Senin, 26/07/2010 12:59 WIB Wartawan Kompas Meninggal DPR: Polisi Harus Usut Keterkaitan Kematian Korban dan Tugasnya Mega Putra Ratya – detikNews Jakarta - Kepala Biro Harian Kompas di Kalimantan, Muhammad Syaifullah, ditemukan meninggal dengan mulut berbusa dan tubuh membiru, diduga diracun. Anggota DPR meminta polisi mengusut keterkaitan kematian Syaifullah dengan tugas-tugas jurnalistik yang telah dilakukannya.
"Itu perlu diusut keterkaitan dengan tugas-tugas dia dalam membuat pemberitaan. Apakah itu terkait dengan perusahaan bermasalah seperti tambang atau lainnya," kata anggota Komisi III, Bambang Soesatyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (26/7/2010). Semasa hidup, Syaifullah rajin menulis kerusakan lingkungan akibat pertambangan. Hal yang sama diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi III, Gayus Lumbuun. Menurutnya, kebebasan pers harus dijamin, jangan sampai terjadi kasus pembunuhan wartawan, seperti yang dulu pernah terjadi di Bali, karena narasumber tak suka kasus dugaan korupsinya dikuak. "Polisi harus segera mengungkap, jika memamng ada dugaan-dugaan," ujar Gayus Lumbuun. "Untuk itulah dibuat UU Pers. semua kegiatan pers harus dilindungi," tambah politisi PDIP ini. Sementara itu, anggota Komisi II, Idrus Marham, meminta semua pihak jangan berangkat dari dugaan-dugaan. Menurutnya, harus ada fakta terelebih dahulu, barulah polisi menelusurinya. "Saya kira jangan berangkat dari dugaan. Harus ada fakta, agar dapat ditelusuri langkah selanjutnya pasti ini harus ditelusuri oleh polisi. Tapi harus sesuai prosedur, karena jangan sampai ada ditumpangi oleh kepentingan politik," jelas Sekjen Partai Golkar ini. (gun/nrl)
