Jalan-jalan di seluruh Indonesia kap ceda, termasuk beberapa km dari Istana Negara. Masyarakat karo kah yang disalahkan?
Bang KT --- On Mon, 6/21/10, Inigo Tarigan <[email protected]> wrote: From: Inigo Tarigan <[email protected]> Subject: [tanahkaro] Jalan Rusak adalah Potret Kegagalan Masyarakat Karo To: [email protected], [email protected] Date: Monday, June 21, 2010, 10:30 AM Mjjh... Yang gagal bukan cuma Bupati (enak aja nyalahin bupati)...., dari dulu kuja kena ??? he he.... Masyarakat Karo secara umum gagal dalam berjejaring, gagal dan memantau, dan gagal dalam berpartisipasi. Barangkali.. ..he hee Kikin Tarigan From: Alexander Firdaust <daustco...@yahoo. com> To: infok...@yahoogroup s.com; tanahk...@yahoogrou ps.com; komunitaskaro@ yahoogroups. com Sent: Mon, June 21, 2010 5:02:18 PM Subject: [komunitaskaro] Jalan Rusak adalah Potret Kegagalan Pemimpin Jalan Negara yang Rusak di Daerah, Potret Kegagalan Pemimpin Kabanjahe, (Analisa) Rusaknya jalan Kabanjahe menghubungkan Tiga Binanga dan Lau Pakam, menandakan kegagalam kepemimpinan daerah. Gagal, karena pemerintah daerah tidak bersinerji dengan Pemprovsu maupun pemerintah pusat. "Berapa desa dan puluhan ribu masyarakat Karo yang menderita, akibat jalan yang sudah lama rusak itu," ungkap Ketua Umum Perkumpulan Independen Pesikap Tanah Karo (PIPTK) Cuaca Bangun SE Ak MSi didampingi Ketua Perwakilan PIPTK Tanah Karo, Robert Tarigan, SH dalam dialog antara Perkumpulan Independen Pesikap Tanah Karo dengan kalangan partai politik dan tokoh masyarakat, di kampus Universitas Quality Kabanjahe, Sabtu (19/6). Dikatakannya, walaupun sumber dana bukan dari APBD Karo, tapi lobi-lobi bisa dilakukan. Jalan sebagai infrastruktur vital rakyat bisa dibangun atau diperbaiki dengan dana APBD provinsi atau dana dekonsentrasi dan diarahkan membangun jalan yang rusak. "Disini memang dibutuhkan kepiawaian dan kemampuan seorang manajer atau kepala daerah melakukan lobi-lobi di luar Tanah Karo," ucapnya. Kalau jalan tidak bisa diperbaiki dengan alasan urusan provinsi atau pusat, menurutnya itu satu hal alasan untuk pembenaran yang salah. Diharapkan kejelian partai politik mencari atau menjaring bakal calon bupati dan wakilnya berdasarkan kriteria-kriteria yang jelas dan terbuka, serta kemampuannya melakukan lobi-lobi ke provinsi atau pusat, serta jejak rekamnya yang tidak perlu diragukan lagi, ujar Cuaca Bangun. Robert Tarigan, SH mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan sangat penting untuk mempercepat proses peningkatan perekonomian rakyat dalam segala bidang. Untuk itu, PIPTK sebagai salah satu organisasi lembaga swadaya masyarakat, tidak terkecuali elemen-elemen masyarakat lainnya juga, sangat berkewajiban mendapatkan manajer atau bupati terpilih nanti sesuai harapan masyarakat daerah ini. "Kami merindukan sosok bupati terpilih nanti, betul-betul bisa mengartikulasikan bahasa rakyat, hingga peningkatan taraf hidup masyarakat bukan lagi sekadar wacana politik, tapi bisa segera diwujudkan," ujar Robert Tarigan yang juga Sekretaris Lions Club Tanah Karo Simalem. Pembicara Drs Bengkel Ginting MSi mengatakan, dari beberapa diskusi penguatan kelompok masyarakat sipil, menggambarkan beberapa pandangan kritis atas munculnya sejumlah calon dan sepak terjangnya. Dari beberapa tipe dan gaya kepemimpinan apa yang dibutuhkan Kabupaten Karo saat ini, ternyata dibutuhkan sosok bupati yang berani melakukan terobosan dan gaya kepemimpinan yang menjemput bola. Artinya, di samping bupati harus inovatif, visioner juga semakin dituntut proaktif menjemput aspirasi rakyat. Ditambahkannya, sosok bupati terpilih nanti diharapkan, yang lebih sering jalan-jalan ke pedesaan, atau sekali-sekali naik mobil penumpang umum (MPU), berbaur bersama rakyat, hingga derap langkah pembangunan yang bersinerji dengan tuntutan kebutuhan rakyat bisa terwujud dan diaplikasikan secepatnya. (ps) Sumber: http://www.analisad aily.com/ index.php? option=com_ content&view=article&id=59083:jalan- negara-yang- rusak-di- daerah-potret- kegagalan- pemimpin&catid=51:umum Salam Mejuah Juah Karo Cyber Community
