Setelah Goenawan Muhammad, kini Daoed Yusuf pun menolak Pemberian Bakrie Award :
Daoed Jusuf: Saya Khawatir Bakrie Award Jadi Iklan Pembersih Andri Haryanto - detikNews Jakarta - Daoed jusuf tegas menolak penghargaan yang diberikan Freedom Institute, Bakrie Award. Ia khawatir penghargaan sebagai perbaikan citra Bakrie terhadap peristiwa lumpur Lapindo di Sidoarjo. "Namanya ini, saya khawatir dipakai sebagai iklan pembersih. Tujuannya baik menghargai perbuatan seseoang," Kata Daoed saat ditemui di kediamnnya di Jalan Bangka VII, No. 14, Jakarta Selatan, Kamis (29/7/2010). Ia menuturkan, Ulil sempat mendatangi kediamannya untuk menjelaskan maksud pemberian penghargaan. Kedatangan Ulil sebagai panitia pemberia penghargaan setelah Daoed menolak penghargaan melalui percakapan telepon dengan Ulil. Selain penjelasan yang disampaikan, Ulil sempat berkompromi dengan Daoed untuk menerima penghargaan dan menolak uang yang juga disertakan dalam Bakrie Award. "Ulil mengajukan kompromi, saya terima award tapi tolak uangnya. Tapi saya katakan uangnya berlumpur. Saya hargai pendirian Ulil tapi ini namanya Bakrie Award," ujarnya. Mengenai nama yang tetap tercantum meski nominator menolak penghargaan, Daoed tidak mempermasalahkannya. "Kalau itu silakan, saya tidak mau mengganggu sistem kerja mereka. Kalau mereka tetap mau tulis ya tulis, kalau mereka mau hapus ya hapus," ujarnya. Menanggapi langkah serupa yang dilakukan Goenawan Mohammad dalam pengembalian Bakrie Award setelah 6 tahun diterima, Daoed mengatakan jika pada sat penerimaan award, peristiwwa lumpur Lapindo belum terjadi. "Kalau Goenawan (Mohammad) kan ceritanya lain, waktu dia mendapat award lumpur Lapindo belum ada," tutur Daoed.
