Jumat, 02/07/2010 08:18 WIB
Kriminolog: Dampak Kriminal Lokalisasi Judi Lebih Kecil 
Andri Haryanto – detikNews
Jakarta - Usulan melokalisir arena judi di Indonesia disambut baik kriminolog 
Universitas Indonesia (UI) Prof Adrianus Meliala. Melokalisir judi tidak akan 
berdampak banyak terhadap kalangan bawah, karena hanya kalangan masyarakat atas 
yang dapat masuk dalam kawasan tersebut.

"Dampak kriminalnya jauh lebih kecil ketimbang menghandapi orang-orang kecil 
yang bermain judi," tutur Adrianus saat berbincang dengan detikcom, Jumat 
(2/7/2010).

Adrianus menyatakan, bermain judi di lokalisasi judi merupakan gaya hidup orang 
kaya, jadi masa bodo amat kalau orang kaya itu bangkrut. "Kalaupun bangkrut 
tidak terlalu berpengaruh," katanya.
 
Adrianus mencontohkan pola yang ada di kawasan judi di Las Vegas di mana setiap 
penjudi diwajibkan untuk mendepositkan sejumlah uang, sekitar Rp 50 juta.

"Siapa yang punya uang segitu kalau bukan orang kaya, hal seperti itu tidak 
bisa dilakukan oleh masyarakat di kalangan bawah," tuturnya.

Hadirnya lokalisasi, jelas Adrianus, tidak bisa dipungkiri akan menimbulkan 
kecemburuan sosial. Tapi itu tidak akan berlangsung lama karena akan terseleksi 
dengan sendirinya karena fasilitas tersebut memang hanya akan cocok bagi orang 
kaya.

"Kecemburuan sosial pasti ada, tapi itu tidak akan berlangsung lama," ujarnya.

Meski demikian, Adrianus pesimistis pemerintah berniat membangun lokolisasi 
judi. "Pemerintah tidak mau mengambil kebijakan politik yang kontroversial. 
Pemerintah takut diserang lawan politiknya yang sering berbicara moral," 
ujarnya.

Warga negara Indonesia menduduki peringkat ke-3 sebagai orang yang paling 
banyak berjudi di Singapura. Melihat itu, Rois Syuriah PBNU, Masdar F Mas'udi 
menilai pemerintah harus segera membangun kawasan judi di Indonesia. 

Harapan dari lokalisasi tersebut adalah agar negara mendapat keuntungan yang 
dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.
(ahy/nrl) 




Kirim email ke