Saya mendukung dan semoga kepedulian Kalak Karo tergugah sebab abad 20  Rumah 
Adat Suku Karo yang mulai runtuh satu persatu akibat tidak layak huni, tidak 
pernah tergati dengan bangunan baru.
Kini saat yang tepat untuk melestarikan Rumah Adat Suku Karo yang masih ada 
oleh Suku Karo sendiri.

Besar kemungkinan Rumah Adat Suku Karo unik bila dibanding dengan rumah adat 
suku lain, sebab Rumah Adat Suku Karo adalah aplikasi kehidupan kekerabatan 
Suku Karo yang menjadi cikal bakal adat Suku Karo masa kini.

Selamat kepada semua pengagas "Koin Untuk Rumah Adat Karo"

Jakarta 26 Mei 2010
Dame Munthe 








--- In [email protected], "Lagaman" <juara_gint...@...> wrote:
>
> Idenya sederhana. Kita mengadakan pengumpulan koin seperti Koin Untuk Prita 
> tapi kali ini "Koin Untuk Rumah Adat Karo". Pos-pos pengumpulan koin akan 
> dibuka seluas-luasnya di seluruh Indonesia dan, kalau bisa, di seluruh dunia.
> 
> Langkah awal adalah memperbaiki sebuah rumah adat di Desa Melas (Kec. 
> Dolatrayat, Kab. Karo). Oleh karena itu, deklarasi kegiatan pengumpulan koin 
> diadakan di desa ini pada hari Sabtu 29 Mei 2010 ini (dari Pkl. 14.00 - 
> 16.00).
> 
> Pelaksana utama kegiatan pengumpulan koin adalah Sanggar Tinuang yang 
> beranggotakan beberapa mahasiswa dan dosen Unimed jurusan Seni Rupa. Tabloid 
> Sora Sirulo membantu mempublikasikannya dan Sanggar Seni Sirulo 
> menyemarakkannya dengan penampilan-penampilan seni tradisional Karo.
> 
> Kami mengharapkan kita semua orang Karo maupun bukan orang Karo berperan 
> serta dalam berbagai posisi dalam kegiatan yang berujung pada penyelamatan 
> arsitektur tradisional Karo secara keseluruhan. Namun, kami sendiri, saat 
> ini, sedang memusatkan perhatian pada langkah awal, khususnya 
> pendeklarasiannya di Desa Melas 29 Mei ini.
> 
> Di Desa Melas, kami akan mengadakan pameran seni ukir, penampilan musik 
> tradisional Karo, ceramah budaya dan pengumpulan koin. Para peserta yang 
> hadir, termasuk pengisi acara dan panitia akan menyumbangkan koin. Ceramah 
> budaya akan dibawakan oleh saya sendiri (15 menit) dengan topik pembicaraan: 
> Ngapain kita ini?
> 
> Untuk tahap awal ini, kami mengundang kita semua yang membaca tulisan ini 
> untuk hadir dan, kalau bisa, ikut menyumbangkan koin. Acara akan diliput oleh 
> TV One dan beberapa media cetak nasional maupun lokal.
> 
> Kami bukan peminta-minta sedekah karena yang kami kerjakan adalah milik kita 
> bersama. Kami hanya orang-orang yang siap mendapat caci maki dan cerca bila 
> dianggap melakukan sesuatu yang hina dina.
> 
> Saran dan kritik kami tunggu dari kita semua.
> 
> Salam dari Medan:
> Juara R. Ginting
>


Kirim email ke