Kamis, 08/07/2010 20:27 WIB
Satpol PP DKI Razia Sindikat Pengemis yang Eksploitasi Anak
Hery Winarno – detikNews
Jakarta - Setelah melakukan operasi penertiban preman dan pengamen yang kerap 
beroperasi di angkutan umum, kini Satpol PP DKI akan melakukan operasi 
penertiban para pengemis. Razia pun akan difokuskan kepada pengemis yang 
membawa balita dalam menjalankan aksinya.

"Kita segera akan melakukan operasi pemberantasan pengemis. Razia akan kita 
fokuskan kepada mereka menggendong anak balita sambil mengemis," ujar Kasatpol 
PP DKI Effendi Annas saat dihubungi detikcom, Kamis (8/7/2010).

Menurut pria yang akrab disapa Efan ini, ada indikasi mereka yang menggunakan 
balita memberi obat tidur kepada balitanya saat sedang mengemis.

"Diduga mereka memberikan obat tidur dosis tinggi dan secara terus menerus 
kepada balitanya. Tujuannya, agar sang balita tidak menangis atau rewel ketika 
diajak mengemis," terangnya.

Selain dugaan menggunakan obat tidur, balita yang kerap dibawa oleh pengemis 
juga diduga bukan balita milik pengemis yang bersangkutan tetapi balita sewaan.

"Dugaan lainnya balita yang digunakan untuk mengemis bukan balitanya sendiri 
melainkan balita sewaan," tambah orang nomor satu di Satpol PP DKI ini

Selain pengemis yang menggendong balita, Satpol PP juga akan melakukan operasi 
kepada sindikat pengemis yang memanfaatkan anak-anak.

"Kita juga akan merazia sindikat eksploitasi anak, modus mereka menyuruh 
anak-anak di bawah umur untuk mengemis atau mengamen, kemudian mereka mengawasi 
dari kejauhan. Ini akan kita bidik juga," katanya.

Efan belum bisa memastikan kapan pelaksanaan operasi tersebut mulai dilakukan, 
tetapi dalam operasi tersebut Satpol PP akan bekerja sama dengan pihak 
kepolisian, Dinas Sosial dan juga Dinas Kesehatan Pemprov DKI.

"Setiap anak dan balita yang nantinya terjaring akan diperiksa kesehatannya, 
lalu akan diberi pengobatan. Sedangkan para pelaku eksploitasi yang terbukti 
memberikan obat tidur dan menyewakan akan diserahkan kepada pihak kepolisian," 
tutupnya

(her/anw)

Kirim email ke