KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

BADAN GEOLOGI

JALAN DIPONEGORO NO. 57 BANDUNG 40122

JALAN JEND. GATOT SUBROTO KAV. 49 JAKARTA 12950

Telepon: 022-7212834, 5228424, 021-5228371   Faksimile: 022-7216444, 
021-5228372   E-mail: [email protected] e-mail address is being 
protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it 

 


--------------------------------------------------------------------------------

3 September 2010

Nomor            : /45/BGL.V/2010

Sifat               : Penting

Lampiran         : -

H a l               : Perkembangan kegiatan G. Sinabung

tanggal 3 September 2010 hingga pukul 18.00 WIB

 

Yang terhormat,

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana 
Gubernur Sumatera Utara 
Bupati Karo
 

Dengan ini kami laporkan perkembangan kegiatan G. Sinabung di Kabupaten Karo, 
Provinsi Sumatera Utara, sebagai berikut:

I.     Kegempaan

A. Tanggal 2 September 2010

00:00 – 06:00 
12 kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 3-63 mm, 
lama gempa 5-15 detik, S-P 0,5-4. 7 kali kejadian gempa Vulkanik Dangkal (VB) 
dengan amplituda maksimum 3,5-10 mm, lama gempa 3,5-6 detik.  2 kali kejadian 
Gempa Hembusan dengan  amplituda maksimum 2-6 mm, lama gempa 48-53 detik.

06:00 – 12:00 
12  kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum  6-44 mm, 
lama gempa 4,5-16 detik, SP 1-4 detik. 6 kali kejadian Gempa Hembusan dengan  
amplituda maksimum 2-4 mm, lama gempa 5-11 detik. 2 kali kejadian Gempa 
Tektonik Jauh dengan amplituda maksimum 7-106 mm, lama gempa 105-305 detik, S-P 
13 detik. Tremor menerus dengan dengan amplituda nominal 3 mm.

12:00 – 18:00 
5 kali kejadian Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 9-75 mm, 
lama gempa 5-11 detik, S-P 0,5–2 detik. 1 kali kejadian Gempa Tektonik Jauh 
amplituda maksimum 105 mm, lama gempa 205 detik, dengan S-P tidak terbaca. 
Tremor masih menerus dengan amplituda nominal 3 mm.

18:00 – 24:00 
Tremor menerus dengan dengan amplituda nominal 5 – 22 mm.

 

B. Tanggal 3 September 2010

00:00 – 06:00 
1 kali kejadian Gempa Letusan dengan amplituda maksimum 100 mm, lama gempa 780 
detik. Tremor masih menerus dengan amplituda nominal 4 – 18 mm.

06:00 – 12:00 
Tremor menerus, amplitude maksimum 6-22 mm.

12:00 – 18:00 
Gempa tremor menerus dengan amplituda 7 – 40 mm.

Gempa letusan pada pukul 17.59.41 WIB, dengan amplituda 100 mm, dengan lama 
gempa 100 detik.

Tremor harmonik terekam mulai pukul 18:04 WIB dengan Amplituda maksimum 4 – 40 
mm dan  lama gempa 2990 detik.

 

II.    Visual

A. Tanggal 2 September 2010

00:00 – 06:00 
Cuaca umumnya  cerah, angin lemah bertiup kearah Barat, gunung masih tertutup 
kabut.

06:00 – 12:00 
Cuaca umumnya  cerah terang – berawan, angin bertiup lemah dari barat, gunung 
tertutup kabut.

12.00 – 18.00 
Cuaca pada umumnya cerah – mendung, angin bertiup perlahan hingga sedang dari 
arah barat. Gunung tertutup kabut.

18:00 – 24:00 WIB 
Cuaca umumnya mendung, angin bertiup dari barat, gunung tertutup kabut.

 


B. Tanggal 3 September 2010

00:00 – 06:00 
Cuaca umumnya cerah – mendung, angin bertiup dari barat, gunung terlihat jelas 
– tertutup kabut. Terjadi erupsi eksplosif pada pukul 04.38 – 04.51 WIB, 
terdengar gemuruh dan terasa getaran pada jarak 8 km sebelah tenggara G. 
Sinabung di Kabupaten  Tanah  Karo.  Asap  letusan  berwarna  hitam  tebal,  
dengan ketinggian + 3000 meter dari bibir kawah yang condong ke arah timur.

