Sejak sepekan terakhir, harga sayur-mayur di sejumlah sentra 
pengumpul hasil pertanian Tanah Karo dan Pasar Berastagi mengalami 
penurunan. Hal itu dibenarkan seorang pedagang yang setiap hari 
mengirim sayur-mayur ke Brandan, Andi Ginting, kepada Global di Pasar 
Berastagi, Selasa (20/7). 
Menurutnya, harga cabai merah yang 
semula berkisar Rp 40.000 per kg, turun menjadi Rp 28.000 per kg. Begitu
 juga tomat, dari Rp 4.000 per kg menjadi Rp 3.000 per kg, wartel 
menjadi Rp 3.000 dari Rp 4.000 per kg, kol Rp 1.500 dari Rp 2.000 per 
kg, dan buncis Rp 2.000 dari Rp 2.800 per kg. "Hanya cabai rawit 
yang masih naik. Sekarang harganya mencapai Rp 
25                                     Ribu per kilogram daris 
ebelumnya berkisar Rp 20.000 per kilogram," sebutnya.
Ia 
menyatakan, penurunan harga tersebut akibat meningkatnya pasokan 
sayur-mayur di sentra penampungan, seperti di Pasar Berastagi. Selain 
itu, para petani sudah banyak kembali beraktivitas di ladang, setelah 
sempat disibukkan keperluan mengurus pendidikan anak-anaknya. 
Berbeda
 dengan sayur-mayur, harga bahan kebutuhan pokok, seperti beras, gula, 
dan minyak goreng, justru melambung. Seorang pengurus Koperasi 
Pujakesuma Berastagi, Edy, mengimbau instansi terkait, khususnya Dinas 
Perdagangan Karo, berperan aktif melalui pemantauan harga di berbagai 
pasar tradisional. 
Di Langkat, reporter Global, M Arfan 
Lubis, melaporkan, harga bahan pokok, sayur-mayur dan bahan bangunan di 
Pusat Pasar Stabat dan Tanjungpura, relatif stabil.Harga cabai 
merah yang sepekan lalu mencapai Rp 49 ribu per kg, kini hanya berkisar 
Rp 30 ribuan. Kadis Perindustrian dan Perdagangan Langkat, Drs T Nilfan 
Shahari, membenarkan terjadinya fluktuasi harga tersebut. "Ini 
akibat tidak seimbangnya permintaan dengan persediaan. Tapi, kenaikan 
masih dalam batas kewajaran," ungkapnya.
Berdasarkan 
monitoring yang dilakukan pihaknya, Senin (19/7), diketahui harga beras 
ramos turun menjadi Rp 7.500 dari Rp 7.800 per kg, jenis IR mengalami 
kenaikan menjadi Rp 6.500 dari Rp 6.300 per kg, gula pasir Rp 10 ribu 
per kg, minyak goreng kemasan Rp 12 ribu, minyak goreng curah Rp 8.500 
per kg, daging sapi Rp 60 ribu per kg, ayam ras Rp 18 ribu per kg, ayam 
kampung Rp 32 ribu per kg, telur ayam ras Rp 900 per butir, serta bawang
 merah naik menjadi Rp 20 ribu per kg dari sebelumnya berkisar Rp 15 
ribu per kg.
Ia mengaku akan melakukan operasi pasar bila 
kenaikan harga telah melampaui batas. Pihaknya juga akan meminimalisir 
kemungkinan adanya penimbunan dari para grosir maupun oknum spekulan.
Sumber: 
http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=40867:sayur-turun-bahan-pokok-naik&catid=27:bisnis&Itemid=59

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke