Kamis, 08/07/2010 00:12 WIB
Koalisi LSM Minta Tokoh Penerima Bakrie Award Kembalikan Penghargaan
Aprizal Rahmatullah – detikNews
Jakarta - Koalisi sejumlah LSM mendesak agar tokoh-tokoh penerima Bakrie Award 
untuk mengembalikan penghargaan tersebut. Sikap itu diambil sebagai wujud 
solidaritas terhadap korban Lumpur Lapindo yang tak kunjung usai.

"Koalisi hari ini menyampaikan surat terbuka kepada tokoh-tokoh itu untuk 
mengembalikan award yang mereka terima dari Bakrie," ujar Koordinator Jaingan 
Advokasi Tambang (Jatam) Andree Wijaya dalam siaran pers yang diterima 
detikcom, Rabu (7/7/2010).

Menurut Andree, koalisi LSM menilai kasus Lumpur Lapindo kini sudah tenggelam 
akibat upaya kelompok Bakrie yang berusaha melakukan pencitraan. Salah satunya 
melalui pemberian penghargaan kepada para tokoh.

"Kasus ini semakin disamarkan dan Bakrie brhasil menggunakan kekuatan 
politiknya untuk mengubur kasus lumpur Lapindo. Seolah-olah pencitraan di 
publik tidak bersalah, padahal penderitaan masyarakat di Porong sangat terasa," 
imbuhnya.

Melalui koalisi yang diberi nama Gerakan Masyarakat Sipil Menuntut Keadilan 
Korban Lumpur, Andree menyampaikan bahwa tokoh-tokoh penerima Bakrie Award 
seharusnya malu dan menunjukkan empatinya kepada korban lumpur Lapindo. koalisi 
ini terdiri dari Walhi, Jatam, KIARA, Kontras, ICEL, LBH Masyarakat, YLBHI, 
Satu dunia, Solidaritas Perempuan, Imparsial, dan Institut Hijau Indonesia.

"Kita ingin mengingatkan kepada publik dan kepada masyarakat luas bahwa terjadi 
kejahatan lingkungan sehingga tidak layak Bakrie memberikan award," tandasnya.

Sebelumnya, wartawan senior Tempo Goenawan Muhammad (GM) mengembalikan 
penghargaan Bakrie karena merasa tidak sepaham dengan Aburizal Bakrie. Selain 
GM, pada tahun 2007, Franz Magnis Suseno menolak pemberian award itu. Romo 
Franz menolak karena keluarga Bakrie merupakan pemilik mayoritas PT Lapindo 
Brantas yang sedang bermasalah dengan semburan lumpur di Porong, Sidoarjo.
 
Bakrie Award telah menjadi agenda rutin Freedom Institue yang bekerja sama 
dengan Yayasan Ahmad Bakrie sejak 2003. Biasanya, Anugerah Bakrie Award 
diberikan menjelang Peringatan Kemerdekaan RI.
 
Selain GM, beberapa tokoh yang pernah mendapat penghargaan ini, antara lain 
Ignas Kleden, Nurcholish Madjid, Sartono Kartodirdjo, Sapardi Djoko Damono, 
Budi Darma, dan Arif Budiman. Masing-masing peraih Bakrie Award mendapat hadiah 
dari keluarga Bakrie Rp 100 juta.
 
Berikut daftar penerima Bakrie Award dari 2007-2009:
 
2007
 
1. Putu Wijaya  (bidang kesusastraan)
2. Prof Dr Franz Magnis Suseno (bidang pemikiran sosial). Tapi Franz menolak.
3. Prof Dr Sangkot Marzuki (bidang kedokteran)
4. Dr Jorga Ibrahim (bidang sains).
5. Lembaga Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi (BB Sukamandi) (bidang 
teknologi).
 

2008
 
1. Taufik Abdullah (pemikiran sosial)
2. Sutardji Calzoum Bachri (kesusastraan)
3. Mulyanto (Kedokteran)
4. Laksana Tri Handoko (untuk Sains)
5. Pusat Penelitian Kelapa Sawit untuk Teknologi.
 

2009
 
1. Sajogyo (pemikiran sosial)
2. AG Soemantri ( bidang kedokteran)
3. Pantur Silaban(bidang sains)
4. Warsito P Taruno (teknologi)
5. Danarto (bidang kesusastraan).

(ape/Ari)

Kirim email ke