Kamis, 05/08/2010 13:43 WIB
Pertempuran Israel-Libanon
Al-Manar: 2 Prajurit RI Tinggalkan Medan Tempur Dengan Taksi
Rita Uli Hutapea – detikNews
Beirut - Media Libanon mengecam pasukan perdamaian PBB di Libanon atau UN 
Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyusul pertempuran yang terjadi di 
perbatasan Israel dan Libanon pada Selasa, 3 Agustus lalu.

Sebelumnya, stasiun televisi milik Hizbullah, Al-Manar pada 3 Agustus lalu 
seperti dilansir situs Almanar.com, Kamis (5/8/2010), menayangkan gambar dua 
prajurit Indonesia yang diduga berasal dari UNIFIL, meninggalkan lokasi 
pertempuran dengan menumpang taksi.

New TV, yang juga bersimpati pada Hizbullah, membahas "kaburnya" 
prajurit-prajurit UNIFIL tersebut.

Tak ayal hal itu menimbulkan kecaman media Libanon. Harian As-Safir misalnya, 
menyebut pasukan UNIFIL "impoten".

"Pasukan internasional yang impoten itu mundur, meninggalkan tempat pertempuran 
dan menonton peristiwa yang terjadi dari kejauhan," tulis As-Safir.

Sedangkan harian Al-Anwar mengejek bahwa UNIFIL menjalankan perannya dengan 
sangat baik ketika keadaan tenang. "Tapi ketika konfrontasi terjadi, mereka 
cuma penonton yang menghubungi kedua pihak untuk mencoba mengembalikan 
ketenangan dan kemudian memasukkan laporan ke Dewan Keamanan," tulis media 
Libanon tersebut.

Harian An-Nahar menuliskan: "Pertanyaannya, apa yang dilakukan jika insiden ini 
terulang lagi... khususnya menyangkut peran UNIFIL."

"Mengapa UNIFIL tidak membantu pasukan, setidaknya dengan memberikan 
pertolongan pertama?" tanya media tersebut.

Baku tembak antara pasukan Israel dan Libanon pada Selasa, 3 Agustus lalu. 
Media Libanon menulis aksi itu menewaskan tiga warga Libanon, dua prajurit 
Libanon, seorang wartawan surat kabar Al-Akhbar dan seorang perwira senior 
Israel.
(ita/fay)

Kirim email ke