WARISAN SEJARAH
Pussis Datangkan Pembuat Keramik

Rabu, 7 Juli 2010 | 04:30 WIB
 
Medan, Kompas - Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial Universitas Negeri 
Medan atau Pussis-Unimed akan mendatangkan empat pembuat keramik dan tembikar 
dari Hinai, Kabupaten Langkat. Mereka akan melatih warga di Desa Paya Pasir, 
Kecamatan Medan Marelan, untuk membuat keramik dan tembikar agar ada kedekatan 
emosional dengan kedua benda itu.
”Kami sediakan bahan dan alatnya,” kata Ketua Pussis-Unimed Ichwan Azhari di 
Museum Pussis-Unimed, Selasa (6/7).
Dalam museum itu, dipajang berbagai tembikar, keramik, dan patung yang 
ditemukan di sekitar museum. Daerah di sekeliling museum merupakan situs Kota 
China, situs terpenting Sumut.
Ichwan berharap setelah warga mengenal tembikar dan keramik, mereka memiliki 
keterikatan emosional dan mencintainya. Benda itu adalah hasil peradaban 
bernilai tinggi.
Pelibatan warga dalam pelatihan dan praktik pembuatan tembikar dan keramik 
sebagai upaya menumbuhkan rasa memilik. Dengan demikian, warga ikut menjaganya.
Di situs Kota China yang luasnya 25 hektar, arkeolog menmukan berbagai artefak, 
seperti sisa bangunan tempat peribadatan, patung buddha, tembikar abad ke-13, 
dan keramik China abad ke-12. Ditemukan juga manik-manik, uang logam China, dan 
pecahan-pecahan kaca.
Stanov Purnawibowo dari Balai Arkeologi Medan menjelaskan, temuan di kawasan 
Kota China menjadi bukti Kota China bukan hanya sebagai pusat perniagaan, 
melainkan juga tempat ibadat.
Pedagang China ke Medan menggunakan kapal yang mengandalkan angin. Saat angin 
laut tidak bersahabat, mereka tinggal di Medan. ”Untuk spiritualitas, mereka 
mendirikan rumah ibadat. Mereka tidak melulu berdagang,” katanya.
Sayangnya, keramik, tembikar, dan berbagai peninggalan terancam habis. Banyak 
orang menggali dan menjualnya. Warga yang bertani di kawasan itu pun banyak 
yang ikut mencari barang antik dan menjualnya. (MHF)


      

Kirim email ke