Mjjh...

Yang gagal bukan cuma Bupati (enak aja nyalahin bupati)...., dari dulu kuja 
kena ??? he he....

Masyarakat Karo secara umum gagal dalam berjejaring, gagal dan memantau, dan 
gagal dalam berpartisipasi. 

Barangkali....he hee

Kikin Tarigan






________________________________
From: Alexander Firdaust <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Sent: Mon, June 21, 2010 5:02:18 PM
Subject: [komunitaskaro] Jalan Rusak adalah Potret Kegagalan Pemimpin

  
Jalan Negara yang Rusak di Daerah, Potret Kegagalan 
Pemimpin        
Kabanjahe,  (Analisa)
Rusaknya jalan Kabanjahe  menghubungkan Tiga Binanga dan Lau  Pakam, menandakan 
kegagalam  kepemimpinan daerah. Gagal, karena 
pemerintah daerah  tidak bersinerji  dengan Pemprovsu maupun pemerintah 
pusat. 
"Berapa  desa dan puluhan ribu masyarakat Karo yang 
menderita,  akibat jalan  yang sudah lama rusak itu," ungkap Ketua Umum 
Perkumpulan  Independen  Pesikap Tanah Karo (PIPTK) Cuaca Bangun SE Ak 
MSi didampingi Ketua   Perwakilan PIPTK Tanah Karo, Robert Tarigan, SH 
dalam dialog antara  Perkumpulan  Independen Pesikap Tanah Karo dengan 
kalangan partai  politik dan tokoh  masyarakat, di kampus Universitas 
Quality Kabanjahe,  Sabtu (19/6).
Dikatakannya, 
walaupun sumber dana  bukan dari APBD Karo, tapi  lobi-lobi bisa 
dilakukan. Jalan sebagai  infrastruktur vital rakyat bisa dibangun  atau 
diperbaiki dengan dana  APBD provinsi atau dana dekonsentrasi dan 
diarahkan  membangun jalan  yang rusak. 
"Disini 
memang dibutuhkan kepiawaian  dan kemampuan seorang  manajer atau kepala daerah 
melakukan lobi-lobi  di luar Tanah Karo," ucapnya.
Kalau jalan tidak  bisa diperbaiki dengan alasan urusan 
provinsi  atau pusat, menurutnya  itu satu hal alasan untuk pembenaran 
yang salah. 
Diharapkan  kejelian partai politik 
mencari atau menjaring bakal  calon bupati dan  wakilnya berdasarkan 
kriteria-kriteria yang jelas dan terbuka,  serta  kemampuannya melakukan 
lobi-lobi ke provinsi atau pusat, serta jejak   rekamnya yang tidak 
perlu diragukan lagi, ujar Cuaca Bangun.
Robert 
Tarigan, SH mengatakan, pembangunan infrastruktur  jalan  sangat penting untuk 
mempercepat proses peningkatan perekonomian  rakyat dalam  segala bidang. Untuk 
itu, PIPTK sebagai salah satu  organisasi lembaga swadaya masyarakat, tidak 
terkecuali elemen-elemen  masyarakat lainnya juga, 
sangat  berkewajiban mendapatkan manajer atau  bupati terpilih nanti 
sesuai harapan  masyarakat daerah ini. 
"Kami 
merindukan sosok bupati terpilih nanti,  betul-betul bisa  
mengartikulasikan bahasa rakyat, hingga peningkatan  taraf hidup 
masyarakat bukan  lagi sekadar wacana politik, tapi bisa  segera 
diwujudkan," ujar Robert Tarigan  yang juga Sekretaris Lions Club  Tanah 
Karo Simalem.
Pembicara Drs Bengkel Ginting  MSi 
mengatakan, dari beberapa  diskusi penguatan kelompok masyarakat  sipil, 
menggambarkan beberapa pandangan  kritis atas munculnya sejumlah  calon dan 
sepak terjangnya. 
Dari beberapa tipe  dan 
gaya kepemimpinan apa yang dibutuhkan  Kabupaten Karo saat ini,  
ternyata dibutuhkan sosok bupati yang berani melakukan  terobosan dan  
gaya kepemimpinan yang menjemput bola. Artinya, di samping bupati  harus 
inovatif, visioner juga semakin dituntut proaktif menjemput aspirasi   rakyat.
Ditambahkannya, sosok bupati terpilih  
nanti diharapkan, yang  lebih sering jalan-jalan ke pedesaan, atau  
sekali-sekali naik mobil penumpang  umum (MPU), berbaur bersama rakyat,  hingga 
derap langkah pembangunan yang  bersinerji dengan tuntutan  
kebutuhan rakyat bisa terwujud dan diaplikasikan  secepatnya.(ps)
Sumber:http://www.analisad aily.com/ index.php? option=com_ 
content&view=article&id=59083:jalan- negara-yang- rusak-di- daerah-potret- 
kegagalan- pemimpin&catid=51:umum

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community
 

 


      

Kirim email ke