Senin, 26/07/2010 02:57 WIB
Presiden Chile Tolak Permintaan Gereja Maafkan Pelanggar Berat HAM
Anwar Khumaini – detikNews
Chile - Presiden Chile Sabastian Pinere menolak proposal Gereja Katolik Roma 
agar pelaku pelanggaran HAM oleh militer Chile dimaafkan. Penolakan tersebut 
sebagai jawaban atas permintaan gereja Katolik Roma yang meminta agar 
pemerintah Chile minta maaf dalam sebuah proposal yang dilayangkan pada 21 Juli 
2010.

Permintaan agar pemerintah Chile meminta maaf tersebut justru dituding Pinera 
sebagai upaya untuk membuka luka lama. Oleh karenanya, Pinera dengan tegas 
mengatakan tidak akan mengampuni para tahanan yang diduga melakukan kejahatan 
di masa pemerintahan militer, seperti dilansir bbc, Senin (26/7/2010).

Seperti diketahui, sedikitnya 3.000 warga sipil tewas dibunuh oleh militer 
Chile antara tahun 1973 hingga 1990.

Sebelumnya, dalam sebuah konferensi, para uskup di Chile mendesak agar Pinera 
memberikan ampunan kepada para tahanan militer yang telah lama menjadi tahanan. 
Permohonan ini sebagai bagian dari peringatan 200 tahun kemerdekaan Chile.

Dalam sebuah proposal yang dikirimkan minggu lalu tersebut, para uskup 
mengatakan bahwa tidak semua narapidana dihukum karena telah melakukan 
kejahatan saat Jenderal Augusto Pinochet memimpin Chile.

Namun, Pinera dengan lantang menolak saran itu dan berkata, "Saya memutuskan 
bahwa tidak bijaksana atau nyaman dalam situasi seperti saat ini untuk membuat 
sebuah undang-undang baru untuk pengampunan secara massal," kata Pinera.

"Proposal ini justru menciptakan ketegangan dan perpecahan antara Chile, dan 
telah membuka kembali luka lama," imbuhnya.

Proposal uskup ini memang sempat memprovokasi kemarahan para keluarga korban 
yang disiksa dan dibunuh atau hilang di bawah kekuasaan militer masa lalu.

Pinera, yang mulai menjabat pada bulan Maret 2010, adalah Presiden Chile 
pertama sejak berakhirnya kekuasaan militer pada tahun 1990.

Beberapa sekutu politiknya memang mempunyai hubungan dengan militer, tapi ia 
tetap berusaha menjauhkan diri dari warisan Pinochet.
(anw/anw)

Kirim email ke