Baru kemaren tiba di kota Medan, amboi jalan2 utamanya mulus tenan dibanding 2 
tahun lalu. 

Kalau perbandingan jalan baik dalam kota maupun penghubung sepertinya akan 
banyak yg perlu didiskusikan, apakah ada kaitannya dgn PAD????

 di jakarta saja sbg ibu kota banyak betul tuh lobang2nya. 

Kalau utk Takasima, kai ngenda si banci jadi partisipasi kalak karo gelah dalan 
enda mehuli, 
Bukankah yg namanya FASUM itu menjadi kewajiban pemerintah?

Ntah perlu kang ibahan bagi daerah2 sideban adi lit dalan si ceda tanemna 
batang galuh, lang tutup saja sekalian. Ntah banci kange lalit kalak karo si 
pang (demo) besar2an...sorry sedikit ngompori

Salam,
Antoni Ginting

MyPhone®

-----Original Message-----
From: "gimut" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 21 Jun 2010 15:13:22 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [tanahkaro] Re: Jalan Rusak adalah Potret Kegagalan Masyarakat Karo

Sekarang apa pantas nyari yang salah
Buat dulu yang baik baru tunjukkan yang salah
Harusnya masyarakat Suku Karo
Mengurus Kabupaten Karo
Model mengelola Rumah Adat
Kombinasi management masa kini.
Salam mejuahjuah. 



--- In [email protected], Inigo Tarigan <kikintari...@...> wrote:
>
> Mjjh...
> 
> Yang gagal bukan cuma Bupati (enak aja nyalahin bupati)...., dari dulu kuja 
> kena ??? he he....
> 
> Masyarakat Karo secara umum gagal dalam berjejaring, gagal dan memantau, dan 
> gagal dalam berpartisipasi. 
> 
> Barangkali....he hee
> 
> Kikin Tarigan
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>________________________________
> From: Alexander Firdaust <daustco...@...>
> To: [email protected]; [email protected]; 
> [email protected]
> Sent: Mon, June 21, 2010 5:02:18 PM
> Subject: [komunitaskaro] Jalan Rusak adalah Potret Kegagalan Pemimpin
> 
>   
> Jalan Negara yang Rusak di Daerah, Potret Kegagalan 
> Pemimpin        
> Kabanjahe,  (Analisa)
> Rusaknya jalan Kabanjahe  menghubungkan Tiga Binanga dan Lau  Pakam, 
> menandakan kegagalam  kepemimpinan daerah. Gagal, karena 
> pemerintah daerah  tidak bersinerji  dengan Pemprovsu maupun pemerintah 
> pusat. 
> "Berapa  desa dan puluhan ribu masyarakat Karo yang 
> menderita,  akibat jalan  yang sudah lama rusak itu," ungkap Ketua Umum 
> Perkumpulan  Independen  Pesikap Tanah Karo (PIPTK) Cuaca Bangun SE Ak 
> MSi didampingi Ketua   Perwakilan PIPTK Tanah Karo, Robert Tarigan, SH 
> dalam dialog antara  Perkumpulan  Independen Pesikap Tanah Karo dengan 
> kalangan partai  politik dan tokoh  masyarakat, di kampus Universitas 
> Quality Kabanjahe,  Sabtu (19/6).
> Dikatakannya, 
> walaupun sumber dana  bukan dari APBD Karo, tapi  lobi-lobi bisa 
> dilakukan. Jalan sebagai  infrastruktur vital rakyat bisa dibangun  atau 
> diperbaiki dengan dana  APBD provinsi atau dana dekonsentrasi dan 
> diarahkan  membangun jalan  yang rusak. 
> "Disini 
> memang dibutuhkan kepiawaian  dan kemampuan seorang  manajer atau kepala 
> daerah melakukan lobi-lobi  di luar Tanah Karo," ucapnya.
> Kalau jalan tidak  bisa diperbaiki dengan alasan urusan 
> provinsi  atau pusat, menurutnya  itu satu hal alasan untuk pembenaran 
> yang salah. 
> Diharapkan  kejelian partai politik 
> mencari atau menjaring bakal  calon bupati dan  wakilnya berdasarkan 
> kriteria-kriteria yang jelas dan terbuka,  serta  kemampuannya melakukan 
> lobi-lobi ke provinsi atau pusat, serta jejak   rekamnya yang tidak 
> perlu diragukan lagi, ujar Cuaca Bangun.
> Robert 
> Tarigan, SH mengatakan, pembangunan infrastruktur  jalan  sangat penting 
> untuk mempercepat proses peningkatan perekonomian  rakyat dalam  segala 
> bidang. Untuk itu, PIPTK sebagai salah satu  organisasi lembaga swadaya 
> masyarakat, tidak terkecuali elemen-elemen  masyarakat lainnya juga, 
> sangat  berkewajiban mendapatkan manajer atau  bupati terpilih nanti 
> sesuai harapan  masyarakat daerah ini. 
> "Kami 
> merindukan sosok bupati terpilih nanti,  betul-betul bisa  
> mengartikulasikan bahasa rakyat, hingga peningkatan  taraf hidup 
> masyarakat bukan  lagi sekadar wacana politik, tapi bisa  segera 
> diwujudkan," ujar Robert Tarigan  yang juga Sekretaris Lions Club  Tanah 
> Karo Simalem.
> Pembicara Drs Bengkel Ginting  MSi 
> mengatakan, dari beberapa  diskusi penguatan kelompok masyarakat  sipil, 
> menggambarkan beberapa pandangan  kritis atas munculnya sejumlah  calon dan 
> sepak terjangnya. 
> Dari beberapa tipe  dan 
> gaya kepemimpinan apa yang dibutuhkan  Kabupaten Karo saat ini,  
> ternyata dibutuhkan sosok bupati yang berani melakukan  terobosan dan  
> gaya kepemimpinan yang menjemput bola. Artinya, di samping bupati  harus 
> inovatif, visioner juga semakin dituntut proaktif menjemput aspirasi   rakyat.
> Ditambahkannya, sosok bupati terpilih  
> nanti diharapkan, yang  lebih sering jalan-jalan ke pedesaan, atau  
> sekali-sekali naik mobil penumpang  umum (MPU), berbaur bersama rakyat,  
> hingga derap langkah pembangunan yang  bersinerji dengan tuntutan  
> kebutuhan rakyat bisa terwujud dan diaplikasikan  secepatnya.(ps)
> Sumber:http://www.analisad aily.com/ index.php? option=com_ 
> content&view=article&id=59083:jalan- negara-yang- rusak-di- daerah-potret- 
> kegagalan- pemimpin&catid=51:umum
> 
> Salam Mejuah Juah
> 
> Karo Cyber Community
>



Kirim email ke