06:00 – 12:00 
Cuaca mendung, angin bertiup dari arah barat, gunung tertutup kabut.

12:00 – 18:00 
Cuaca secara umum cerah, angin perlahan bertiup dari arah timur, gunung 
tertutup kabut.

Terjadi letusan abu pada pukul 17.59 – 18.01 WIB  terdengar suara gemuruh dan 
terasa getaran lemah pada jarak 8 km. Pengamatan visual menunjukan  beberapa 
periode letusan sebagai berikut :


Awal kejadian berupa  asap berwarna hitam membumbung setinggi ± 1000 meter dari 
bibir kawah condong ke arah Timur. 
Kemudian asap letusan bergumpal bergerak  menyusuri lereng Timur G. Sinabung 
sepanjang lebih kurang  2 km dan  sebagian material abu letusan jatuh di lereng 
Timur. 
Akhirnya asap letusan membumbung vertikal membentuk seperti cendawan. 
 

III.   Koordinasi

Mengikuti rapat koordinasi  tingkat Nasional setiap pukul 17:00 WIB di Kantor 
Polres, Kabupaten Karo untuk menyampaikan aktivitas G. Sinabung. Dapat dipimpin 
oleh salah satu Deputi BNPB, diikuti oleh perwakilan Kementerian/Lembaga dan 
unsur muspida Kabupaten Karo.

 

IV. Sosialisasi

Bekerjasama dengan Polres Kabupaten Karo melakukan sosialisasi di tiap 
penampungan pengungsian dengan tujuan:

Memberi ketenangan kepada masyarakat 
Memberikan pembelajaran tentang gunungapi dan manfaat positif, ancaman bahaya 
dan tata cara antisipasi terhadap ancaman bahaya letusan G. Sinabung. 
Sosialisasi mendapat sambutan sangat antusias bagi para pengungsi.

 



V.   Kesimpulan 

Tidak terdeteksi gas-gas yang berbahaya bagi kehidupan pada jarak sekitar 3 km 
dari puncak G. Sinabung. 
Terjadi erupsi eksplosif pada tanggal 3 September 2010 pukul 04.38 – 04.51 WIB. 
Rekaman gempa didominasi oleh getaran tremor juga terekam gempa vulkanik. 
Tampak terjadi peningkatan jumlah gempa vulkanik yang diikuti oleh penurunan 
jumlah hembusan. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan energi G. Sinabung. 
Berdasarkan data visual dan kegempaan, status G. Sinabung tetap AWAS (Level IV) 
Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi kegiatan G. 
Sinabung dan kami  tetap berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (BPBD Provinsi  
dan Satlak PB) setempat.

 

VI. Rekomendasi

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas dalam radius 6 km dari kawah aktif 
agar diungsikan ke tempat yang aman. 
Jika terjadi hujan abu cukup deras, agar masyarakat menggunakan masker penutup 
hidung dan mulut serta menutup sumber air untuk keperluan minum. 
Mengingat G. Sinabung tidak diketahui aktivitas dan sifat letusannya, maka 
masyarakat agar bersabar mengikuti arahan Pemerintah Daerah 
(BPBD/Satlak/Satkorlak) dan Pemerintah Daerah agar senantiasa berkoordinasi 
dengan Tim ahli di lapangan. 
Mengingat saat ini di wilayah sekitar G. Sinabung sering turun hujan, agar 
masyarakat yang bermukim di bantaran sungai yang berhulu di puncak G. Sinabung 
agar mewaspadai kemungkinan terjadinya bahaya sekunder berupa banjir lahar. 
Demikian perkembangan kegiatan G. Sinabung disampaikan, atas perhatiannya kami 
ucapkan terimakasih.

A.n.
 Kepala Badan Geologi,

Kepala Pusat Vulkanologi dan

Mitigasi Bencana Geologi

Ub.

Kepala Bagian Tata Usaha



















Ir. Iman K. Sinulingga

NIP 19670803 199403 1 002

 
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



      

Kirim email ke