Hari ini bilang tidak, tahun 2014 bilang "karena keadaan negara dalam keadaan genring". Karena memang sengaja diciptakan genting.
Aes Pada Kam, 19 Agt 2010 04:13 ICT MU Ginting menulis: >Kamis, 19/08/2010 03:31 WIB >Ruhut Hanya Peniup Terompet Orkestra Partai Demokrat >Ramadhian Fadillah – detikNews >Jakarta - Ruhut Sitompul kerap mengeluarkan pernyataan yang mengundang >kontroversi. Namun Ruhut dinilai tidak asal mengeluarkan pernyataan >kontroversial, ada yang mengatur. Ibarat sebuah orkestra, Ruhut hanya peniup >terompet. > >"Partai Demokrat sebesar ini tentunya punya startegi. Seperti orkestra, ada >terompet, saxophone, genderang dan ada dirigen," ujar pengamat politik Charta >Politika, Yunarto Wijaya kepada detikcom, Rabu (18/8/2010). > >Menurut Yunarto, semua pengatur orkestra ini adalah Sang Dirigen. Siapa lagi >kalau bukan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono >(SBY). > >"Kalau melihat kultur Partai Demokrat, tentunya dirigennya bukan sekelas ketua >umum, tapi bergantung pada ketua dewan pembina," terang dia. > >Bukti bahwa Ruhut sengaja dipasang untuk melempar isu-isu kontroversial yang >merupakan test case di masyarakat, jelas terlihat. Ruhut tidak pernah mendapat >sanksi atas berbagai ucapannya yang kontroversial. > >"Saya melihat ini testing PD melempar polemik. Lebih aman ini dikeluarkan >public enemy, beban polemik ditanggung Ruhut dan tidak ditanggung PD, sehingga >lebih ringan. Masyarakat menganggap Ruhut biasa mengeluarkan pernyataan >kontroversi," tambahnya. > >Sebelumnya Ruhut Sitompul mengusulkan untuk mengamandemen UUD 1945 tentang >masa jabatan presiden, agar SBY bisa menjabat kembali di periode mendatang. >Namun Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum membantah usulan Ruhut ini merupakan >usulan resmi partai. > >Presiden SBY pun menegaskan dirinya menolak usulan Ruhut ini. SBY menegaskan >masa jabatan presiden tidak perlu ditambah. > >"Jadi apakah mungkin masa jabatan yang telah tepat, diubah? Maka semua >sependapat untuk menolak dan menentang pikiran itu," ujar SBY di depan MPR, >Rabu (18/8/2010). >(rdf/mei) >
