Astaghfirullah..Surya Kemungkinan Ditembak dari Helikopter
Oleh Hanin Mazaya pada Senin 07 Juni 2010, 09:43 AM
JAKARTA (Arrahmah.com) --Surya Fachrizal Ginting, wartawan Suara Hidayatullah 
yang ikut dalam misi kemanusiaan Jalur Gaza, kemungkinan besar ditembak oleh 
pasukan Israel dari atas helikopter. Hal ini berdasarkan analisa dari Dr Arief 
Rachman, anggota relawan Indonesia dari MER-C melalui pesan singkatnya kepada 
Republika, Senin (7/6).
Menurut Arief, Surya ditembak pada bagian dada kanan atas kanan. Akibat 
penembakan tersebut, Surya mengalami Hematopneumotoraks yaitu pendarahan dan 
penggelembungan organ di dalam dada. Selain itu, Surya juga mengalami patah 
tulang iga ke-8 di bagian kanan yang menyebabkan sobeknya liver-nya (hati).

"Berdasarkan luka-luka yang ia alami, besar kemungkinan ia ditembak oleh 
pasukan Israel dari atas helikopter," ucap Arief.

Arief membantah pemberitaan dari sejumlah media yang menyatakan bahwa Surya 
ditembak di atas Kapal Mavi Marmara setelah pasukan Israel turun dari 
helikopter apalagi setelah para relawan melakukan perlawanan kepada pasukan 
Israel. Menurutnya, pemberitaan tersebut tidak dikonfirmasikan terlebih dahulu 
pada saksi mata atau relawan yang berada di dekat Surya. "Pemberitaan bahwa 
relawan menyerang pasukan Israel itu kan versi mereka (Israel-red)," ucap Arief.

Sebagai contoh, Arief mengatakan, sebelum pasukan Israel turun dari helikopter 
menuju kapal Mavi Marmara, telah terdengar bunyi ledakan dan rentetan tembakan. 
Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa pasukan Israel telah menyerang para 
relawan dari atas helikopter.

Sementara itu, Direktur MER-C, Dr Jose Rizal Jurnalis, mengatakan, Sementara 
itu empat relawan dari MER-C yang saat ini juga berada dalam perlindungan KBRI 
Amman, belum kembali ke Tanah Air. Keempat relawan dimaksud adalah Nur Fitri 
Moeslim Taher (Ketua Tim MER-C), Arief Rachman, Abdillah Onim, dan Nur Ikhwan 
Abadi. Menurut Jose, alasan para relawan tersebut belum akan pulang karena 
masih menunggu Surya sampai kondisinya benar-benar membaik.

Lebih lanjut Jose mengatakan, relawan Indonesia yang berasal dari KISPA dan 
satu orang wartawan TV One, dijadwalkan pulang pada hari Senin (7/6) ke tanah 
air. "Mereka lebih dahulu pulang pada hari ini," ucap Jose. 
(republika/arrahmah.com)
 
 

Kirim email ke