Esok, hari Sabtu tanggal 5 Juni, tepat pada peringatan pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sebanyak 500 orang jemaat gereja akan melakukan aksi penanaman pohon di lokasi.
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Durin Tonggal, Kec. Pancur Batu, Sumatera Utara [1]. Penanaman pohon ini diorganisir oleh United Evangical Mission (UEM), persekutuan gerejagereja di tiga benua kantor regional Asia, Medan [2]. Kegiatan ini diikuti oleh gereja-gereja anggota UEM Sumatera Utara, Universitas Nomensen, LSM Hijau Sehat Bersih (HSB) dan masyarakat setempat. Panitia kegiatan menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program UEM Sunday. Kegiatan sosial ini juga dilakukan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya. Kegiatan ini merupakan aksi lokal yang konkrit untuk memperlambat pengaruh dari perubahan iklim. United Evangelical Mission (UEM), sebagai sebuah persekutuan gerejagereja di Jerman, Afrika dan Asia menekankan tanggung jawab gereja dan masyarakat untuk mengatasi masalah pengaruh perubahan iklim ini, melalui kegiatan-kegiatan khusus seperti penanaman pohon, memperkenalkan sistem pertanian berkelanjutan, menjaga hutan dan mengembangkan sumber-sumber energi terbarukan serta turut mengentaskan kemiskinan ekstrim. Longgena Ginting, Konsultan Regional program Keadilan Iklim UEM menyatakan: "Barangkali ini sebuah kegiatan yang nampaknya terlalu kecil dan sia-sia untuk melindungi iklim dari ancaman perubahan iklim yang besar mengancam kita. Namun kaum Kristiani dapat mengambil langkah kecil ini sambil melakukan aksi lain yang berarti bagi iklim dunia yang lebih baik. Ia menambahkan bahwa dunia kini secara perlahan terbangun oleh ancaman dahsyat dari perubahan iklim seperti halnya yang diingatkan oleh para ilmuwan dunia akan bahaya yang belum sepenuhnya dimengerti dari perubahan iklim ini. Perhatian dunia terutama kini tertuju atas impak perubahan iklim seperti kekeringan, banjir, kenaikan permukaan laut, ancamanan ketahanan pangan, merosotnya keanekaragaman hayati, penyusutan sumbersumber air dan perubahan cuaca ekstrim. Semua ini telah menjadikan konsensus luas bahwa perubahan iklim adalah sebuah ancaman terbesar yang dihadapi oleh umat manusia saat ini. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), perubahan iklim mengakibatkan kematian 160.000 orang setiap tahunnya. UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT HARAP HUBUNGI: Rosy Tampubolon ([email protected]), HP: 081361239359 Longgena Ginting ([email protected]), HP: 081283925720 CATATAN UNTUK WARTAWAN: [1] Tempat acara penanaman pohon adalah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah Pancur Batu yaitu "TPA DURIN TONGGAL PANCUR BATU", bukan TPA Namo Bintang. Kedua TPA tersebut berada sekitar daerah Pancur Batu dengan jarak 5 km. Jalan masuk ke lokasi TPA Sampah "Durin Tonggal" dapat dicapai dari Simpang Kongsi Jl. Jamin Ginting KM 14,5 (dari samping Tempat Wisata HAIROS INDAH) yang akan melewati TPA Namo Bintang. Panitia akan ada berjaga di simpang ini dan akan menuntun/menunjukkan arah ke lokasi acara (Panitia akan memakai kaos warna hijau) [2] UEM lihat www.vemission.org
