Sisi dari Eksotika Tongging
 
Memang tidak bisa dibantah, Tongging, Danau Toba merupakan pemandangan yang 
barangkali bisa dikatakan  yang terindah saat ini di Tanah Karo.  Setuju 
banget... namun dari sisi lain .... beberapa bulan yang lalu saya mendapat 
kesempatan bersama rombongan Wakil Gubernur Sumatera, dan Bupati Samosir 
serta beberapa penjabat propinsi dan Pemkab Samosir berkesempatan mengelilingi 
Danau Toba dengan menggunakan Kapal Cruise milik Pemkab Toba Samosir.
Ketika kami mencoba merapat ke Tongging, airnya begitu kotor, keramba ikan 
bertaburan, pantai wisata yang pernah disemen dengan baik ada dala keadaan 
rusak... pantai yang sangat di depan hotel yang ada disana...kondisi air nya 
sudah sangat tidak layak bagi pantai wisata.  Rombongan kami tidak jadi 
mendarat,...karena kapal tidak mungkin merapat dalam kondisi demikian.  
Saya pikir Pemkab Karo perlu memikirkan dengan seksama, antara pemilihan 
budidaya ikan dengan pengembangan wisata di Tongging, atau paling tidak 
mendapatkan suatu keseimbangan dimana ke-2 sektor ini tidak saling 
menghancurkan tapi saling mendukung satu dengan lainnya.
 
Catatan untuk pak Sitepu, Kadis Parawisata ....: bagi kami orang yang awam  
pak, ukurannya pengunjung ramai adalah kalau bidang itu dapat menghidupi 
pengusaha di bidang itu (perhotelan, travel agency, masyarakat setempat) 
sehingga mereka tidak perlu beralih ke budidaya keramba ikan, yang sangat 
mengusik eksotika alam karunia Tuhan yang luar biasa bagi Tanah Karo.
 
Bujur Mjj.

--- Pada Kam, 27/5/10, Alexander Firdaust <[email protected]> menulis:


Dari: Alexander Firdaust <[email protected]>
Judul: [tanahkaro] Eksotika Alam Togging
Kepada: [email protected], [email protected], 
[email protected]
Tanggal: Kamis, 27 Mei, 2010, 1:51 AM


  








DESA Tongging merupakan salah satu kawasan wisata terindah di Sumatera Utara. 
Desa yang terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo ini menyuguhkan tiga 
wisata alam sekaligus, pemandangan alam, pantai, dan air terjun.
 
Untuk bisa memasuki desa seluas 2.000 ha ini, terlebih dahulu harus menempuh 
perjalanan darat sekitar 110 km ke arah barat dari Kota Medan, atau sekitar 
tiga jam perjalanan. 

Dalam perjalanan menuju Tongging, kita akan meninggalkan Kota Medan, melintasi 
Kabupaten Deliserdang dan memasuki Kota Brastagi, yang merupakan gerbang masuk 
Kabupaten Karo. Dalam perjalanan menuju Kota Brastagi, kita akan dihadapkan 
pada jalanan menanjak dan berliku, mengitari Bukit Barisan. Suasana sejuk 
pegunungan pun terasa mengusik tubuh. Dalam perjalanan ini, kita pun akan 
disuguhkan indahnya pemandangan alam khas kawasan hutan Bukit Barisan, 
Pegunungan Sibayak dan Sinabung.
 
Bahkan dalam perjalanan itu, kita melewati berbagai objek wisata yang layak 
dikunjungi, dari pemandian alam Sembahe, wisata alam Sibolangit, taman hutan 
raya (Tahura), dan Kota Brastagi. Namun, keistimewaan alam Tongging menyulap 
kami untuk terus menempuh perjalanan menuju Tongging.
 
Salah satu hal menarik lainnya yang dapat kita nikmati dalam perjalanan itu 
adalah pemandangan kawasan pertanian yang terbentang luas di sebelah kiri dan 
kanan jalur lintasan kendaraan, yakni komoditas pertanian seperti kol, wortel, 
tomat, cabe, terong, dan bawang terlihat tersusun begitu indah.

Serta beberapa produk komoditi perkebunan seperti kopi, stroberi, jeruk, dan 
jagung. Kabupaten Karo memang terkenal sebagai salah satu kawasan utama 
pertanian di Sumatera Utara. Setiba di Kecamatan Merek, kita akan disuguhi 
pemandangan gunung tunggal yang diberi nama Gunung Sipiso-piso. Nah bila sudah 
sampai di sini, berarti Desa Tongging sudah dekat, karena desa ini terletak 
tepat di belakang Gunung Sipiso-piso. 

Dari persimpangan tiga Merek menuju Desa Tongging, hanya berjarak 8 km. Dari 
lokasi masuk, kita akan menempuh perjalanan menurun curam dan berkelok sekitar 
5 km. Namun, jangan khawatir sebab jalan yang dilalui sudah beraspal hot mix, 
hanya para pengemudi harus lebih berhati-hati sebab kita berjalan di pinggiran 
tebing bukit, dan sebelah kiri jurang. Tetapi dari sini, kita terpuaskan karena 
sudah dapat melihat Desa Tongging yang tepat berada di bibir pantai Danau Toba.

Menjelajahi Tongging ibarat mengunjungi sebuah negeri impian. Eksotika alam dan 
panorama yang disuguhkan mengundang decak kagum. Begitu tiba di Desa Tongging, 
kita langsung disambut sejuknya alam pegunungan. Selain itu, kita dapat bebas 
memandang indahnya hamparan air Danau Toba yang biru dikelilingi untaian bukit 
dan gunung yang mengitari Pulau Samosir. Beberapa pondok istirahat pun 
disediakan tepat di pinggir pantai. Dari pondok ini, kita akan dapat melihat 
indahnya hamparan danau toba yang dikelilingi bukitbukit, sambil menikmati 
makanan ikan bakar khas dari Danau Toba.
 
Tongging, selain dikaruniai tanah yang subur, juga dianugerahi panorama alam 
nan memesona. Tongging dapat menyulap kepenatan hiruk-pikuk kota, menjadi 
ketenangan dan kedamaian suasana desa.

Panorama alam di kawasan Tongging memang punya spesifikasi yang berbeda dengan 
wisata lain di Kabupaten Karo atau bahkan di kabupaten lainnya.
 
Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Karo Dinasti Sitepu mengatakan wisata alam 
Tongging memang punya nilai yang berbeda dengan objek wisata lain. 
Selain diapit oleh berbagai bukit di kawasan Danau Toba,Tongging juga punya 
nilai estetika lain berupa wisata air terjun di Bukit Sipisopiso. ”Tongging 
memang sudah menjadi wisata unggulan Pemkab Karo dan Sumut, selain Danau Toba. 
Setiap tahun jumlah wisatawan yang berkunjung selalu ramai,” jelasnya.
(Koran SI/Koran SI/tty)Sumber: http://lifestyle. okezone.com/ konsultasi/ 
read/2010/ 05/26/25/ 336712/eksotika- alam-togging

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community








Kirim email ke