Jalan Negara yang Rusak di Daerah, Potret Kegagalan
Pemimpin
Kabanjahe, (Analisa) Rusaknya jalan Kabanjahe menghubungkan Tiga Binanga dan
Lau Pakam, menandakan kegagalam kepemimpinan daerah. Gagal, karena
pemerintah daerah tidak bersinerji dengan Pemprovsu maupun pemerintah
pusat.
"Berapa desa dan puluhan ribu masyarakat Karo yang
menderita, akibat jalan yang sudah lama rusak itu," ungkap Ketua Umum
Perkumpulan Independen Pesikap Tanah Karo (PIPTK) Cuaca Bangun SE Ak
MSi didampingi Ketua Perwakilan PIPTK Tanah Karo, Robert Tarigan, SH
dalam dialog antara Perkumpulan Independen Pesikap Tanah Karo dengan
kalangan partai politik dan tokoh masyarakat, di kampus Universitas
Quality Kabanjahe, Sabtu (19/6). Dikatakannya,
walaupun sumber dana bukan dari APBD Karo, tapi lobi-lobi bisa
dilakukan. Jalan sebagai infrastruktur vital rakyat bisa dibangun atau
diperbaiki dengan dana APBD provinsi atau dana dekonsentrasi dan
diarahkan membangun jalan yang rusak. "Disini
memang dibutuhkan kepiawaian dan kemampuan seorang manajer atau kepala
daerah melakukan lobi-lobi di luar Tanah Karo," ucapnya. Kalau jalan tidak
bisa diperbaiki dengan alasan urusan
provinsi atau pusat, menurutnya itu satu hal alasan untuk pembenaran
yang salah. Diharapkan kejelian partai politik
mencari atau menjaring bakal calon bupati dan wakilnya berdasarkan
kriteria-kriteria yang jelas dan terbuka, serta kemampuannya melakukan
lobi-lobi ke provinsi atau pusat, serta jejak rekamnya yang tidak
perlu diragukan lagi, ujar Cuaca Bangun. Robert
Tarigan, SH mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan sangat penting
untuk mempercepat proses peningkatan perekonomian rakyat dalam segala
bidang. Untuk itu, PIPTK sebagai salah satu organisasi lembaga swadaya
masyarakat, tidak terkecuali elemen-elemen masyarakat lainnya juga,
sangat berkewajiban mendapatkan manajer atau bupati terpilih nanti
sesuai harapan masyarakat daerah ini. "Kami
merindukan sosok bupati terpilih nanti, betul-betul bisa
mengartikulasikan bahasa rakyat, hingga peningkatan taraf hidup
masyarakat bukan lagi sekadar wacana politik, tapi bisa segera
diwujudkan,"ujar Robert Tarigan yang juga Sekretaris Lions Club Tanah
Karo Simalem. Pembicara Drs Bengkel Ginting MSi
mengatakan, dari beberapa diskusi penguatan kelompok masyarakat sipil,
menggambarkan beberapa pandangan kritis atas munculnya sejumlah calon
dan sepak terjangnya. Dari beberapa tipe dan
gaya kepemimpinan apa yang dibutuhkan Kabupaten Karo saat ini,
ternyata dibutuhkan sosok bupati yang berani melakukan terobosan dan
gaya kepemimpinan yang menjemput bola. Artinya, di samping bupati harus
inovatif, visioner juga semakin dituntut proaktif menjemput aspirasi
rakyat. Ditambahkannya, sosok bupati terpilih
nanti diharapkan, yang lebih sering jalan-jalan ke pedesaan, atau
sekali-sekali naik mobil penumpang umum (MPU), berbaur bersama rakyat,
hingga derap langkah pembangunan yang bersinerji dengan tuntutan
kebutuhan rakyat bisa terwujud dan diaplikasikan secepatnya.
(ps)
Sumber:
http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=59083:jalan-negara-yang-rusak-di-daerah-potret-kegagalan-pemimpin&catid=51:umum
Salam Mejuah Juah
Karo Cyber Community