Cak Nun: Pancasila Sumber Masalahnya
                        Minggu, 22 Agustus 2010 | 08:05 WIB
            
                                  

                                  
                                  
                                  
                                        Emha Ainun Najib
                                  
                                          
                                        
                                        JAKARTA, KOMPAS.com —
 Budayawan Cak Nun menilai, konflik berbau agama yang menghiasi 
pemberitaan media belakangan ini adalah kesalahan seluruh pihak.Menurutnya,
 persoalan kebebasan beragama ini bermula pada Pancasila sehingga dasar 
negara tersebut seharusnya diubah menyeluruh. "Itu semua kesalahan 
bersama. Yang belajar agama tidak mengembangkan analisisnya. Yang 
membuat kebijakan juga tidak memperbaharui konstitusi hukum di wilayah 
agama," ujar Cak Nun, Sabtu (21/8/2010), ketika ditemui Kompas.com pada acara 
Kilau Ramadhan di Masjid Masjid Al-Ittihaad, Tebet, Jakarta.
Menurutnya,
 itu merupakan gambaran komunikasi sosial yang gagal di Indonesia. 
"Kesalahannya ada pada kesalahan kepemimpinan total, baik itu di bidang 
agama, politik, ekonomi, maupun sosial," ungkap budayawan yang besar di 
Yogyakarta ini.
Oleh karena itu, Cak Nun menilai bahwa perubahan 
menyeluruhlah yang perlu dilakukan negara ini, termasuk perubahan pada 
Pancasila sebagai dasar negara. Cak Nun beranggapan, di dalam Pancasila,
 Tuhan tidak dilibatkan. Yang ada adalah konsep ketuhanan.
"Yang 
ada ketuhanan. Itu kan rasa seolah ada Tuhan. Jadi, Tuhan sebagai subyek
 tidak dilibatkan. Ini sama saja terkesan supaya Indonesia ada bau-bau 
ketuhanan," ujar Cak Nun. Ia juga mengaku prihatin dengan kondisi 
Indonesia belakangan ini yang dirundung masalah keagamaan. Kondisi 
tersebut, menurutnya, mencerminkan bangsa ini tidak pernah menjadikan 
wacana ketuhanan sebagai wacana sungguhan.



 



  






      

Kirim email ke