lama , biasanya ada baik di LN atau di indonesia. kalau di indonesia kayak pustaka daluang (tapi gak khusus karo sich) skrg ini memang banyak minat belajar sejarah baru karena arsip2 lama didigitalkan. bujur jg carlos
