Tambah lagi pertanyaannya

Bisa tidak menambahkan queue PFQ atau RED ke Linux kernel?

lordsanjay

-----Original Message-----
From: Muhammad Reza [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, February 25, 2004 1:52 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [tanya-jawab] Perangkat Bandwidth Management


di tempat .:NewBie:. ada netenforcer dari Allot,dengan core Linux 
Slackware, tapi dengan qdisc bukan dari kernel (HTB,CBQ,SFQ) . Allot
built qdisc sendiri dan sepertinya berbasis pfq  (and classless) 
juga, dengan  performance (dan interface)  jauh lebih bagus dari pada 
mesin CBQ -nya .:NewBie:.
apa sih kelemahan dasar dari cbq atau htb ?

regards
.:NewBie:.

>On Rab, 2004-02-25 at 09:47, nugroho wrote:
>
>  
>
>>Service nya beda, kebetulan alat yang saya pegang memakai PFQ ( Per 
>>Flow
>>Queueing) dan TCP slow start approach, sehingga pengaturan queueing
bisa
>>lebih spesifik per traffic session dan pengaturan bandwidth yang lebih
>>akurat dengan tidak mengurangi performa networking.
>>sedangkan CBQ (Class Base Queueing)  mempunyai banyak kelemahan.
>>    
>>
>
>  
>
>>apa butuh saya presentasi kan atau saya demo kan mengenai 
>>produknya.....?
>>    
>>
>
>reviewnya saja agak detail istilah/konsep di atas dibanding 
>module-module yang ada dalam CBQ
>
>
>--
>"instant sex will never be better than the kind you have to peel and 
>cook" // Quake II Gladiator
>
>
>  
>



-- 
Unsubscribe: kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info di http://linux.or.id/milis.php
FAQ milis http://linux.or.id/faq.php




-- 
Unsubscribe: kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info di http://linux.or.id/milis.php
FAQ milis http://linux.or.id/faq.php

Kirim email ke