Sabtu, 29/05/2010 20:02 WIB
Walhi Prihatin Kasus Lapindo Jadi Dagangan Politik SBY-Ical
Irwan Nugroho – detikNews
 
Jakarta - Empat tahun lamanya kasus luapan lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur 
(Jatim), atau lumpur lapindo terbengkalai. Namun, alih-alih akan diatasi secara 
tuntas, kasus tersebut justru menjadi dagangan politik.

"Kasus lapindo dijadikan alat politik, menjadi dagangan politik antara Ical 
dengan SBY. Pembentukan Sekber yang kemudian SBY menunjuk Aburizal sebagai 
ketua mengindikasikan kuat adanya deal politik. Kasus Lapindo ini telah 
di-bargain dengan kasus century," ujar Executive Director Walhi, Berry Nahdian 
Forqan kepada detikcom, Sabtu (29/5/2010).

Menurut Berry, perkawinan politik antara SBY dan Ical itu klop sudah dimana 
masing-masing mempunyai kelemahan sehingga akan saling menutupi. Ini akan 
menyebabkan rakyat, khususnya korban Lapindo, semakin menderita. Di sisi lain 
penegakan hukum atas kasus tersebut makin suram.

Dia memprediksi, kasus luapan lumpur yang menenggelamkan desa-desa di Sidoarjo 
itu nantinya tidak akan diapa-apakan oleh rezim SBY. Kalau pun diselesaikan, 
pihak Bakrie lah yang akan diuntungkan.    

"Kecurigaan saya, Bakrie akan menggunakan instrumen negara melalui SBY untuk 
menyelesaikan lapindo ini terkait pembiayaan. Ada kemungkinan ia mendorong 
lumpur lapindo dijadikan bencana nasional, sehingga penanganannya menggunakan 
APBN," ungkap Berry.

Berry menambahkan, Walhi mengajak masyarakat untuk bahu membahu meringankan 
beban masyarakat Sidoarjo yang menjadi korban lumpur lapindo. Kolektivitas 
publik ini diperlukan mengingat perselingkuhan politik di tingkat elit atas 
kasus lapindo sudah sangat memiriskan hati.

"Saya kira tidak kita tidak bisa berharap lagi kepada Presiden SBY. Kita 
melihat perselingkuhan politik itu sangat miris sekali. Makanya kita berharap 
publik memberi bantuan untuk meringankan beban para korban," pinta Berry.

(irw/irw)

Kirim email ke